Selasa, 19 Januari 2021

Kata Dokter Soal Rasanya Disuntik Vaksin Corona: Pegel!

 Tenaga kesehatan menjadi kelompok prioritas penerima vaksin COVID-19 Sinovac. Pelaksanaan vaksinasi untuk tenaga kesehatan sudah dimulai sejak 14 Januari lalu dan dilakukan secara bertahap.

Seusai vaksinasi, tak sedikit dokter yang membagikan pengalamannya. Salah satunya dr Falla Adinda, dokter influencer yang juga bertugas di Satgas Nasional Subdit Mitigasi COVID-19. Ia menceritakan efek yang dirasakan sehabis vaksinasi.


"Pegel aja," katanya kepada detikcom, Senin (18/1/2021).


Lebih lanjut, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dr Falla mengungkap alasan mengapa dirinya bersedia divaksinasi. Menurutnya, vaksinasi bukan hanya tentang melindungi diri sendiri.


Kata dokter yang pernah menjadi relawan di Wisma Atlet ini, dengan vaksinasi, banyak yang bisa ikut meringankan beban para tenaga kesehatan lainnya yang masih terus berjuang untuk membantu menyembuhkan pasien COVID-19 di rumah sakit.


Efikasi vaksin Sinovac di Indonesia berada di kisaran 65 persen dalam uji klinis di Bandung, menurutnya sudah sangat cukup untuk menurunkan tingkat keparahan penyakit hingga ke level ringan. Mereka yang sudah divaksin, meski masih bisa tertular, tidak perlu sampai menggunakan ventilator dan dirawat di ICU.


"Lagi-lagi, hidup bukan hanya tentang kita. Walau 65 persen, mudah-mudahan ke depannya saya bisa saja tak terinfeksi, tapi 35 persen saya masih bisa jadi OTG (Orang Tanpa Gejala)," tulisnya.


Selain itu, dr Falla juga mengingatkan meski telah divaksinasi, bukan berarti protokol kesehatan lantas ditinggalkan. Upaya pencegahan seperti 3M yakni mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker, tetap harus dilakukan.


"Intinya, vaksinasi COVID-19 ini adalah wujud tanggung jawab kemanusiaan. Sebuah gerakan untuk bahu membahu memulihkan Indonesia. Usaha kita bersama untuk membantu tenaga kesehatan, membantu rumah sakit, juga agar tidak lagi jatuh korban dan tangis nyeri kehilangan keluarga di tengah pandemi," pungkasnya.

https://indomovie28.net/movies/my-wifes-101st-marriage/


4 Fakta Uji Klinis di Balik Tertularnya 25 Relawan Vaksin Sinovac di Bandung


Tim uji klinis vaksin Sinovac di Bandung mengungkap ada 25 relawan atau partisipan yang terinfeksi COVID-19, 7 orang dari kelompok vaksin dan 18 dari kelompok plasebo atau obat kosong. Mengejutkan?

Nggak juga sih. Sejak awal para ilmuwan mengingatkan, tidak ada satupun produk vaksin COVID-19 yang akan membuat seseorang 100 persen kebal infeksi. Kemungkinan tertular akan tetap ada setelah disuntik vaksin, tetapi dampaknya akan lebih kecil dibanding tanpa vaksin.


Dalam berbagai uji klinis, selalu ada relawan yang tetap terinfeksi meski sudah disuntik vaksin COVID-19. Sebaliknya, pada kelompok plasebo yang mendapat 'obat kosong' juga tidak akan semuanya terinfeksi.


Sebagai gambaran, relawan uji klinis dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mendapatkan suntikan vaksin, dan satu kelompok lagi mendapat plasebo dan berfungsi sebagai kontrol atau pembanding.


Dari perbandingan jumlah relawan yang terinfeksi dari kelompok yang divaksin dengan kelompok yang mendapat plasebo inilah, para ilmuwan akan mendapat gambaran seberapa ampuh vaksin bekerja memberikan perlindungan terhadap infeksi.


Beberapa hal yang perlu diketahui tentang uji klinis vaksin dan kenapa relawan tetap bisa tertular, terangkum sebagai berikut.


1. Bagaimana data efikasi didapatkan?

Dalam uji klinis, efikasi tidak sama dengan efektivitas. Mudahnya, efikasi adalah gambaran seberapa efektif nantinya ketika vaksin digunakan dalam komunitas. Kenapa dibedakan? Karena kondisi dalam uji klinis relatif lebih terkontrol, tidak selalu sama persis dengan kondisi sesungguhnya di komunitas.


Nilai efikasi didapatkan dari perbandingan jumlah relawan yang tertular dari kelompok penerima vaksin, dengan jumlah relawan yang tertular dari kelompok plasebo. Rasio ini dikalkulasi dengan perhitungan tertentu, lalu nilainya dinyatakan dalam persen. Kalau tidak ada relawan yang terinfeksi sama sekali, bagaimana caranya mendapatkan nilai efikasi?

https://indomovie28.net/movies/inside-wives-affairs/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar