Senin, 13 Juli 2020

Ternyata Nggak Cukur Bulu Ketiak Seperti Alexandra Gottardo Ada Manfaatnya Lho!

Aktris Alexandra Gottardo belum lama ini mengungkap dirinya tidak pernah mencukur bulu ketiak. Menurutnya, nggak perlu malu dengan menumbuhkan bulu ketiak.
"Sudah dari dulu banget. Itu something that naturally happen," ujar wanita yang akrab disapa Alex itu.

Seperti halnya mencukur bulu tubuh, mencukur bulu ketiak hanyalah pilihan estetika seperti memotong poni atau menumbuhkan kumis. Jika kamu tidak mencukur bulu ketiak, ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan.

1. Jarang infeksi
Mengutip Insider, bercukur kadang membuat ketiak memiliki luka dan pori-por di area tersebut membesar. Hal ini memungkinkan racun dan zat kimia dari berbagai produk seperti deodoran, bedak dan krim akan dengan mudah memasuki kulit.

Selain itu, karena rambut menempel pada kelembapan, mencukur ketiak dapat membuat tubuhmu memproduksi lebih banyak keringat.

2. Mengurangi gesekan di kulit ketiak
Punya rambut ketiak juga mengurangi gesekan di kulit ketiak. Keringat yang dikombinasikan dengan gesekan gerakan yang berulang-ulang dapat menyebabkan radang dan ruam yang tidak diinginkan.

3. Daya tarik seksual
Berdasarkan buku Dr Bruce Perry berjudul "Why do we have body hair" dijelaskan fungsi bulu ketiak itu sama dengan rambut kemaluan yaitu sebagai daya tarik seksual. Penjelasan bulu ketiak sebagai daya tarik seksual karena folikel rambut hampir selalu berdekatan dengan kelenjar yang menghasilkan feromon, yaitu bundel molekul yang diproduksi oleh tubuh sebagai sinyal kimia untuk menarik pasangan seks.

Studi Ini Ungkap Alarm Bangun Tidur Terbaik yang Nggak Bikin Pusing

Bangun di pagi hari merupakan hal yang cukup sulit untuk sebagian orang. Menurut penelitian baru-baru ini, bunyi alarm di pagi hari memiliki pengaruh terhadap tingkat kewaspadaan seseorang setelah terbangun jadi jangan asal memilih bunyi alarm untuk bangun tidur.
Penelitian di Australia dari Institut Teknologi Royal Melbourne (RMIT) University menyebut bahwa menggunakan bunyi-bunyi melodis seperti musik sebagai alarm membuat tingkat kewaspadaan seseorang menjadi lebih tinggi, ketimbang menggunakan alarm kebanyakan yang berbunyi 'bip bip'.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari RMIT itu mempelajari dampak dari berbagai jenis bunyi alarm dan bagaimana bunyi dapat membantu menghilangkan perasaan grogi ketika bangun tidur. Tujuan dari penelitian itu adalah untuk memahami bagaimana penggunaan suara atau musik sebagai alarm bangun tidur dalam memerangi sleep inertia atau kondisi pusing dan lelah ketika bangun.

Penelitian itu melibatkan 50 orang dewasa sebagai partisipan dan percobaan dilakukan di rumah. Para subjek diminta untuk merekam jenis suara atau bunyi yang mereka gunakan sebagai alarm bangun tidur, kemudian menilai tingkat kewaspadaan mereka dengan menjawab pertanyaan spesifik yang terkait dengan sleep inersia.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang yang menggunakan musik sebagai alarm memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi, dibandingkan mereka yang memilih suara 'bip bip' yang keras sebagai alarm mereka. Para peneliti juga menemukan bahwa terbangun dengan alarm yang buruk bahkan dapat menurunkan kinerja kerja hingga empat jam lamanya setelah terbangun.

"Jika Anda tidak bangun dengan benar, kinerja pekerjaan Anda dapat menurun hingga empat jam, dan itu telah dikaitkan dengan kecelakaan besar. Ini sangat penting bagi orang yang mungkin bekerja dalam situasi berbahaya tak lama setelah bangun tidur, seperti petugas pemadam kebakaran atau pilot, juga bagi siapa saja yang harus waspada dengan cepat seperti seseorang yang mengemudi ke rumah sakit dalam keadaan darurat," kata pemimpin penelitian, Stuart McFarlane, dikutip dari The Star.
https://kamumovie28.com/taxi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar