Sabtu, 18 Juli 2020

Bos Startup Tewas Dimutilasi, Pelaku Asistennya Sendiri

Seorang bos startup tewas mengenaskan di apartemen mewahnya di Manhattan, New York. Pengusutan polisi berbuah hasil, pelaku ternyata adalah asistennya sendiri.
Fahim Saleh yang berusia 33 tahun, adalah pendiri transportasi online Pathao, yang lumayan populer di Bangladesh dan Nepal. Belum lama ini, dia juga membantu mendirikan ojek online Gokada yang beroperasi di Nigeria.

Pada saat SMA, Fahim telah mendirikan website prank bernama PrankDial, yang berhasil mengumpulkan pendanaan sampai USD 10 juta. Ia masih giat berkecimpung di jagat startup dan sering memberi nasihat pada para pendiri startup muda.

Dia ditemukan sepupunya sudah meninggal dunia dimutilasi memakai gergaji mesin, setelah sebelumnya ditusuk. Sang sepupu curiga karena sang bos startup sudah tak terlihat selama beberapa hari.

Penyelidikan oleh kepolisian setempat dalam waktu cepat berhasil menemukan tersangka, yaitu asistennya bernama Tyrese Haspil, yang mengurus keuangan dan urusan pribadi Fahmi. Kamera CCTV menampakkan seorang pria memakai topeng menuju apartemen Fahmi, yang kemudian teridentifikasi sebagai Haspil.

Haspil rupanya juga punya utang ratusan ribu dolar pada Fahmi yang sedang berusaha ia bayar. Mungkin itulah salah satu motif sehingga ia nekat melakukan pembunuhan sadis. "Diyakini bahwa Haspil meminjam uang pada korban dalam jumlah yang signifikan," papar detektif NYPD, Rodney Harrison.

Kematiannya pun menimbulkan duka yang mendalam bagi keluarga dan kolega. "Tidak ada perkataan atau aksi yang bisa menenangkan kami kecuali penangkapan orang yang jahat ini," sebut keluarganya.

"Fahim yakin pada potensi teknologi untuk mentransformasi kehidupan di Bangladesh. Dia akan selalu menjadi inspirasi luar biasa bagi Pathao dan seluruh ekosistem kami," cetus Hussain M Elius, salah satu pendiri Pathao yang dibimbing oleh sang bos startup.

Galaxy Note20 Ultra dan ROG Phone 3 Lolos TKDN

 Galaxy Note20 Ultra dan ROG Phone 3 belum resmi dirilis. Pun begitu kedua ponsel gahar ini dinyatakan telah memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian.
Galaxy Note20 Ultra lebih dulu lolos. Ponsel yang mengusung kode Samsung SM-N985F ini mendapatkan sertifikat TKDN pada 10 Juli lalu dengan nilai 35,50%.

Sementara ROG Phone 3 mendapatkan sertifikasi TKDN pada 15 Juli lalu. Ponsel berkode Asus__I003DD ini mendapat nilai 30,20%.

detikINET lanjut memantau di situs Ditjen SDPPI Kominfo. Sayangnya kedua ponsel ini belum terlihat batang hidungnya, kemungkinan masih dalam proses pengujian.

Kendati begitu setidaknya lolosnya Galaxy Note20 Ultra dan ROG Phone 3 membuka kemungkinan kedua perangkat ini akan dirilis di Indonesia tak lama setelah dirilis.

Galaxy Note20 Ultra bakal diluncurkan 5 Agustus mendatang bersamaan dengan Galaxy Galaxy Fold 2, Galaxy Z Flip 5G dan Galaxy Tab S7. Lantaran masih dilanda pandemi COVID-19 kemungkinan acara peluncuran digelar secara online.

Berdasarkan bocoran, salah satu kelebihan Galaxy Note20 Ultra terletak pada kameranya. Mengikuti Galaxy S20 Ultra, kamera 108 MP bakal disematkan di bagian belakangnya. Mengenai kabar terbarunya, ponsel ini juga baru dinyatakan lolos sertifikasi NBTC Thailand beserta saudaranya Galaxy Note 20.

Beralih ke ROG Phone 3, ponsel gaming Asus ini direncanakan diumumkan pada 22 Juli mendatang. Sejumlah peningkatan akan dibawa dari pendahulunya.

Ponsel ini akan menjadi yang pertama mengadopsi chipset Snapdragon 865+. Berpadu dengan RAM 12 GB dan memori internal 512 GB.

Layarnya berukuran 6,659 inch Full HD+ AMOLED. Punya sensor sidik jari di layar dan dibekali baterai 6.000 mAh.
https://indomovie28.net/rumah-gurita/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar