Pascakerusuhan pendukung Presiden AS Donald Trump yang mengobrak-abrik gedung Capitol Hill di Washington, staf gedung disibukkan dengan urusan pembersihan dan perbaikan. Yang lebih penting lagi, staf IT mereka kerepotan memulihkan sistem keamanan digital.
Para perusuh sangat mungkin memiliki akses fisik ke suatu lokasi yang dapat menimbulkan konsekuensi serius pada keamanan cyber. Mereka bisa saja menyadap kantor kongres, mengekstrak data dari komputer yang tidak terkunci, atau memasang malware pada perangkat yang terbuka.
Situasi darurat saat rusuh membuat seluruh staf terburu-buru mengevakuasi Capitol Hill. Karenanya, beberapa komputer dibiarkan tidak terkunci dan tetap dapat diakses saat demonstran tiba.
Selain itu, seperti dikutip dari Wired, setidaknya beberapa peralatan dicuri dari gedung itu. Senator Jeff Merkley dari Oregon dalam sebuah video wawancara mengatakan penyusup mengambil salah satu laptop kantornya dari meja konferensi.
Sejumlah langkah dilakukan oleh tim keamanan gedung kongres, seperti meninjau secara ekstensif rekaman kamera keamanan dari gedung DPR dan Senat, di lorong, dan ruang lain untuk melihat apa yang dilakukan penyusup, termasuk interaksi apa yang mungkin mereka lakukan dengan perangkat elektronik dan sistem digital.
Sayangnya, banyak ruang yang tidak berada di bawah pengawasan kamera CCTV. Langkah lainnya adalah melakukan pembersihan gedung dari benda-benda seperti mikrofon atau kamera tersembunyi. Butuh waktu untuk mengevaluasi setiap ruangan dan lorong, dan taruhannya mereka bisa saja melewatkan ancaman keamanan yang serius.
"Ini mungkin akan memakan waktu beberapa hari untuk menyelidikinya, apa yang dicuri, apa yang tidak," kata penjabat pengacara AS untuk Distrik Columbia Michael Sherwin.
"Sejumlah barang elektronik dicuri dari kantor senator. Dokumen, bahan, dicuri, dan kami harus mengidentifikasi apa yang telah dilakukan, dan itu berpotensi mengancam ekuitas keamanan nasional. Jika ada kerusakan, kami belum tahu sejauh mana itu," sambungnya.
Tak seperti Gedung Putih yang aksesnya dikontrol dengan sangat ketat, gedung Capitol sering disebut "rumah rakyat". Level keamanannya disebut mirip rumah sakit. Banyak ruang terbuka dan dapat diakses, dan hanya beberapa area yang dijaga ketat atau aksesnya dikontrol.
Terlepas dari itu, massa yang menggeruduk gedung Capitol pada Rabu (6/1) memiliki banyak kesempatan untuk mencuri informasi atau mendapatkan akses perangkat. Bahkan tanpa adanya akses fisik, keamanan cyber lain pun mengingtai. Misalnya, penjahat cyber bisa memanfaatkan insiden tersebut untuk melakukan serangan phishing terhadap kantor kongres atau mulai menyebarkan disinformasi untuk memicu keresahan di masa depan.
https://cinemamovie28.com/movies/swapping-two-women/
Kena COVID-19, Pendiri Freeport Jim Bob Moffett Meninggal Dunia
Salah satu pendiri dan mantan CEO Freeport-McMoRan Inc, Jim Bob Moffett meninggal dunia akibat komplikasi COVID-19 di usia 82 tahun. Dia mengembuskan napas terakhir pada Jumat (8/1) di Austin, Texas.
Putra dari Jim Bob Moffett, Bubba mengatakan ayahnya sudah sakit selama bertahun-tahun sebelum dia terjangkit COVID-19.
"Dia adalah pahlawanku," kata Bubba, yang kini menjadi presiden Crescent Crown Distributing, sebuah perusahaan bir dan minuman di Lousiana dan Texas, dikutip dari Nola.com, Minggu (10/1/2021).
Mantan Wali Kota New Orleans Sidney Barthelemy (1986-1994) mengatakan Jim Bob telah berjasa membangkitkan kembali perekonomian New Orleans ketika perekonomiannya terdampak penurunan harga minyak dunia. Moffett menyetujui refinancing obligasi senilai US$ 35 juta untuk pekerjaan infrasruktur, taman, dan perpustakaan.
"Dia orang yang baik dan siap membantu. Dia aset yang luar biasa bagi kota ini," kata Barthelemy.
Bill Goldring, pengusaha minuman keras dari New Orleans dan salah satu orang yang mengenal dekat Jim Bob, mengatakan Jim Bob memiliki kepribadian yang keras dan pantang menyerah.
Jim Bob lahir di Houma, Louisiana pada tahun 1938. Setelah perceraian orang tuanya, ibunya pindah ke Houston membawa Jim Bob dan adiknya ke Houston. Di sana di kuliah di UT dengan beasiswa olahraga football. Dia meraih gelar master di Tulan University, New Orleans.
Pada 1969, Jim Bob mendirikan McMoRan Exploration bersama W K McWilliams Jr and B M Rankin. Pada tahun 1981, McMoran Oil & Gas Co melakukan merger dengan Freeport Minerals Co dan menjadi Freeport-McMoran Copper & Gold Inc. Pada 1972, Freeport-McMoran kemudian membangun tambang emas dan tembaga Grasberg di Papua, yang menjadi salah satu yang terbesar di dunia.
Jim Bob mengundurkan diri dari posisinya sebagai CEO Freeport-McMoran pada tahun 2015 setelah investor Carl Icahn mengakuisisi 8,5% saham di Freeport.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar