Bagi setiap pasangan yang baru saja menikah, 'malam pertama' menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu. Biasanya 'malam pertama' identik dengan hubungan seksual.
Namun, beberapa pasangan mengeluhkan rasa nyeri saat berhubungan intim untuk pertama kalinya. Untungnya, ada strategi tertentu yang bisa membantu meringankan rasa sakit saat berhubungan seksual.
Dikutip dari Medical News Today, berikut beberapa tips mengurangi rasa sakit saat berhubungan seks di 'malam pertama'.
1. Lakukan secara perlahan
Langkah yang lebih lambat memungkinkan tubuh menyesuaikan dengan sensasi bercinta. Ini dapat membuat pasangan lebih mudah untuk berkomunikasi tentang apa yang nyaman dan tidak.
2. Menggunakan pelumas
Meskipun seseorang sudah merasakan sangat terangsang, ia tidak menghasilkan pelumas alami, terutama jika hubungan seks berlangsung lama. Sebab anus tidak menghasilkan pelumas sendiri.
Orang yang melakukan seks anal akan membutuhkan lebih banyak pelumas.
3. Mencoba berbagai posisi
Terkadang, sudut penetrasi menyebabkan rasa sakit. Hal ini seperti mendorong leher rahim atau kulit sensitif yang iritasi.
4. Berbicara tentang kenyamanan
Kedua pasangan harus sepenuhnya menyetujui setiap aktivitas dan setuju bahwa seks berhenti jika ada yang merasa sakit atau tidak ingin melanjutkan. Hal ini perlu dilakukan agar kedua pihak dapat menikmati pengalaman bercinta.
5. Melakukan banyak foreplay
Pemanasan atau foreplay dapat membantu mengendurkan otot, dan menghasilkan lebih banyak pelumasan vagina. Ini dapat membuat seks terasa lebih nyaman.
6. Mengatasi nyeri kronis atau gejala lainnya
Infeksi jamur, Infeksi Menular Seksual (IMS), dan luka pada alat kelamin dapat membuat seks menjadi sangat menyakitkan. Orang yang mengalami rasa sakit, terbakar, atau gatal harus menemui dokter sebelum mencoba berhubungan seks.
7. Memahami anatomi dasar
Banyak orang berfokus pada penetrasi melalui vagina, tetapi penelitian secara konsisten menemukan bahwa klitoris seringkali menjadi pusat kenikmatan seksual. Dalam sebuah studi tahun 2017 yang melibatkan survei terhadap lebih dari 1.000 wanita, hanya 18,4 persen responden yang mengatakan bahwa hubungan vagina saja sudah cukup bagi mereka untuk orgasme.
Lebih dari sepertiga dari survey tersebut melaporkan bahwa stimulasi klitoris diperlukan.
https://indomovie28.net/movies/like-father-like-son-2016/
Kata Dokter Soal Rasanya Disuntik Vaksin Corona: Pegel!
Tenaga kesehatan menjadi kelompok prioritas penerima vaksin COVID-19 Sinovac. Pelaksanaan vaksinasi untuk tenaga kesehatan sudah dimulai sejak 14 Januari lalu dan dilakukan secara bertahap.
Seusai vaksinasi, tak sedikit dokter yang membagikan pengalamannya. Salah satunya dr Falla Adinda, dokter influencer yang juga bertugas di Satgas Nasional Subdit Mitigasi COVID-19. Ia menceritakan efek yang dirasakan sehabis vaksinasi.
"Pegel aja," katanya kepada detikcom, Senin (18/1/2021).
Lebih lanjut, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dr Falla mengungkap alasan mengapa dirinya bersedia divaksinasi. Menurutnya, vaksinasi bukan hanya tentang melindungi diri sendiri.
Kata dokter yang pernah menjadi relawan di Wisma Atlet ini, dengan vaksinasi, banyak yang bisa ikut meringankan beban para tenaga kesehatan lainnya yang masih terus berjuang untuk membantu menyembuhkan pasien COVID-19 di rumah sakit.
Efikasi vaksin Sinovac di Indonesia berada di kisaran 65 persen dalam uji klinis di Bandung, menurutnya sudah sangat cukup untuk menurunkan tingkat keparahan penyakit hingga ke level ringan. Mereka yang sudah divaksin, meski masih bisa tertular, tidak perlu sampai menggunakan ventilator dan dirawat di ICU.
"Lagi-lagi, hidup bukan hanya tentang kita. Walau 65 persen, mudah-mudahan ke depannya saya bisa saja tak terinfeksi, tapi 35 persen saya masih bisa jadi OTG (Orang Tanpa Gejala)," tulisnya.
Selain itu, dr Falla juga mengingatkan meski telah divaksinasi, bukan berarti protokol kesehatan lantas ditinggalkan. Upaya pencegahan seperti 3M yakni mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker, tetap harus dilakukan.
"Intinya, vaksinasi COVID-19 ini adalah wujud tanggung jawab kemanusiaan. Sebuah gerakan untuk bahu membahu memulihkan Indonesia. Usaha kita bersama untuk membantu tenaga kesehatan, membantu rumah sakit, juga agar tidak lagi jatuh korban dan tangis nyeri kehilangan keluarga di tengah pandemi," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar