Rabu, 06 Januari 2021

Awalnya Menyambut, Kenapa China Kini 'Halangi' Tim Investigasi WHO?

 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diketahui sejak bulan Juli 2020 berusaha mengirim tim peneliti internasional ke China untuk menginvestigasi asal-usul virus Corona penyebab COVID-19. China sempat dikabarkan akan bekerja sama, namun kini terkuak tim tidak mendapat izin masuk.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah China. Tedros menekankan ini adalah misi penting bagi dunia internasional.


"Saya sangat kecewa dengan kabar ini. Mengingat dua anggota dari tim sudah berangkat dan yang lain membatalkan kepergiannya di momen-momen terakhir," kata Tedros seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (6/1/2021).


Dikutip dari Reuters, ebelumnya juru bicara untuk Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, pada hari Senin (4/1/2021), berkomentar akan menyambut tim dari WHO. Berkali-kali otoritas di China membantah menyembunyikan informasi penting terkait virus, bersikeras telah terbuka sejak awal pandemi.


Kepala Global Health Centre di Jenewa, Ilona Kickbusch, menyebut ketegangan geopolitik saat ini menghalangi berbagai upaya negara-negara bersatu menghadapi COVID-19. Termasuk di antaranya upaya untuk mengetahui bagaimana sesungguhnya pandemi ini bermula.


"Saya pikir sekarang akan sangat sulit mencari tahu dari mana virus berasal. Sudah banyak waktu yang terlewatkan," kata Ilona.


Belakangan diplomat senior China, Wang Yi, mengklaim banyak studi menunjukkan COVID-19 muncul di berbagai wilayah sebelum meledak jadi pandemi. Komentar ini dianggap oleh beberapa pengamat sebagai upaya China untuk membentuk atau mempengaruhi narasi global terkait asal-usul COVID-19.

https://trimay98.com/movies/source-code/


Menkes Sebut Sudah 500 Lebih Nakes Gugur: Tolong Batasi Mobilitas!


Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kondisi rumah sakit di Indonesia saat ini sudah mulai kewalahan menangani COVID-19. Selain itu, lebih dari 500 tenaga kesehatan gugur dalam bertugas.

Untuk mencegah bertambahnya jumlah nakes yang gugur saat bertugas, Menkes Budi meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk mengurangi mobilitas.


"Sudah lebih dari 500 tenaga kesehatan kita yang wafat. Oleh karena itu, saya minta tolong, tolong kita bantu mereka, kita lindungi mereka, kita jaga mereka dengan mengurangi mobilitas dalam 2 minggu, mulai tanggal 11 Januari seperti yang diarahkan Pak Menko (Menteri Perekonomian)," kata Menkes Budi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (6/1/2021).


Menkes Budi menegaskan seluruh masyarakat harus membantu untuk menjaga, melindungi, dan mengawal tenaga medis yang berjuang menangani COVID-19. Ia terus mengingatkan agar masyarakat bisa ikut mengurangi mobilitas selama dua minggu yang akan di mulai pada 11 Januari mendatang.


"Ini untuk menjaga, melindungi, dan mengawal rekan-rekan tenaga kesehatan kita. Sudah cukup 500 orang yang wafat, jangan lebih banyak lagi," ujarnya.


"Tolong bantu mereka dengan kurangi mobilitas teman-teman selama 2 minggu dan jangan lupa memakai masker. Itu adalah hal yang sangat penting selain mencuci tangan dan menjaga jarak," pungkasnya.


Terkait anjuran tersebut, pemerintah menetapkan pembatasan baru pada 11-25 Januari 2021. Sejumlah wilayah dengan kriteria tertentu termasuk dalam pembatasan ini, terutama di wilayah Jawa dan Bali.

https://trimay98.com/movies/chained-the-seduction-of-two-women/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar