Selasa, 12 Januari 2021

Disinggung dalam Pemberian EUA Vaksin Sinovac, Apa Itu Efikasi Vaksin?

 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis laporan sementara uji klinis atau data interim fase 3 vaksin COVID-19 Sinovac. Dalam paparannya, efikasi vaksin Sinovac sebesar 65,3 persen.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan efikasi vaksin adalah sebuah perhitungan yang digunakan untuk menunjukkan efektivitas. Termasuk juga dengan berapa yang terinfeksi dan sudah divaksin dan hasilnya akan dibandingkan dengan mereka yang terinfeksi tetapi hanya mendapat plasebo.


"Efikasi adalah estimasi bagaimana nanti efektivitasnya (vaksin). Di atas 50 persen itu sudah ada jaminan, ada harapan vaksin akan menurunkan kejadian penyakit," kata Penny dalam konferensi pers daring, Senin (11/1/2021).


Efikasi vaksin kerap disebut sebagai parameter kualitas vaksin. Selain efikasi, otoritas juga akan mengukur efektivitas vaksin.


Apa sih efikasi vaksin?


Efikasi vaksin adalah persentase penurunan suatu penyakit pada sekelompok orang yang menerima vaksinasi dalam uji klinis. Efikasi berbeda dari keefektifan vaksin, yang mengukur seberapa baik vaksin bekerja ketika diberikan kepada orang-orang di komunitas di luar uji klinis.


Hanya saja efikasi hanya memberikan informasi tentang seberapa baik suatu vaksin bekerja dalam kondisi uji klinis. Para ilmuwan biasanya mendasarkannya pada faktor-faktor yang dapat mereka ukur, seperti jumlah kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di laboratorium.


Efikasi vaksin berbeda dari efektivitas. efektivitas vaksin adalah persentase kemampuan vaksin mencegah penyakit dan menekan penularan pada individu, pada lingkup masyarakat luas yang heterogen. Efektivitas dihitung ketika vaksin sudah diedarkan dan digunakan oleh masyarakat.

https://nonton08.com/movies/london-love-story-2/


WHO Diberi Informasi Terkait Varian Baru Corona di Jepang, Lebih Menular?


 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Senin (12/1/2021) telah diberitahu oleh Jepang tentang varian baru virus Corona yang ditemukan di sana.

Kementerian kesehatan Jepang mengatakan pada hari Minggu (11/1/2021) bahwa mereka telah mendeteksi varian virus Corona baru pada empat pelancong dari negara bagian Amazonas Brasil.


Varian tersebut menampilkan 12 mutasi, termasuk satu yang juga ditemukan pada varian infeksi tinggi yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.


Sebelumnya, Kepala Institut Penyakit Menular Nasional Jepang, Takaji Wakita mengatakan, jika varian baru ini berbeda dengan yang sebelumnya telah ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.


"Saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan varian baru yang ditemukan pada mereka yang berasal dari Brasil memiliki tingkat penularan yang tinggi," ujar Wakita dalam konferensi pers seperti dikutip dari laman Reuters.


Dari empat pelancong yang tiba di bandara Haneda Tokyo pada 2 Januari lalu, seorang pria berusia empat puluhan mengalami masalah pernapasan sementara seorang wanita berusia tiga puluhan mengalami sakit kepala dan sakit tenggorokan.


Lalu seorang pria remaja mengalami demam, sementara seorang wanita remaja tidak menunjukkan gejala.


Setelah melihat peningkatan kasus Corona Jepang mengumumkan keadaan darurat untuk Tokyo dan tiga prefektur yang bertetangga dengan ibu kota tersebut pada hari Kamis lalu.

https://nonton08.com/movies/london-love-story-3/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar