Senin, 06 Juli 2020

Pada 1 dari 10 Pasien Corona, Indra Perasa dan Penciuman Hilang Permanen

Satu dari 10 pasien virus Corona disebut kehilangan indra perasa dan penciuman secara permanen. Gangguan pada indra perasa dan penciuman ini dikenal sebagai anosmia dan termasuk gejala virus Corona COVID-19 yang diakui secara resmi.
Gejala virus Corona terkait gangguan indra perasa dan penciuman sering disebut sebagai tanda awal seseorang terinfeksi Corona. Namun, baru-baru ini sebuah penelitian menyebut gejala Corona ini bisa dialami secara permanen.

Para peneliti mensurvei 187 warga Italia positif Corona tetapi tidak dirawat di rumah sakit. Peserta diminta untuk menilai perkembangan kemampuan indra penciuman dan perasa mereka sendiri ketika pertama kali sejak dinyatakan positif Corona.

Hasil yang dipublikasikan dalam JAMA Otolaryngology menemukan bahwa 113 peserta melaporkan perubahan serius terkait indra penciuman dan perasa mereka saat mengidap virus Corona. 55 orang di antaranya dilaporkan pulih dari gejala Corona tersebut. Sementara 46 orang lainnya mengatakan kemampuan indra pencium dan perasa mereka jauh membaik sejak pertama kali dinyatakan positif Corona.

Namun, ada 12 orang mengaku mereka masih mengalami gangguan indra perasa dan penciuman bahkan semakin parah. Mereka yang melaporkan gejala parah mengatakan perlu waktu lebih lama untuk pulih kembali.

Para peneliti memperingatkan bahwa ribuan pasien virus Corona yang pulih dapat menghadapi kehilangan kemampuan untuk mencium atau merasakan sesuatu dalam jangka panjang. Dr Joshua Levy, seorang spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Emory, mengatakan ada 'intervensi yang sangat rendah' untuk pasien yang mengalami anosmia.

"Banyak pasien Corona yang mungkin untuk pengobatan gejalanya tidak terselesaikan," tulis Dr Joshua, dikutip dari Daily Star.

"Mereka yang belum pulih harus mempertimbangkan untuk menjalani 'pelatihan penciuman' demi melatih kembali kemampuan penciuman mereka. Diyakini beberapa orang mengidap anosmia sebagai gejala virus Corona karena virus tersebut telah merusak saraf yang mempengaruhi indra penciuman," lanjut Dr Joshua.

Pria Pembawa Map dalam Foto Viral Tragedi 9/11 Meninggal karena Corona

Stephen Cooper (78) adalah pria pembawa map dalam sebuah foto viral tragedi 9/11. Selamat dari tragedi yang menggemparkan Amerika Serikat tersebut, ia kini meninggal karena virus Corona COVID-19.
Dikutip dari The Sun, Stephen meninggal awal tahun ini di Delray Beach, Florida. Ia termasuk dalam 138 korban pertama virus Corona di Palm Beach County.

Sosoknya cukup ikonik dalam sebuah foto viral yang diambil pada tragedi tahun 2001 oleh fotografer Associated Press. Pria berambut putih ini tengah berlari dengan membawa map di tangan kirinya.

Kabar meninggalnya Stephen disampaikan oleh pasangannya, Janet Rashes. Menurut Janet, Stephen bermasalah dengan kesehatannya sejak musim gugur tahun lalu, hingga akhirnya harus operasi otak pada Oktober.

Lebih dari dua bulan ia dirawat di rumah sakit dan di pusat pemulihan pascaoperasi. Kesehatannya memburuk sejak awal Maret.

"Pada titik itu, virus Corona sudah dibicarakan tetapi orang di rumah sakit belum pakai masker," tutur Janet.

Stephen dibawa oleh paramedis pada 23 Maret dan itu menjadi saat terakhir Janet melihat pasangannya. Stephen meninggal 5 hari kemudian.
https://cinemamovie28.com/cast/mao-ichimichi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar