Senin, 13 Juli 2020

Studi Ini Ungkap Alarm Bangun Tidur Terbaik yang Nggak Bikin Pusing

Bangun di pagi hari merupakan hal yang cukup sulit untuk sebagian orang. Menurut penelitian baru-baru ini, bunyi alarm di pagi hari memiliki pengaruh terhadap tingkat kewaspadaan seseorang setelah terbangun jadi jangan asal memilih bunyi alarm untuk bangun tidur.
Penelitian di Australia dari Institut Teknologi Royal Melbourne (RMIT) University menyebut bahwa menggunakan bunyi-bunyi melodis seperti musik sebagai alarm membuat tingkat kewaspadaan seseorang menjadi lebih tinggi, ketimbang menggunakan alarm kebanyakan yang berbunyi 'bip bip'.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari RMIT itu mempelajari dampak dari berbagai jenis bunyi alarm dan bagaimana bunyi dapat membantu menghilangkan perasaan grogi ketika bangun tidur. Tujuan dari penelitian itu adalah untuk memahami bagaimana penggunaan suara atau musik sebagai alarm bangun tidur dalam memerangi sleep inertia atau kondisi pusing dan lelah ketika bangun.

Penelitian itu melibatkan 50 orang dewasa sebagai partisipan dan percobaan dilakukan di rumah. Para subjek diminta untuk merekam jenis suara atau bunyi yang mereka gunakan sebagai alarm bangun tidur, kemudian menilai tingkat kewaspadaan mereka dengan menjawab pertanyaan spesifik yang terkait dengan sleep inersia.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang yang menggunakan musik sebagai alarm memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi, dibandingkan mereka yang memilih suara 'bip bip' yang keras sebagai alarm mereka. Para peneliti juga menemukan bahwa terbangun dengan alarm yang buruk bahkan dapat menurunkan kinerja kerja hingga empat jam lamanya setelah terbangun.

"Jika Anda tidak bangun dengan benar, kinerja pekerjaan Anda dapat menurun hingga empat jam, dan itu telah dikaitkan dengan kecelakaan besar. Ini sangat penting bagi orang yang mungkin bekerja dalam situasi berbahaya tak lama setelah bangun tidur, seperti petugas pemadam kebakaran atau pilot, juga bagi siapa saja yang harus waspada dengan cepat seperti seseorang yang mengemudi ke rumah sakit dalam keadaan darurat," kata pemimpin penelitian, Stuart McFarlane, dikutip dari The Star.

Alasan Wanita Lebih Sulit Orgasme daripada Pria

Orgasme yang diibaratkan seperti percikan kenikmatan bisa menjadi hal rumit. Tidak semua orang mencapai orgasme saat melakukan hubungan seksual. Terlebih, wanita lebih sulit mencapai orgasme daripada pria menurut Journal of Sexual Medicine.
Sekitar satu dari tiga wanita mengalami kesulitan mencapai orgasme saat berhubungan seks. Sebagian besar wanita orgasme melalui stimulasi klitoris daripada penetrasi. Jadi saat wanita mengalami kesulitan orgasme, dia mungkin ingin melakukan stimulasi klitoris sebelum, selama, atau setelah hubungan seks.

"Pria dan wanita mengalami hal yang berbeda, ada yang intens dan tidak. Beberapa wanita mengaku mengalami berbagai jenis orgasme tergantung pada sensasi dan jenis stimulasi genital," kata rekan penulis studi Justin Garcia, Ph.D., asisten profesor studi gender di Indiana University dikutip dari Healthline.

Beberapa alasan wanita lebih sulit capai orgasme adalah setiap tubuh wanita merespons secara berbeda terhadap berbagai jenis kelamin, dan setiap wanita memiliki preferensi berbeda untuk bagaimana dia suka dirangsang.

Wanita mungkin mendapati semakin bertambahnya usia, dia lebih mudah mengalami orgasme karena memiliki lebih banyak pengetahuan tentang apa yang dia sukai secara seksual sehingga mampu mengkomunikasikan dengan pasangannya.

Kesenangan seksual untuk wanita dan pria banyak berkaitan dengan emosi dan relaksasi. Sulit untuk menikmati seks dan mencapai orgasme jika merasa nyaman atau ragu tentang apa yang sedang dijalani oleh pasangan.
https://kamumovie28.com/the-secret-room-of-pleasure-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar