Salah satu pendiri dan mantan CEO Freeport-McMoRan Inc, Jim Bob Moffett meninggal dunia akibat komplikasi COVID-19 di usia 82 tahun. Dia mengembuskan napas terakhir pada Jumat (8/1) di Austin, Texas.
Putra dari Jim Bob Moffett, Bubba mengatakan ayahnya sudah sakit selama bertahun-tahun sebelum dia terjangkit COVID-19.
"Dia adalah pahlawanku," kata Bubba, yang kini menjadi presiden Crescent Crown Distributing, sebuah perusahaan bir dan minuman di Lousiana dan Texas, dikutip dari Nola.com, Minggu (10/1/2021).
Mantan Wali Kota New Orleans Sidney Barthelemy (1986-1994) mengatakan Jim Bob telah berjasa membangkitkan kembali perekonomian New Orleans ketika perekonomiannya terdampak penurunan harga minyak dunia. Moffett menyetujui refinancing obligasi senilai US$ 35 juta untuk pekerjaan infrasruktur, taman, dan perpustakaan.
"Dia orang yang baik dan siap membantu. Dia aset yang luar biasa bagi kota ini," kata Barthelemy.
Bill Goldring, pengusaha minuman keras dari New Orleans dan salah satu orang yang mengenal dekat Jim Bob, mengatakan Jim Bob memiliki kepribadian yang keras dan pantang menyerah.
Jim Bob lahir di Houma, Louisiana pada tahun 1938. Setelah perceraian orang tuanya, ibunya pindah ke Houston membawa Jim Bob dan adiknya ke Houston. Di sana di kuliah di UT dengan beasiswa olahraga football. Dia meraih gelar master di Tulan University, New Orleans.
Pada 1969, Jim Bob mendirikan McMoRan Exploration bersama W K McWilliams Jr and B M Rankin. Pada tahun 1981, McMoran Oil & Gas Co melakukan merger dengan Freeport Minerals Co dan menjadi Freeport-McMoran Copper & Gold Inc. Pada 1972, Freeport-McMoran kemudian membangun tambang emas dan tembaga Grasberg di Papua, yang menjadi salah satu yang terbesar di dunia.
Jim Bob mengundurkan diri dari posisinya sebagai CEO Freeport-McMoran pada tahun 2015 setelah investor Carl Icahn mengakuisisi 8,5% saham di Freeport.
https://cinemamovie28.com/movies/sisters-secret-housemate/
Sama-sama Punya Bisnis IoT, Kok Telkomsel Investasi ke Gojek?
Telkomsel beberapa waktu lalu memutuskan untuk melakukan investasi kepada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau (Gojek). Tak tanggung-tanggung, total dana yang dikucurkan Telkomsel ke Gojek mencapai US$ 150 juta atau di kisaran Rp 2,1 triliun. Dengan demikian, Telkomsel resmi menjadi salah satu investor Gojek.
Pengamat ekonomi digital dan inovasi keuangan INDEF, Nailul Huda menyambut positif aksi tersebut. Menurut Huda, investasi Telkomsel ke perusahaan penyedia layanan ride hailing itu bisa menguntungkan kedua belah pihak bahkan bagi ekonomi digital Indonesia secara keseluruhan.
"Yang pasti industri telekomunikasi itu tidak bisa lepas dari industri teknologi digital, dalam kasus keduanya, mereka ya cocok aja, telekomunikasi dan digital ini, mereka saling menunjang," ujar Nailul kepada detikcom, Jumat (8/1/2021).
"Menunjangnya seperti apa, Gojek memiliki kekuatan bisa mengembangkan ekosistem ekonomi digitalnya sendiri, seperti pembayaran, layanan, banyak UMKM juga jadi mitra di situ, itu bisa dimanfaatkan oleh Telkomsel. Kalau untuk Gojek, dia tidak punya kekuatan di telekomunikasi, mereka tidak punya provider, sedangkan Telkomsel punya provider, di situlah keuntungan buat keduanya," sambungnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar