Jack Ma memang banyak jasanya bagi perkembangan ekonomi China dan juga menjadi wajah negara itu lantaran kharisma dan jago berbicara. Namun demikian, terindikasi pemerintah China sudah cukup lama was-was dengan sepak terjang sang pendiri Alibaba.
Sebuah artikel yang dipublikasikan media corong pemerintah China, People's Daily, pada sekitar setahun silam jadi perbincangan hangat di media sosial. Artikel opini itu diterbitkan beberapa hari setelah Jack Ma pensiun dari Alibaba pada 10 September 2019.
Pada intinya, People's Daily mengkritik status Jack Ma seakan adalah idola besar dan banyak jasanya seorang diri. "Tidak ada era yang disebut sebagai era Jack Ma, hanya era di mana ada Jack Ma," tulis People's Daily ketika itu.
"Tak ada keraguan bahwa Alibaba perusahaan sukses, juga tak bisa dibantah pengaruh Jack Ma pada Alibaba. Tapi, memberikan kredit pada sukses perusahaan hanya pada pemimpinnya sangat tidak realistis," tambah media itu.
Dituliskan bahwa entrepreneur sukses dan perusahaan yang berhasil bergantung pada latar belakang zaman di mana mereka dapat berkembang. People's Daily menyebut bahwa kondisi ekonomi yang diciptakan oleh pemerintah China-lah yang membuat perusahaan jadi sukses, sehingga bukan hanya faktor individu.
"Bibit hanya bisa tumbuh menjadi pohon yang tinggi di tanah dan kondisi iklim yang cocok. Tidak ada era yang disebut sebagai era Jack Ma, hanya era di mana ada Jack Ma. Hanya individu yang berhasil memanfaatkan peluang di zamannya bisa mencapai potensi mereka. Bisa Jack Ma, Piny Ma, Elon Musk, kita sebagai rakyat biasa, tidak ada perkecualian," tulis People's Daily.
Sekitar setahun kemudian, Jack Ma yang terus diidolakan dan nyaris tanpa gangguan berbicara mengkritik pemerintah China soal regulasi keuangan yang telah usang. Mungkin karena sudah lama gerah, pemerintah China jadi marah dan menjegal Jack Ma serta perusahaannya.
"Beijing dengan jelas menyatakan perusahaan seperti Alibaba telah tumbuh terlalu besar untuk tetap diizinkan mengembangkan power ekonominya dan karakter seperti Ma harus dikendalikan," ucap mantan eksekutif Huawei, William Plummer. Jack Ma pun kena batunya sekarang.
https://kamumovie28.com/movies/taboo-forbidden-love/
Tokopedia Masuk 10 Perusahaan Ritel Teratas di Asia Tenggara
Tokopedia masuk dalam jajaran 10 perusahaan ritel teratas di Asia Tenggara. e-Commerce dari Indonesia ini mengungguli SM Retail, perusahaan konglomerat SM Investment Corporation dari Filipina hingga Central Group, konglomerasi ritel terbesar di Thailand.
Dalam laporan 'Top 100 Retail Retails in Southeast Asia' yang dirilis firma riset global Euromonitor International pada Mei 2020 itu, Tokopedia berada di urutan ke 3 di kategori 'Top 50 Companies within Retailing in South-East Asia' pada tahun 2019.
Tokopedia yang naik peringkat disebut mampu mendorong penjualan dan membangun keterlibatan pelanggan. Salah satunya, dengan memanfaatkan konektivitas digital dan penetrasi seluler di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, e-Commerce yang identik dengan warna hijau itu juga memperkenalkan layanan untuk membantu pelanggannya dengan mudah tanpa harus mendirikan gudang sendiri. Layanan tersebut dikenal sebagai TokoCabang yang berguna bagi pedagang untuk menyimpan produknya di daerah dengan permintaan tinggi. Dengan demikian, pelanggan dapat menerima produk mereka dengan cara yang lebih hemat biaya dan tepat waktu.
Selain itu data per negara ditampilkan situs Seasia yang dikutip Rabu (6/1/2021), di mana Tokopedia berada di urutan pertama. Selain itu ada juga perusahaan asal Indonesia lainnya yakni Salim Group dan Alfamart yang berada di posisi empat dan lima. Salim Group merupakan perusahaan konglomerat yang memiliki beberapa anak perusahaan termasuk Indofood, produsen mi instan terbesar dan Bogasari, perusahaan operasi tepung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar