Kamis, 09 Juli 2020

Selama Pandemi, First Media Catat Lonjakan Trafik ke Netflix

Pandemi virus Corona memaksa banyak orang untuk tinggal di rumah. Tidak bisa lagi mencari hiburan di bioskop atau pusat perbelanjaan, pengguna internet First Media justru lari ke Netflix.
Deputy Chief Marketing Officer PT Link Net Tbk Santiwati Basuki mengatakan dari pertengahan Maret hingga 31 Mei 2020, First Media mencatat kenaikan traffic hingga 47% dibanding masa sebelum pandemi.

Mereka juga melihat layanan dan aplikasi apa saja yang banyak diakses pengguna selama di rumah saja. Rupanya sebagian besar didominasi oleh layanan streaming video.

"Kami juga menelusuri kira-kira aplikasi mana saja yang sangat frequent digunakan oleh konsumen kami. Untuk Netflix sendiri traffic bisa sampai memuncak sampai peningkatan 140%," kata Santi dalam webinar, Rabu (8/7/2020).

"Dan kalau kita lihat lagi YouTube dan Google naik sampai 33%. Karena kita ketahui bahwa pastinya di kondisi saat ini saat keluarga harus stay di rumah mereka membutuhkan entertainment dan aplikasi streaming jadi solusi mereka," sambungnya.

First Media juga mencatat kenaikan jumlah pelanggan hingga 40% dalam dua bulan terakhir jika dibandingkan dengan jumlah pengguna pada dua bulan pertama tahun 2020.

"Selama lima bulan pertama kalau kita bandingkan dengan hasil tahun lalu, sudah hampir menyamai hasil sepanjang tahun 2019," kata Deputy CEO dan Chief Operations Officer PT Link Net Tbk Victor Indajang dalam kesempatan yang sama.

Untuk mengakomodasi kenaikan traffic dan menghadapi new normal, First Media juga sudah menyiapkan beberapa protokol. Misalnya dengan menambah kapasitas jaringan di daerah dengan lonjakan traffic tertinggi serta memberikan APD dan disinfektan untuk petugas yang melakukan perbaikan dan instalasi.

Tapi Victor mengatakan kenaikan traffic dan pengguna ini bukan berarti bisnis First Media akan aman hingga akhir tahun. Setelah pembatasan sosial mulai dilonggarkan dan kehidupan masuk ke masa transisi, kemungkinan penurunan bisa terjadi.

"Kita masih belum tahu perkembangan seperti apa di kuartal tiga dan kuartal empat," kata Victor.

"Apakah akan ada penurunan? Kemungkinan itu selalu ada karena situasi ini sangat dinamis," pungkasnya.

Kena Pajak, Tarif Netflix Bakal Naik?

Tarif beberapa perusahaan digital termasuk Netflix diperkirakan bakal naik di Indonesia karena terkena pajak pertambahan nilai (PPN). Berapa kira-kira nanti kenaikannya?
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah resmi menunjuk enam perusahaan internasional berbasis digital sebagai pemungut, pelapor, dan penyetor pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap barang dan jasa digital yang dijual di Indonesia.

Keenam pelaku usaha yang telah menerima surat keterangan terdaftar dan nomor identitas perpajakan adalah Amazon Web Services Inc, Google Asia Pacific Pte. Ltd, Google Ireland Ltd, Google LLC, Netflix International B.V., dan Spotify AB.

Dengan penunjukan ini maka produk dan layanan digital yang dijual oleh keenam pelaku usaha tersebut akan dipungut PPN mulai 1 Agustus 2020. Jadi tidak menutup kemungkinan tarif Netflix yang baru dibuka blokirnya oleh Telkom ini akan naik di tanggal tersebut.

Besaran PPN yang harus dibayar adalah 10% dari harga sebelum pajak, dan harus dicantumkan pada resi atau kuitansi yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN.

Artinya, tarif Netflix yang diberlakukan sekarang kemungkinan akan bertambah 10%. Ambil contoh tarif termurah Netflix yakni untuk perangkat mobile, yakni Rp 49 ribu. Maka bisa jadi ada kenaikan sekitar Rp 4.900 menjadi Rp 53.900.

Kemudian tarif basic sekarang dipatok Rp 109 ribu, dengan kenaikan Rp 10,9 ribu bisa menjadi Rp 119,9 ribu. Perhitungan yang sama bisa diterapkan untuk tarif lain yaitu standar senilai Rp 139 ribu dan premium Rp 169 ribu.

Sejauh ini, belum ada keterangan dari pihak Netflix apakah akan diberlakukan penyesuaian tarif menyusul penerapan pajak PPN pada mereka.
https://indomovie28.net/detektif-conan-episode-954/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar