Rabu, 06 Januari 2021

Daftar 7 Vaksin COVID-19 yang Beredar di Indonesia

 Vaksinasi COVID-19 di Indonesia dijadwalkan berlangsung pada Rabu (13/1/2021) mendatang menggunakan vaksin Corona Sinovac. Ke depannya disebut akan ada 7 jenis vaksin COVID yang beredar di Indonesia.

Kementerian Kesehatan telah melakukan kerja sama dengan sejumlah produsen untuk mengamankan sekitar 660 juta dosis vaksin yang akan digunakan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/12758/2020 juga telah menetapkan vaksin corona yang beredar di Indonesia.


Berikut daftar vaksin COVID yang beredar di Indonesia dalam waktu dekat:


- Vaksin COVID-19 yang diproduksi PT Bio Farma


- Vaksin COVID-19 Oxford-AstraZeneca


- Vaksin COVID-19 China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm)


- Vaksin COVID-19 Moderna


- Vaksin COVID-19 Novavax


- Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech


- Vaksin COVID-19 Sinovac


Vaksin COVID yang beredar di Indonesia memperhatikan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group On Immunization) dan pertimbangan dari Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional.


Dalam petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, dijelaskan bahwa vaksinasi COVID-19 akan berlangsung dalam 4 tahapan. Kelompok prioritas penerima vaksin Corona adalah mereka yang berusia di atas 18 tahun dan harus berdomisili di Indonesia.


Kelompok dengan usia di bawah 18 tahun baru bisa mengikuti vaksinasi COVID-19 apabila data terkait keamanan vaksin Corona pada usia tersebut telah memadai. Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan dan mereka yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan.


Untuk selanjutnya sasaran vaksinasi tahap 2 yakni kelompok petugas pelayanan publik yang dilanjutkan dengan masyarakat rentan. Mereka akan menggunakan vaksin Corona yang beredar di Indonesia dan sudah mendapat persetujuan penggunaan.


Penggunaan vaksin COVID yang beredar di Indonesia untuk pelaksanan vaksinasi dilakukan setelah mendapat izin edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

https://trimay98.com/movies/the-housemaid-2/


Termasuk Ma'ruf Amin, Ini Kriteria Orang yang Belum Bisa Terima Vaksin Sinovac


 Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak ikut vaksinasi COVID-19 tahap awal seperti sejumlah menteri yang disebut bakal suntik vaksin di 13 Januari mendatang. Juru bicara Wapres, Masduki menjelaskan Ma'ruf tak ikut vaksinasi karena faktor usia.

"Karena Pak Wapres berusia di atas 60 tahun, jadi beliau tidak memungkinkan untuk divaksin dengan vaksin yang ada sekarang, yang Sinovac itu," terang Masduki seperti dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (6/1/2021).


Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan dalam petunjuk teknis (Juknis) resmi pelaksanaan vaksinasi COVID-19, ada beberapa kriteria lain yang belum bisa menerima vaksin Corona Sinovac. Salah satunya termasuk ibu hamil dan yang mengidap gejala ISPA dalam beberapa hari terakhir.


Berikut syarat pemberian vaksin Corona Sinovac dalam rekomendasi PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia), dikutip dari Juknis Kemenkes RI:


- Jika tekanan darah di atas 140/90 mmHg, vaksin Corona tidak diberikan.


- Jika pernah mengidap COVID-19, ibu hamil atau menyusui, mengidap gejala ISPA dalam tujuh hari terakhir, memiliki riwayat alergi berat, penyakit ginjal, reumatik, sakit saluran pencernaan kronis, vaksin Corona tidak diberikan.


- Bagi yang mengidap penyakit diabetes melitus DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen, vaksinasi tidak diberikan.


- Lalu, apabila suhu badan penerima vaksin sedang demam (di atas 37,5 derajat Celcius) disarankan vaksinasi ditunda terlebih dahulu. Begitu pula dengan pasien yang pernag mengidap penyakit paru.


Selain kriteria di atas, vaksin Corona Sinovac bisa disuntikkan pada pasien dalam kondisi sehat.

https://trimay98.com/movies/the-housemaid/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar