Senin, 11 Januari 2021

Ngeri, Telegram Pajang Meme Peti Mati WhatsApp

 Telegram dan pendirinya, Pavel Durov, agaknya memanfaatkan betul momentum WhatsApp sedang bikin cemas lantaran meminta pengguna setuju berbagi data dengan Facebook. Bahkan di Twitter, Telegram memajang meme peti mati WhatsApp.

Tampak dalam meme itu para pembawa peti mati di Ghana yang suka joget. Nah, peti matinya bertuliskan kebijakan privasi baru WhatsApp di mana pengguna harus setuju kalau tetap ingin melanjutkan pemakaian WhatsApp.


Netizen pun ramai menanggapinya dan Telegram rajin membalasnya. Misalnya ada yang bertanya bagaimana jika sudah terlanjur setuju dengan kebijakan baru WhatsApp?


"Uninstal saja dan move on. Hal ini seperti mantan Anda, jika tidak cukup baik buat Anda, maka Anda berhak dengan yang lebih baik," cetus Telegram.


Tentulah meme itu sebagai sindiran sekaligus ancaman Telegram pada WhatsApp yang tengah jadi sorotan. Adapun jenis informasi yang akan dibagikan WhatsApp ke Facebook antara lain nomor telepon, nama profil, foto profil, data transaksi, informasi terkait layanan, informasi perangkat mobile, alamat IP dan informasi lainnya.


Pendiri Telegram, Pavel Durov, pun angkat bicara. "Jutaan orang marah dengan kebijakan baru WhatsApp, yang sekarang mengharuskan pengguna memasukkan semua data pribadi mereka ke mesin iklan Facebook," sebutnya.


"Tidak mengherankan jika banyak pengguna beralih dari WhatsApp ke Telegram, yang sudah berlangsung beberapa tahun, semakin cepat," klaim Pavel.


Adapun WhatsApp telah memberi penjelasan terkait kebijakan privasi barunya tersebut. Dalam keterangan yang diterima detikINET, pihak WhatsApp mengatakan kebijakan berbagi data dengan Facebook sebenarnya telah berlaku sejak tahun 2016.


"Sejak 2016, WhatsApp telah membagikan sejumlah data terbatas dengan Facebook di ranah backend, khususnya untuk kebutuhan infrastruktur. Tidak ada perubahan baru di update kebijakan ini," ucap WhatsApp.


Untuk update kebijakan privasi ini lebih fokus pada perpesanan dengan akun bisnis. WhatsApp mengatakan bisnis sekarang bisa menggunakan layanan hosting Facebook untuk menyimpan chat WhatsApp mereka. Artinya percakapan pengguna dengan bisnis tersebut bisa disimpan di server Facebook.


"Semua percakapan ini masih akan terenkripsi end-to-end. WhatsApp maupun Facebook tidak bisa mengaksesnya," jelas WhatsApp. Tapi Telegram terus menggunakan kesempatan ini untuk menekan pesaingnya itu.

https://tendabiru21.net/movies/kamen-rider-build-the-movie-be-the-one/


Doakan Sriwijaya Air SJ-182, Ridwan Kamil Singgung Parasut Pesawat


- Ridwan Kamil, Gubenur Jawa Barat, mengungkapkan rasa belasungkawa kepada korban Sriwijaya Air SJ-182. Ia pun menyinggung soal konsep teknologi keamanan yakni parasut pesawat untuk upaya penyelamatan penumpang.

"Turut berduka cita mendalam untuk mereka yang berpulang dalam musibah jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182. Semoga yang berpulang husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan ditabahkan dan dikuatkan. Semoga kita semua juga, Allah lindungi dari bencana dan marabahaya. Aamiin," tulis Ridwan Kamil yang disambut lebih dari 137 ribu likes.


"Di slide 2 ada konsep teknologi penyelamatan penumpang pesawat. Semoga suatu hari teknologi ini bisa mewujud," sambung Ridwan Kamil.


Usut punya usut, teknologi yang sedang cukup viral ini adalah rancangan dari seorang engineer bernama Vladmir Tatarenko asal Ukraina. Pesawat yang dirancangnya memiliki kapsul yang terdapat di dalam badan pesawat. Kapsul ini dapat dikeluarkan dalam hitungan detik dan mengevakuasi penumpang.


Pada tahun 2013, Tatarenko membuat visualisasi video tentang cara kerja penemuannya dan diposting di YouTube.


Bagi kamu yang bertanya bagaimana pilot dan co-pilot bisa selamat jika badan pesawat terlepas begitu saja, Tatarenko menjelaskan jawabannya. Menurutnya, mereka harus pindah dari kokpit ke kompartemen penumpang sebelum kapsul dikeluarkan, bersama dengan kru lainnya.


Kelemahan utama dari penemuan ini adalah, rancangan tersebut hanya dapat digunakan dengan pesawat yang memiliki pintu belakang, seperti beberapa pesawat Antonov Ukraina. Sedangkan pesawat lain akan membutuhkan renovasi besar-besaran pada bagian ekornya untuk membenamkan sistem parasut pesawat.


Jadi apakah teknologi semacam ini, yang berpotensi menyelamatkan penumpang saat terjadi kecelakaan pesawat, bisa menjadi kenyataan? Kita lihat saja perkembangannya.

https://tendabiru21.net/movies/kamen-rider-heisei-generations-final-build-ex-aid-with-legend-riders/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar