Jumat, 08 Januari 2021

Satgas COVID-19: Jika PPKM Tidak Berlaku, Masyarakat akan Sulit Dapat RS

 Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa-Bali akan berlaku pada 11 Januari 2020 selama dua pekan ke depan. Ini dilakukan demi menekan jumlah kasus penularan virus Corona COVID-19.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan jika 'rem' ini tidak dilaksanakan, maka dikhawatirkan banyak orang akan kesulitan untuk mencari fasilitas pelayanan di rumah sakit.


"Bisa saja bed-nya itu ada, tapi SDM-nya ini yang nggak ada, karena untuk memiliki dokter yang jumlahnya banyak itu sulit, apalagi jumlah kematian dokter juga semakin tinggi," kata Wiku dalam konferensi pers BNPB pada Kamis (7/1/2021).


"Jadi kalau nggak direm, maka masyarakat nggak akan dapat fasilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit, bed-nya bisa ada, tetapi tidak ada SDM-nya," lanjutnya.


Sebelumnya, Wiku menjelaskan bahwa saat ini sudah banyak rumah sakit di Pulau Jawa-Bali yang tingkat keterisiannya sudah di atas 70 persen, baik di ruang isolasi maupun ICU.


"Sekarang rata-rata sudah di atas 70 persen di banyak daerah dan ini sangat berbahaya," ujarnya.


Wiku pun mengimbau agar setiap kepala daerah dapat dengan tegas dalam menerapkan PPKM ini, supaya jumlah kematian pasien Corona tidak semakin bertambah dan banyak pasien yang bisa dirawat dengan baik, sehingga angka kesembuhan jadi meningkat.

https://nonton08.com/movies/moms-friend-3-2/


Kasus COVID-19 Pecah Rekor, Satgas Sebut Imbas Libur Panjang


Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengungkapkan kekecewaannya atas penambahan kasus Corona di Indonesia yang kian melonjak. Hari ini, pemerintah melaporkan sebanyak 9.321 kasus baru Corona.

Diketahui, jumlah tersebut merupakan penambahan kasus yang tertinggi dalam sehari sejak COVID-19 mewabah di Indonesia.


"Berat bagi saya untuk menyampaikan data ini, penambahan kasus positif harian per hari ini adalah yang tertinggi sejak awal pandemi, mencapai 9 ribu, bahkan angka ini meningkat hampir 500 hanya dalam waktu satu hari ini," kata Wiku di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (7/1/2021).


Dijelaskan Wiku, lonjakan kasus Corona ini merupakan imbas dari libur panjang Natal dan tahun baru kemarin.


Wiku pun sangat menyayangkan hal tersebut. Pasalnya, kata Wiku, sudah 3 kali Indonesia merasakan libur panjang, namun penambahan kasus tetap saja melonjak usai libur panjang.


"Ini adalah imbas dari libur panjang, ternyata pada pembelajaran yang keempat kalinya kita masih belum berhasil juga memperbaiki dan mengambil pelajaran dari 3 libur panjang sebelumnya yang telah kami sampaikan berulang-ulang," ujarnya.


"Ini adalah kondisi yang sangat mengkhawatirkan dan perlu untuk segera kita hentikan," lanjutnya.


Adapun riwayat penambahan kasus baru Corona di Indonesia selama sepekan terakhir, sebagai berikut.


7 Januari 2021: Rekor baru! 9.321 kasus dari 68.019 spesimen

6 Januari 2021: 6.767 kasus dari 67.908 spesimen

5 Januari 2021: 6.643 kasus dari 60.520 spesimen

4 Januari 2021: 6.753 kasus dari 45.868 spesimen

3 Januari 2021: 6.419 kasus dari 41.503 spesimen

2 Januari 2021: 7.582 kasus dari 33.530 spesimen

1 Januari 2021: 6.839 kasus dari 40.785 spesimen.

Detail penambahan kasus Corona di Indonesia pada Kamis (7/1/2021) adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 9.321 menjadi 797.723

Pasien sembuh bertambah 6.924 menjadi 659.437

Pasien meninggal bertambah 224 menjadi 23.520.

https://nonton08.com/movies/moms-friend-6/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar