Kasus pasien COVID-19 yang sembuh di Indonesia pada hari Minggu (17/1/2021), ada 9.102 orang. Ini menjadi rekor baru kasus sembuh harian yang membuat total pasien sembuh di Indonesia sudah mencapai 736.460 orang atau sekitar 81,1 persen dari total kasus terkonfirmasi.
DKI menyumbang kasus sembuh paling banyak yakni 3.775 pasien, disusul Jawa Barat dengan 1.582 pasien. Jawa Timur ada di urutan ketiga dengan 985 pasien.
Peningkatan angka kesembuhan ini berbanding lurus dengan penambahan kasus yang juga semakin tinggi. Beberapa hari belakangan kasus baru COVID-19 bertambah lebih dari 10.000 setiap hari, membuat kasus aktif meningkat dan rumah sakit semakin penuh terisi.
Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, terang-terangan mengakui bila kondisi ini berlanjut maka sistem kesehatan Indonesia terancam lumpuh.
"Apabila angka ini terus meningkat dan menyebabkan rumah sakit penuh, maka sangat berpotensi menaikkan angka kematian akibat COVID-19. Sistem kesehatan kita akan lumpuh. Tidak merugikan penderita COVID-19 semata, namun juga masyarakat umum yang membutuhkan perawatan akibat penyakit lain... utamanya mereka yang membutuhkan pelayanan kesehatan esensial," kata Wiku beberapa waktu lalu.
Hingga hari Minggu (17/1/2021), total kasus positif Corona di Indonesia sudah mencapai 907.929. Dari jumlah tersebut sebanyak 736.460 orang berhasil sembuh sementara 25.987 orang lainnya meninggal dunia.
Berikut detail perkembangan Corona hari ini:
Kasus positif bertambah 11.287 menjadi 907.929
Pasien sembuh bertambah 9.102 menjadi 736.460
Pasien meninggal bertambah 220 menjadi 25.987
https://trimay98.com/movies/pandemic/
Beragam Cara Unik Mendeteksi Corona, Pakai Ludah hingga Bau Ketiak
Gold standard tes COVID-19 saat ini adalah tes PCR (Polymerase Chain Reaction) yang sampelnya diambil lewat swab atau usapan lendir pernapasan di hidung dan tenggorokan. Metode lain juga terus dikembangkan, mulai dari pemeriksaan sampel air ludah hingga bau ketiak.
Serius! Tes untuk mendeteksi virus Corona melalui bau keringat ketiak baru-baru diperkenalkan oleh para ilmuwan dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dengan nama "i-nose c-19". Diklaim sebagai alat screening COVID-19 pertama yang menggunakan sampel bau ketiak.
Cara kerjanya adalah dengan mendeteksi bau keringat di ketiak atau axillary sweat odor, yang lalu diproses dengan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Mirip-mirip dengan GeNose, alat screening COVID-19 yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelumnya.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa metode screening COVID-19 yang pernah dikembangkan.
1. Tes saliva
Saliva atau air ludah juga bisa digunakan untuk mendeteksi COVID-19, berbagai metode berbasis saliva sudah banyak dikembangkan untuk mendeteksi enzim tertentu. Dibanding tes swab, keunggulannya jelas lebih nyaman karena pasien tinggal meludah tanpa harus dikorek hidung dan tenggorokannya.
2. Tes bau ketiak
Dikembangkan oleh Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc, guru besar Teknik Informatika ITS, tes ini mendeteksi COVID-19 dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI). Alatnya diberi nama i-nose c-19.
3. Tes hembusan napas
Serupa dengan i-nose c-19, tes COVID-19 dengan hembusan napas juga memakai teknologi AI untuk mendeteksi volatile organic compound (VOC) atau senyawa tertentu yang khas ditemui pada napas pengidap COVID-19. Tes berbasis hembusan napas dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan alat yang dinamakan GeNose C-19.
4. Tes darah
Tes ini pasti sudah tidak asing, dikenal dengan istilah rapid test antibodi atau serologi. Sesuai namanya, tes ini mendeteksi antibodi dalam darah, yang menandakan adanya respons sistem imun. Fungsinya mendeteksi riwayat paparan, bukan mendeteksi virusnya secara langsung. Kelebihannya adalah hasilnya bisa didapatkan dalam waktu relatif cepat yakni sekitar 15 menit.
5. Tes swab
Setidaknya ada dua macam tes yang menggunakan swab atau usapan lendir pernapasan di area nasofaring, yakni rapid test antigen dan RT-PCR (reverse-transcriptase polymerase chain reaction). Tes berbasis swab diyakini lebih akurat karena mendeteksi material virusnya secara langsung.
https://trimay98.com/movies/king-arthur-legend-of-the-sword/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar