Sabtu, 16 Januari 2021

Teknologi Diyakini Solusi Pulihkan Ekonomi Usai Diterjang COVID-19

 Pandemi virus Corona (COVID-19) telah meruntuhkan berbagai sektor. Pemanfaatan teknologi diyakini sebagai solusi untuk percepatan pemulihan ekonomi.

Huawei mengatakan bahwa optimalisasi penggunaan teknologi digital mampu menjadi mesin penggerak untuk mempercepat pemulihan ekonomi global, termasuk Indonesia.


Director of Strategy & Business Huawei Indonesia Mohamad Rosidi mengungkapkan ada sejumlah teknologi yang akan booming setelah pandemi menerjang.


"Kita bicara konektivitas dan speed jadi satu. Setelah itu akan ditopang oleh cloud yang nantinya akan ada transaksi dan transaksi menggunakan cloud. Pengembangan berikutnya ada lah AI (kecerdasan buatan)," ujar Rosidi dalam diskusi virtual, Kamis (14/1/2021).


Huawei Indonesia sendiri berkomitmen akan terus mendukung dan terlibat aktif dalam upaya pemerataan jaringan telekomunikasi berkualitas demi terwujudnya transformasi digital di semua segmen, dari kelas enterprise hingga terutama pelaku usaha mikro yang saat ini membutuhkan solusi yang terjangkau, namun efektif, agar mampu beradaptasi di era digital ini.


Selain terus meningkatkan kolaborasi multiple-helix, Huawei Indonesia akan tetap fokus di penyediaan solusi berupa perangkat-perangkat cerdas, teknologi konektivitas, komputasi, serta cloud untuk menjawab kebutuhan dan tantangan tiga kelompok pelanggan.


Yaitu, pelanggan produk-produk consumers, pelanggan dari kalangan operator telekomunikasi, dan pelanggan dari kalangan enterprise, pemerintahan, serta industri," ujar Rosidi.


Ia menambahkan, teknologi yang dikembangkan Huawei diklaim telah dirancang untuk mampu menjadi solusi mempercepat transformasi digital, baik secara langsung maupun tidak langsung, di berbagai sektor dan segmentasi.


Diharapkan, teknologi-teknologi buatan Huawei yang diadopsi oleh kalangan enterprise mampu menghadirkan multiplier effects yang berdampak pada terakselerasinya transformasi digital di kalangan UMKM atau mikro sekalipun.


Selama pandemi, Huawei telah berkolaborasi dengan berbagai sektor dan industri dalam menghadirkan solusi untuk menjawab tantangan-tantangan baru dan krusial yang muncul. Seperti dengan operator telekomunikasi, membangun teknologi jaringan di pulau-pulau yang dijadikan lokasi karantina pada saat pandemi baru muncul.


Kerja sama dengan operator telekomunikasi juga menjadikan Huawei turut berkontribusi dalam memperluas konektivitas broadband di kawasan pelosok tanah air untuk tujuan keberlangsungan pendidikan dan aktivitas ekonomi.


Teknologi berbasis Cloud, AI, Machine Learning dan Analitik Big Data yang dikembangkan Huawei disebut telah dipercaya oleh sejumlah rumah sakit di Indonesia sebagai solusi mempercepat diagnosis COVID-19 pada pasien serta optimalisasi komunikasi antar pihak rumah sakit maupun pasien melalui video-conference mutakhir.

https://kamumovie28.com/movies/the-curse-of-the-doll-people/


AS Hapus Perusahaan Jack Ma dari Daftar Hitam Investor


Amerika Serikat (AS) tidak akan melarang warganya berinvestasi di perusahaan teknologi asal China Alibaba, Baidu, dan Tencent seperti yang pernah diterapkannya untuk perusahaan lain terkait masalah keamanan nasional.

Tentu ini merupakan kabar baik bagi para perusahaan itu, termasuk Alibaba yang didirikan Jack Ma. Terlebih Alibaba tengah menghadapi investigasi dugaan monopoli di China, di samping Jack Ma masih belum muncul di publik semenjak mengkritik sistem keuangan China.


Dikutip dari AFP, para pejabat AS telah mempertimbangkan apakah ketika raksasa teknologi ini ada daftar hitam perdagangan Departemen Pertahanan karena dugaan hubungannya dengan militer China, namun akhirnya memutuskan untuk tidak melakukannya.

Untuk diketahui, Alibaba dan Baidu melantai di bursa saham Nasdaq, sementara Tencent terdaftar di bursa saham Hong Kong di mana Alibaba juga memiliki daftar sekunder.


Pejabat tinggi pemerintahan AS tidak setuju mengenai pelarangan ketiga perusahaan tersebut masuk dalam portfolio AS. Menteri Keuangan Steven Mnuchin akhirnya memenangkan debat pendapat dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo sehingga Alibaba, Baidu, dan Tencent tak masuk dalam daftar hitam.


Pemerintahan Presiden AS Donald Trump terus berselisih dengan China, bahkan di pengujung akhir masa jabatannya sebelum Presiden AS terpilih Joe Biden menggantikannya. Selama kepemimpinan Trump, gesekan di antara AS-China memuncak terutama terkait perdagangan, hak asasi manusia, dan asal-usul pandemi COVID-19.

Awal pekan ini, Robert Lighthizer selaku negosiator perdagangan Trump yang juga akan berakhir masa jabatannya, mendesak Biden untuk mempertahankan tarif yang dibebankan pada China, dengan alasan bahwa mereka telah mengubah keseimbangan kekuasaan untuk kepentingan pemerintahan Washington.

https://kamumovie28.com/movies/on-the-doll/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar