Sabtu, 04 Juli 2020

336 Orang Terinfeksi Corona di Kalbar, 20 Persennya Tenaga Medis

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji dalam siaran langsung bersama BNPB, Jumat (3/7/2020), mengatakan ada 336 orang yang terinfeksi virus Corona di wilayahnya. Sekitar 20 persen dari jumlah tersebut terdiri atas tenaga medis.
"Nah yang menarik di Kalbar ini adalah, dari 336 kasus 20 persennya perawat dan dokter," ujar Sutarmidji.

Menurut Sutarmidji masyarakat yang terpapar oleh virus Corona di Kalbar jika dilihat dari sisi ekonomi sebenarnya orang-orang yang seharusnya tidak terpapar.

"Bukan masyarakat biasa, bahkan ada pengusaha, anggota DPRD kemudian pegawai negeri. Malah masyarakat yang berkerumun itu tidak," katanya.

Sutarmidji terus mengupayakan menjaga zona-zona yang aman dari virus Corona agar tak terjadi penularan di area tersebut.

"Nah yang harus saya jaga sekarang ini, saya bukan bicara zona hijau, yang bahaya itu kalau zona hijau kemudian dia kembali jadi orange atau kuning, itu yang jadi masalah," kata Sutarmidji.

"Saat ini Kalbar tingkat kesembuhan di atas 82 persen, yang kita perlu jaga imunitas mereka dengan memberikan asupan makan yang sama seluruh Kalbar. Saya terus pantau terus setiap pagi rumah sakit menunya apa, supaya saya bisa kontrol," pungkasnya.

Viral, Jenazah Pasien Corona di India Dibuang ke Dalam Lubang

 Viral di media sosial, sebuah rekaman video yang menunjukkan diduga petugas kesehatan di India sedang membuang jenazah pasien Corona ke dalam lubang besar.
Dikutip dari Independent, di dalam video ada beberapa petugas dengan alat pelindung diri (APD) lengkap membuang kantong-kantong mayat ke dalam lubang. Diketahui kejadian tersebut berlokasi di distrik Ballari, negara bagian Karnataka, India.

Video tersebut viral di media sosial setelah dibagikan oleh anggota kongres Karnataka DK Shivakumar melalui akun twitter pribadi miliknya, Selasa (30/6/2020).

"Sangat mengganggu melihat tubuh pasien Corona yang telah meninggal dibuang secara tidak manusiawi ke dalam sebuah lubang di Ballari," tulis Shivakumar dalam tweetnya.

"Apakah ini beradab? Ini adalah cerminan bagaimana pemerintah menangani krisis Corona. Saya mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan segera dan memastikan bahwa ini tidak terjadi lagi," lanjutnya.

Pemerintah negara setempat telah mengonfirmasi kebenaran video tersebut. Mereka pun meminta maaf kepada keluarga dari pasien Corona yang tidak diperlakukan secara manusiawi.

"Kami telah mengeluarkan surat permintaan maaf tanpa syarat kepada keluarga korban. Kami sangat tersinggung dengan ini dan kami sangat menyesal. Kami mengutuk cara jenazah diperlakukan seperti itu. Mereka seharusnya diperlakukan lebih manusiawi," ujar pejabat senior distrik SS Nakula, dikutip BBC Hindi.

Peneliti Klaim Vaksin COVID-19 Bisa Hasilkan Kekebalan Bertahun-tahun

Peneliti vaksin virus Corona COVID-19 mengatakan kemungkinan kekebalan yang dihasilkan vaksin Corona nantinya bisa bertahan hingga beberapa tahun.
"Vaksin punya cara yang berbeda untuk berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh. Kami pun mengikuti orang-orang yang terlibat dalam studi kami menggunakan jenis teknologi yang sama untuk membuat vaksin selama bertahun-tahun, dan respon imun yang terlihat masih kuat," kata Profesor Gilbert, yang dikutip dari Daily Star, Jumat (3/7/2020).

"Hal ini masih harus terus diuji sampai kami mendapat data yang benar. Tetapi, kami optimis bisa mendapatkan durasi kekebalan yang bagus berdasarkan penelitian sebelumnya, setidaknya untuk beberapa tahun," lanjutnya.

Profesor Gilbert mengatakan kekebalan yang didapat dari vaksin ini mungkin akan jauh lebih baik, dibandingkan imunitas yang didapatkan secara alami oleh tubuh. Ia pun berharap vaksin ini bisa segera tersedia dan menyelamatkan masyarakat di Inggris

Ketua gugus tugas vaksin di Inggris, Kate Bingham, juga berharap vaksin tersebut bisa tersedia di awal tahun depan. Ia pun menambahkan mungkin vaksin Oxford menjadi salah satu vaksin dengan hasil yang efektif.
https://indomovie28.net/a-bad-mother-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar