Sebuah foto yang diambil di alam liar membuat netizen pusing tujuh keliling. Foto dua zebra ini menimbulkan ilusi optik dan membingungkan siapa pun yang melihatnya hingga jadi viral.
Sarosh Lodhi adalah fotografer asal India di balik gambar zebra yang viral di Twitter tersebut. Saat berkunjung ke Kenya, dia menyempatkan memotret beberapa hewan liar seperti singa, macan, cheetah, zebra hingga gajah.
Jepretan sepasang zebra lah yang kemudian menarik perhatian netizen. Teman Sarosh, Parveen Kaswan, mengunggah foto dua zebra tersebut ke Twitter dan memberi tantangan pada netizen. Zebra manakah yang menoleh ke depan kamera?
"Coba kita lihat siapa yang bisa tebak zebra mana yang berada di depan. Dijepret dan ditanyakan oleh teman saya @saroshlodhi," tulisnya di akun Twitter dengan 180 ribu follower pada Minggu (8/7/2020).
Netizen pun langsung ramai berdebat untuk mencari jawaban yang benar. Sejak diunggah, postingan Parveen sudah mengundang 1000 komentar, lebih dari 500 retweet dan like ribuan kali.
Lantas apa kata netizen?
"Yang sebelah kiri, melihat dari lekukan lehernya (mungkin karena kepalanya miring ke kanan). Sementara yang kanan tidak punya lekukan di leher sehingga terlihat wajahnya tertutup di belakang zebra yang kiri."
"Melihat dari telinganya cuma zebra kiri yang berdiri dengan kedua telinganya (terlihat) di angle ini - sementara zebra kanan sepertinya tidak mungkin memutar telinganya seperti di dalam gambar jadi jawaban yang benar adalah zebra yang kanan."
"Susah ya jawabnya ketika zebra ini berpapasan."
"Sepertinya kepala zebra yang ketiga yang ada di tengah-tengah."
Kalau menurut kamu zebra sebelah mana yang menghadap ke depan kamera? Jika bingung, sang fotografer, Sarosh, punya jawabannya.
Seperti dikutip dari Mirror, Sarosh mengatakan zebra yang wajahnya melihat ke kamera adalah zebra sebelah kiri dari gambar.
Ini Beda Cara Kerja Baby Boomers, Gen X, Millennial, Sampai Gen Z
Dalam sebuah perusahaan besar umumnya terdapat empat generasi yang saling berkolaborasi, yakni baby boomers, gen X, millennial, dan gen Z. Jika diperhatikan, keempat golongan orang berdasarkan era kelahiran tersebut punya cara kerja dan pola pikir yang khas bahkan bisa bertolak belakang. Untuk membangun hubungan dan bekerja sama lebih baik dengan sesama rekan, yuk kenali perbedaan empat generasi dalam perusahaan saat bekerja.
Baby Boomers (1946-1964)
5% baby boomers umumnya hadir di suatu perusahaan sebagai direktur atau anggota dewan. Mereka memang dikenal lebih kuno atau kolot dalam bekerja atau membuat aturan karena dipengaruhi didikan orangtua traditionalist yang bekerja setelah zaman perang.
Dalam paparan Becky Tumewu dan Erwin Parengkuan mengenai buku terbaru mereka, Generation Gap(less) Seni Menjalin Relasi Antargenerasi, boomers pun dikatakan sering ikut campur dengan pekerjaan bawahannya. Meski begitu, para baby boomers yang akan memasuki masa pensiunnya ini dikenal optimis, teratur, dan pekerja keras.
"Biasanya para baby boomers minta diaturkan schedule oleh sekretaris, mereka akan mengikut schedule itu. Bedanya dengan traditionalist mereka masih punya sedikit waktu untuk keluarga," kata Erwin.
Generasi X (1965-1980)
Berdasarkan data yang dikumpulkan Becky dan Erwin umumnya sebanyak 25% generasi X menempati posisi manajer senior di perusahaan. Mereka pun punya cara kerja yang berbeda dibanding baby boomers. Gen X cenderung lebih santai karena mereka sudah jenuh dengan aturan-aturan kuno para baby boomers atau orangtua mereka.
Beda dengan boomers yang optimis, golongan orang ini dikatakan lebih skeptis yang memunculkan keinginan untuk mendobrak. Umumnya mereka punya banyak keraguan yang membuat mereka berpikir ulang akan banyak hal. Hal itu mempengaruhi cara kerjanya.
"Kalau generasi X mereka yang mengatur schedule. Mereka juga mulai mempertimbangkan harus punya waktu untuk keluarga karena mereka mengalami bapak mereka nggak pulang karena usaha keras," tambah para pengajar dari sekolah public speaking TALKinc tersebut.
Millennial (1981-1996)
Millennial menempati posisi terbanyak dalam sebuah perusahaan, jumlahnya bisa mencapai 60-70%. Generasi paling kompleksi ini dikatakan punya perbedaan paling signifikan karena mereka memang mengalami pergeseran nilai paling ekstrem. Cara dan pola pikir millennial dalam bekerja pun sangat berbeda karena mereka mengutamakan efisiensi dan jaminan. Bukan rahasia lagi jika millennial juga suka mencampurkan antara main dan kerja.
https://indomovie28.net/director/juzo-itami/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar