Senin, 25 November 2019

Polda Sulsel Larang Unjuk Rasa Hingga Pelantikan Presiden

 Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Mas Guntur Laupe mengatakan pihaknya bakal melarang unjuk rasa hingga pelantikan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden terpilih KH Ma'ruf Amin. Tujuannya, untuk menjaga situasi tetap kondusif.

"Diskresi kepolisian diambil dalam rangka menciptakan suasana aman dan kondusif pada saat pelantikan presiden dan wapres. Ini demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia," kata Guntur dalam keterangan tertulis, Selasa (15/10/2019).

Polda Sulsel tak akan memproses surat pemberitahuan kegiatan unjuk rasa pada Rabu (16/10) hingga Minggu (20/10). Guntur mengatakan jika ada unjuk rasa yang digelar maka itu akan dianggap ilegal dan ditindak tegas.

"Apabila ada yang mengajukan surat pemberitahuan unjuk rasa kami tidak akan berikan surat tanda penerimaan. Jika masih ada unjuk rasa besok, maka dipastikan itu ilegal dan akan ditindak tegas," ucap Guntur.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan pelarangan unjuk rasa juga dilakukan di daerah lain. Dia menyebut salah satu daerah yang melarang unjuk rasa jelang pelantikan presiden adalah DKI Jakarta.

"Di ibu kota juga dilarang unjuk rasa mulai hari ini oleh Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya," tutur Dicky. https://bit.ly/2DjhQrH

Bupati Luwu Timur Jemput Warganya yang Mengungsi dari Wamena di Makassar


Bupati Luwu Timur (Lutim), Sulsel, Muhammad Thoriq Husler datang ke Pelabuhan Soekarno-Hatta, Jl Nusantara, Makassar. Husler menjemput langsung sekitar 100 warga yang mengungsi dari Wamena, Papua.

Pantauan detikcom di lokasi, Husler yang ditemani sejumlah stafnya menunggu kedatangan warganya di pelabuhan sejak pukul 21.30 Wita, Senin (14/10/2019). Saat rombongan pengungsi tiba pada pukul 23.03 Wita, Husler langsung menyapa warganya.

Selanjutnya, para warga Lutim diarahkan ke area tersendiri di pelabuhan. Disediakan juga 3 bus untuk membawa mereka ke kampung halamannya.

"Di Wamena dan sekitarnya ada sekitar 400-an warga saya di sana. Saya memang minta pemerintah di sana untuk mendaftarkan warga saya sehingga kami bisa cek berapa yang sudah tiba dan berapa yang masih ada di sana," ujar Husler saat ditemui di sela-sela evakuasi warganya ke bus.

Husler mengatakan, pihaknya juga menyediakan fasilitas kesehatan berupa 1 unit ambulans lengkap dengan tenaga medis. Para petugas medis ini bertugas mengawal perjalanan rombongan ke Lutim yang memakan waktu sekitar 16 jam lamanya.

"Saya pikir kami sudah lengkap. Asupan kami sudah siapkan, konsumsinya, tenaga kesehatan, ambulans siap untuk mengawal dalam perjalanan," terangnya.

Setiba di Lutim, lanjut Husler, pihaknya menyiapkan prosedur yang memastikan warganya yang berstatus pelajar agar tetap bisa bersekolah.

"Kami jamin dia tetap sekolah, dia harus tetap sekolah. SD, SMP, SMA, begitu tiba, langsung kita suruh daftar di tempat terdekatnya," ujar dia.

"Kami juga menyediakan berbagai macam permainan, koordinasi dengan (pemerintah) tingkat desa, kecamatan, dan ormas terkait untuk bagaimana bisa menghilangkan trauma dari tempat asalnya di sana," sambung Husler.

Informasi sementara yang diterima detikcom di lokasi, malam ini sedikitnya terdapat 860 pengungsi Wamena yang tiba di Pelabuhan Makassar. Mereka akan melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah asal di Sulsel. https://bit.ly/2QLnxXp

Tidak ada komentar:

Posting Komentar