Sabtu, 11 Juli 2020

Dynabook Portege X30L-G, Laptop 13 Inch Paling Ringan di Dunia

 Dynabook memperkenalkan laptop anyarnya yang bernama Portege X30L-G, sebuah laptop bisnis 13,3 inch berprosesor Intel Core generasi ke-10 yang diklaim paling ringan di dunia.
Laptop ini dirancang untuk mengutamakan portabilitas dengan bobot hanya 870 gram namun tetap mempunyai bermacam konektivitas yang lengkap dan punya performa tinggi.

"Peluncuran Portege X30L-G menandakan komitmen berkelanjutan kami untuk mengembangkan perangkat yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam hal komputasi masa kini. Perangkat ini adalah warisan dari para insinyur terbaik kami yang sudah membuktikan kemampuan terbaiknya untuk merancang berbagai komponen komputasi bisnis dalam sebuah perangkat yang ringkas," kata Wong Wai Meng, General Manager, Dynabook Singapura dalam keterangan yang diterima detikINET.

Sekadar informasi, Dynabook dulunya adalah divisi laptop dari Toshiba yang kemudian memisahkan diri dari induknya.

Portege X30L-G menggunakan material sasis magnesium berkualitas tinggi dengan pilihan warna Onyx Blue sehingga menghasilkan perangkat yang ringan serta sangat kuat. Perangkat ini dirancang untuk dapat tahan dalam berbagai tekanan di setiap kondisi lingkungan, salah satunya adalah lewat uji militer MIL-STD-810G, yang meliputi tes jatuh, temperatur, kelembapan, dan tahan debu.

Layar reflektifnya berukuran 13 inch dengan tipe panel IGZO buatan Sharp dan punya tingkat kecerahan maksimal 470 nits. Panel jenis ini diklaim lebih hemat daya dibanding panel LCD pada umumnya, yang membuat baterai Portege X30L-G diklaim bisa bertahan 14,5 jam.

Prosesor yang dipakai adalah Intel Core generasi ke-10 dengan berbagai pilihan storage, baik SATA maupun PCIe dan didukung teknologi Intel Optane. Konektivitasnya pun lengkap, karena ada port HDMI, dua port USB-A 3.0 dan juga dilengkapi dengan USB-C dock.

Dalam hal pencegahan akses data yang tidak diharapkan, perangkat ini telah dilengkapi oleh otentifikasi biometrik yang mendukung pemindaian sidik jari dan wajah Anda melalui fitur Windows Hello dan Intel Authenticate. Perangkat ini juga didukung fitur keamanan seperti Trusted Platform Module 2.0 (TPM) dan Dynabook's BIOS.

WiFinya menggunakan standar terbaru, yaitu 802.11ax dan Bluetooth versi 5.0, namun tetap ada port LAN gigabit. Dynabook Portege X30L-G ini mulai tersedia pada Agustus 2020 dengan harga ritel mulai dari Rp 27 juta.

Hong Kong Tak lagi Jadi Surga Perusahaan Teknologi

Para perusahaan teknologi besar, selama bertahun-tahun, senang beroperasi di Hong Kong daripada di China. Bisa ditebak, itu karena China memberlakukan sistem sensor sangat ketat. Kini, Hong Kong pun diperlakukan kurang lebih sama.
Hukum baru soal keamanan nasional yang diberlakukan minggu lalu di Hong Kong, membuat polisi punya kekuasaan besar terhadap perusahaan teknologi. Mereka dapat meminta platform online ataupun operator menghapus atau membatasi konten yang dianggap mengancam keamanan China.

Jika tak melakukannya, perwakilan perusahaan bisa dikenai denda sampai USD 13 ribu dan penjara 6 bulan. Tak heran jika aturan itu mengganggu status Hong Kong sebagai favorit perusahaan teknologi.

Pada masa sebelumnya, Hong Kong yang relatif terbuka, dekat dengan China dan kawasan Asia Pasifik, membuatnya jadi basis perusahaan teknologi meskipun penduduknya hanya sekitar 7 juta jiwa. Banyak perusahaan teknologi mengembangkan bisnisnya di Hong Kong. Mereka buka kantor di sana lalu mungkin ekspansi pabrik ke Shenzhen yang berbatasan dengan Hong Kong. Namun, kini bandul berbalik.

Para raksasa teknologi pun mulai bereaksi. Facebook, Twitter, Google sampai Microsoft telah mendeklarasikan bahwa mereka untuk sementara tidak akan memberikan data user di Hong Kong pada pemerintah. Bahkan TikTok memilih untuk sepenuhnya berhenti beroperasi.

"Tim kami sedang mengevaluasi hukum tersebut untuk melihat implikasinya, khususnya karena sebagian dari aturannya ambigu dan tanpa definisi jelas," kata juru bicara Twitter yang dikutip detikINET dari CNN.

"Para perusahaan teknologi khawatir terhadap dampaknya ke user, staff dan eksekutifnya. Mereka mungkin menunggu apakah pemerintah membuat permintaan, tapi mereka kemudian akan dipaksa memutuskan dan mungkin saja meninggalkan (Hong Kong)," cetus Raman Jit Singh, pengamat dari Access Now.
https://kamumovie28.com/kamen-rider-drive-episode-11-subtitle-indonesia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar