Sabtu, 16 Januari 2021

Bos Twitter: Penangguhan Akun Donald Trump Sudah Tepat

 CEO Twitter Jack Dorsey akhirnya buka suara setelah platform ciptaannya menangguhkan akun milik Presiden Donald Trump secara permanen. Dorsey mengatakan hal itu merupakan kebijakan yang tepat tapi menciptakan preseden yang berbahaya.

Dalam serangkaian cuitan di Twitter, Dorsey mengatakan perusahaannya memutuskan untuk mencekal Trump setelah mempertimbangkan ancaman keselamatan di dalam dan luar Twitter.


"Saya tidak merayakan atau merasa bangga karena harus melarang @realDonaldTrump dari Twitter, atau bagaimana kita sampai di sini," tulis Dorsey dalam cuitannya, seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (15/1/2021).


Dorsey menambahkan penangguhan akun Trump merupakan tanda kegagalan Twitter dalam menjaga percakapan yang sehat di media sosial. Ia pun mengaku kebijakan ini bisa memecah percakapan publik.Pencekalan akun Twitter Trump juga disebut Dorsey memiliki dampak yang sangat nyata dan signifikan, apalagi pencekalan ini dilakukan oleh banyak platform besar dalam waktu yang bersamaan.


Dorsey mengatakan pencekalan massal ini menentang gagasan bahwa jika seseorang tidak menyukai aturan Twitter, mereka bisa pergi ke platform lain. Meski Trump masih memiliki platform lain seperti televisi, Dorsey khawatir ini akan mengikis internet yang global dan terbuka.


"Momen seperti ini mungkin membutuhkan dinamika seperti ini, tapi untuk jangka panjang ini akan menjadi destruktif untuk tujuan mulia dan ideal internet yang terbuka," tulis Dorsey.


"Perusahaan membuat kebijakan bisnis untuk memoderasi dirinya berbeda dengan pemerintah menghilangkan akses, tapi bisa terasa serupa," sambungnya.


Untuk meningkatkan transparansi soal moderasi di media sosial, Dorsey mengusulkan dibentuknya standar desentralisasi terbuka untuk media sosial. Ia mengacu pada proyek Bluesky yang didanai Twitter pada tahun 2019.


Dorsey tidak menjelaskan bagaimana model ini bisa mengatasi masalah moderasi di media sosial atau menciptakan percakapan yang sehat. Pria yang juga menjabat sebagai CEO Square ini mengatakan proyek tersebut masih dalam tahap awal dan sedang dalam proses mencari pegawai baru.


Seperti diketahui, akun Twitter Donald Trump ditangguhkan selama 12 jam setelah kerusuhan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari lalu. Sebelum akunnya dicekal, Trump sempat mengunggah beberapa cuitan yang dianggap memperkeruh suasana.


Pada 8 Januari, akun Trump kemudian dicekal secara permanen oleh Twitter. Dalam penjelasannya, Twitter beralasan cuitan dari Trump bisa diartikan sebagai dorongan untuk mengulang aksi rusuh di Gedung Capitol AS.

https://kamumovie28.com/movies/the-bachelor-party/


Bos Signal Bingung Baca Aturan Privasi Baru WhatsApp


Bos Signal, Brian Acton, makin sering muncul berkenaan dengan naiknya popularitas Signal di tengah kontroversi yang menyelimuti kebijakan privasi baru WhatsApp. Acton yang dulu mendirikan WhatsApp bersama Jan Koum ini pun menilai aturan baru itu amat membingungkan.

"Setelah membaca kebijakan privasi (WhatsApp), saya menganggapnya sangat membingungkan dan sulit diikuti. Dengan update ini, ada premis data Anda dibagikan kembali ke Facebook sehingga mereka bisa meningkatkan kapabilitas untuk mengincar konsumen," kata Acton.


Ia pun membahas bagaimana download Signal telah mencapai rekor, sesuatu yang dibenarkan oleh beberapa perusahaan riset. Keamanan dan privasi pengguna pun menurutnya merupakan prioritas.


"Sebagai kebijakan perusahaan, kami tak membuka angka download. Tapi, kami melihat rekor angka pertumbuhan minggu ke belakang. Signal memuncaki ranking di App Store di lebih dari 70 negara dan di Play Store di lebih dari 35 negara," klaim Brian.


"Kami tak ingin tahu apapun. Tidak pada siapa Anda bicara, berapa banyak pesan yang Anda kirim, bahkan seperti apa foto profil Anda. Data Anda adalah untuk Anda sendiri," cetusnya lagi seperti dikutip detikINET dari Business Standard.


Pihak WhatsApp mungkin kurang mengantisipasi bahwa kebijakan privasi barunya menuai kontroversi dan membuat pesaing seperti Signal dan Telegram bertambah populer. Sampai-sampai bos WhatsApp sampai Instagram yang berada di bawah Facebook turun gunung memberi penjelasan.


WhatsApp menjelaskan bahwa perubahan aturan privasi tidak berdampak pada privasi chat user yang tetap hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima pesan. Head of Instagram, Adam Mosseri, menyatakan ada banyak informasi tidak benar soal kebijakan baru WhatsApp.

https://kamumovie28.com/movies/bachelor-party/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar