Kamis, 09 Juli 2020

Kena Pajak, Tarif Netflix Bakal Naik?

Tarif beberapa perusahaan digital termasuk Netflix diperkirakan bakal naik di Indonesia karena terkena pajak pertambahan nilai (PPN). Berapa kira-kira nanti kenaikannya?
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah resmi menunjuk enam perusahaan internasional berbasis digital sebagai pemungut, pelapor, dan penyetor pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap barang dan jasa digital yang dijual di Indonesia.

Keenam pelaku usaha yang telah menerima surat keterangan terdaftar dan nomor identitas perpajakan adalah Amazon Web Services Inc, Google Asia Pacific Pte. Ltd, Google Ireland Ltd, Google LLC, Netflix International B.V., dan Spotify AB.

Dengan penunjukan ini maka produk dan layanan digital yang dijual oleh keenam pelaku usaha tersebut akan dipungut PPN mulai 1 Agustus 2020. Jadi tidak menutup kemungkinan tarif Netflix yang baru dibuka blokirnya oleh Telkom ini akan naik di tanggal tersebut.

Besaran PPN yang harus dibayar adalah 10% dari harga sebelum pajak, dan harus dicantumkan pada resi atau kuitansi yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN.

Artinya, tarif Netflix yang diberlakukan sekarang kemungkinan akan bertambah 10%. Ambil contoh tarif termurah Netflix yakni untuk perangkat mobile, yakni Rp 49 ribu. Maka bisa jadi ada kenaikan sekitar Rp 4.900 menjadi Rp 53.900.

Kemudian tarif basic sekarang dipatok Rp 109 ribu, dengan kenaikan Rp 10,9 ribu bisa menjadi Rp 119,9 ribu. Perhitungan yang sama bisa diterapkan untuk tarif lain yaitu standar senilai Rp 139 ribu dan premium Rp 169 ribu.

Sejauh ini, belum ada keterangan dari pihak Netflix apakah akan diberlakukan penyesuaian tarif menyusul penerapan pajak PPN pada mereka.

Fitur Baru Instagram, Pengguna Dapat Tandai Komentar Terbaik

Setelah melakukan rangkaian ujicoba pada bulan Mei lalu, Instagram resmi merilis fitur Pineed Comment.
Dengan fitur ini memungkinkan setiap penggunanya dapat menyematkan tiga komentar pada posisi teratas pada kolom komentar di postingan tersebut.

Pengguna dapat menandai komentar terbaik atau berbau positif, serta pengguna juga bisa menambahkan tambahan komentar yang panjang yang tak cukup dituliskan dalam kolom deskripsi.

Selain itu fitur ini dapat memudahkan penggunanya untuk mengontrol dan memoderasikan komentar-komentar jahat, kasar, dan negatif untuk ditampilkan di bawah komentar yang ditandai.

Dilansir detiKINET dari The Verge, pengguna sudah dapat memperbarui aplikasi Instagramnya dan nantinya akan melihat ikon pinned pada komentar di mana sebelumnya hanya ada tiga opsi seperti balas, laporkan dan hapus.

Instagram telah menghabiskan beberapa tahun terakhir ini untuk mencoba memperbaiki alatnya untuk memerangi pelecehan, penyalahgunaan, dan informasi yang salah dan upayanya telah meningkat di bawah CEO Adam Mosseri saat ini.

Secara khusus, moderasi komentar Instagram telah meningkat secara signifikan. Perusahaan sekarang menggunakan kecerdasan buatan yang secara otomatis akan memblokir komentar ofensif dan menggunakan alat berbasis kecerdasan buatan untuk memperingatkan pengguna sebelum mereka memposting teks yang berpotensi ofensif atau berbahaya.

Komentar yang disematkan, walaupun mungkin bukan alat yang efektif seperti beberapa penambahan sebelumnya dan yang lebih dibutuhkan untuk platform, namun masih dapat membantu para kreator, selebriti, influencer, dan bisnis di Instagram yang lebih baik dalam mengelola profil mereka.
https://indomovie28.net/star-trek-beyond/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar