Pemberitaan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta disebut membuat sebagian orang malah sengaja kumpul-kumpul. Namun, hal ini ternyata tak sepenuhnya benar karena ternyata sebagian warga sudah biasa berkumpul di akhir pekan.
Berikut pantauan detikcom di salah satu mal kawasan Jakarta Barat:
K, seorang pemuda yang tengah mengunjungi mal mengatakan bahwa dirinya biasa melakukan kumpul-kumpul setiap akhir pekan. Ia menilai berkumpul di masa pandemi virus Corona COVID-19 bukan masalah besar asal menerapkan protokol kesehatan.
"Nggak karena perpisahan juga sih, sebenarnya kita setiap minggu emang kumpul-kumpul di mall," ujar K pada detikcom saat ditemui di lokasi pada Sabtu (12/9/2020).
Pengunjung mal lainnya, A, mengaku kemungkinan akan tetap berkumpul dengan kerabat bila PSBB jadi diterapkan. Hanya saja tempatnya akan menyesuaikan.
"Kalo PSBB nanti sih, ga tahu ya (kumpul atau tidak). Tapi kayaknya iya deh.. kumpul di rumah teman saja," ujar A yang sedang makan di salah satu restoran mal.
Sementara pasangan L dan R juga mengatakan bahwa ketika PSBB nanti, mereka akan tetap berusaha untuk kumpul-kumpul.
"Karena bakal banyak tempat yang tutup, palingan kita kumpul di cafe punya temen kita aja sih," pungkas L.
Data Ketersediaan Tempat Tidur RS Rujukan Corona di DIY Per 12 September
Melonjaknya kasus positif COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih dapat ditampung oleh rumah sakit rujukan. Mengingat kebanyakan pasien positif COVID-19 di DIY adalah OTG dan tidak wajib dirawat di Rumah Sakit.
"Penggunaan tempat tidur (TT) RS rujukan COVID-19 di DIY hari Sabtu (12/9/2020), untuk TT critical ketersediaan ada 48 dan penggunaan 21. Sehingga saat ini sisa 27 TT," kata Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih Berty melalui keterangan tertulis kepada detikcom, Sabtu (12/9/2020).
Sedangkan jumlah tempat non-critical juga masih tersedia. Bahkan, Berty menyebut hingga hari ini jumlahnya masih mencapai ratusan tempat tidur.
"Untuk tempat tidur yang non-critical, ketersediaan ada 358 tempat tidur, penggunaan 219 tempat tidur. Sehingga sisanya 139 tempat tidur," ucapnya.
Masih banyaknya ketersediaan tempat tidur itu menurut Berty karena sebagian besar pasien positif COVID-19 di DIY berstatus sebagai orang tanpa gejala (OTG).
"(Persentase OTG -red) sekitar 70 persen," ujarnya saat dihubungi detikcom, Sabtu (12/9/2020).
Perlu diketahui, selama tiga hari terakhir jumlah kasus baru positif COVID-19 di DIY mencapai 149 orang. Sedangkan hari ini jumlah kasus baru positif COVID-19 ada 43 sehingga total kasus positif Corona di DIY menjadi 1.787 kasus.
Berikut Kapasitas Tempat Tidur untuk pasien positif COVID-19 Non-critical di RS Rujukan SK Menkes dan SK Gubernur DIY:
Kapasitas Tempat Tidur untuk Pasien COVID-19 kategori critical di RS Rujukan SK Menkes dan SK Gubernur DIY
1. RSUP Dr. Sardjito 20 tempat tidur
2. RSUD Panembahan Senopati 6 tempat tidur
3. RS UGM 4 tempat tidur
4. RS Panti Rapih 3 tempat tidur
5. RS JIH 1 tempat tidur
6. RS PKU Muhammadiyah 1 tempat tidur
7. RS Siloam 1 tempat tidur
8. RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta (internal) 1 tempat tidur
9. RS Bethesda 2 tempat tidur
10. RSUD Prambanan 1 tempat tidur
11. RSU PKU Muhammadiyah Gamping 1 tempat tidur
12. RSUD Sleman 1 tempat tidur
13. RSUD Kota Yogyakarta 1 tempat tidur
14. RSU Dr. Soetarto 'DKT' 2 tempat tidur
15. RSUD Wates 3 tempat tidurhttps://indomovie28.net/dont-go-breaking-my-heart/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar