Sabtu, 18 Juli 2020

Kejar Waktu, Perusahaan China Uji Vaksin Corona ke Karyawan Sendiri

Perusahaan-perusahaan China tampaknya amat berambisi merampungkan vaksin Corona. Bahkan para pegawainya sendiri dan bosnya pun menjadi sasaran eksperimen sebelum diberikan pada relawan di luar perusahaan.
Salah satunya adalah perusahaan SinoPharm. Yang Xiaoming selaku presiden Sinopharm menyatakan lebih dari seribu pegawai di grup perusahaannya sudah diinjeksi vaksin secara sukarela dan diklaim hasilnya menjanjikan.

"Vaksin yang kami kembangkan bisa menghadapi seluruh strain coronavirus yang saat ini terdeteksi," klaim Yang, dikutip detikINET dari Global Times. Ia berani memperkirakan vaksin akan tersedia sekitar akhir tahun ini atau awal 2021.

Praktik seperti itu tidak mengagetkan di China. "Gagasan bahwa orang-orang mau mengorbankan dirinya memang diharapkan di China," kata Yanzhong Huang, pakar kesehatan di Council on Foreign Relations.

Namun demikian, ada kemungkinan bahwa karena para bos disuntik vaksin Corona, maka pegawai mungkin terpaksa ikut serta. Jika demikian, hal itu berpotensi melanggar prinsip sukarela yang merupakan etika medis modern.

Bagaimanapun, China memang berusaha ngebut membuat vaksin Corona. Pada Juni silam, pemerintah China juga mengeluarkan izin khusus agar tentara diinjeksi vaksin eksperimen yang dibuat oleh CanSino Biologics.

"Menciptakan vaksin COVID-19 adalah cawan suci. Kompetisi politis untuk menjadi yang pertama tidak kalah dari perlombaan antara Amerika Serikat dan Rusia dahulu untuk mencapai Bulan," ujar Lawrence Gostin, akademisi di Georgetown University.

Sejauh ini, China bersaing dengan Amerika Serikat untuk menjadi pionir vaksin Corona. Lawan sepadan lain yang punya kandidat vaksin menjanjikan adalah Inggris.

Akan tetapi Yang membantah bahwa ada perlombaan dengan AS melainkan komitmen China untuk membuat vaksin Corona tersedia untuk masyarakat internasional dan diharapkan harganya murah. "Kita berlomba melawan virus Corona, bukan dengan AS," tandasnya.

Twitter: Ada 130 Akun Terkenal Jadi Korban Peretasan

 Twitter merilis beberapa informasi tambahan mengenai peretasan besar yang membuat heboh Kamis (16/7) kemarin. Salah satunya adalah jumlah akun yang menjadi korban peretasan.
Akun yang diretas itu dipakai untuk memposting kicauan berisi aksi penipuan melalui Bitcoin. Menurut Twitter ada 130 akun tokoh terkenal yang dibajak dalam peretasan tersebut, demikian dikutip detikINET dari Digital Trends, Jumat (17/7/2020).

"Dari apa yang kami tahu saat ini, kami percaya sekitar 130 akun menjadi target dari pelaku dan beberapa di antara menjadi bagian dari insiden tersebut. Ada sebagian kecil akun yang bisa diambil alih dan pelaku mengirimkan kicauan dari akun tersebut," tulis Twitter Support lewat akun resminya.

Lalu Twitter pun mengaku sudah bekerja sama dengan para pemilik akun yang menjadi korban untuk mengetahui apakah ada data rahasia yang dicuri oleh pelaku.

Mereka pun mengklaim sudah mengambil langkah agresif untuk mengamankan sistemnya sembari menyelidiki insiden tersebut.

"Kami dalam proses untuk mempertimbangkan langkah jangka panjang yang mungkin diambil dari akan membagikan informasi lebih lanjut secepatnya," tambahnya.

Ada banyak nama besar yang akun Twitternya dibajak dan dipakai untuk menyebarkan scam bitcoin. Sebut saja mantan presiden AS Barack Obama, bakal calon presiden dari Partai Demokrat AS Joe Biden, Bill Gates, Elon Musk, Jeff Bezos, Kanye West, dan juga mantan gubernur New York City Michael Bloomberg.
https://indomovie28.net/nande-koko-ni-sensei-ga-episode-3/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar