Sabtu, 16 Januari 2021

AS Hapus Perusahaan Jack Ma dari Daftar Hitam Investor

 Amerika Serikat (AS) tidak akan melarang warganya berinvestasi di perusahaan teknologi asal China Alibaba, Baidu, dan Tencent seperti yang pernah diterapkannya untuk perusahaan lain terkait masalah keamanan nasional.

Tentu ini merupakan kabar baik bagi para perusahaan itu, termasuk Alibaba yang didirikan Jack Ma. Terlebih Alibaba tengah menghadapi investigasi dugaan monopoli di China, di samping Jack Ma masih belum muncul di publik semenjak mengkritik sistem keuangan China.


Dikutip dari AFP, para pejabat AS telah mempertimbangkan apakah ketika raksasa teknologi ini ada daftar hitam perdagangan Departemen Pertahanan karena dugaan hubungannya dengan militer China, namun akhirnya memutuskan untuk tidak melakukannya.

Untuk diketahui, Alibaba dan Baidu melantai di bursa saham Nasdaq, sementara Tencent terdaftar di bursa saham Hong Kong di mana Alibaba juga memiliki daftar sekunder.


Pejabat tinggi pemerintahan AS tidak setuju mengenai pelarangan ketiga perusahaan tersebut masuk dalam portfolio AS. Menteri Keuangan Steven Mnuchin akhirnya memenangkan debat pendapat dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo sehingga Alibaba, Baidu, dan Tencent tak masuk dalam daftar hitam.


Pemerintahan Presiden AS Donald Trump terus berselisih dengan China, bahkan di pengujung akhir masa jabatannya sebelum Presiden AS terpilih Joe Biden menggantikannya. Selama kepemimpinan Trump, gesekan di antara AS-China memuncak terutama terkait perdagangan, hak asasi manusia, dan asal-usul pandemi COVID-19.

Awal pekan ini, Robert Lighthizer selaku negosiator perdagangan Trump yang juga akan berakhir masa jabatannya, mendesak Biden untuk mempertahankan tarif yang dibebankan pada China, dengan alasan bahwa mereka telah mengubah keseimbangan kekuasaan untuk kepentingan pemerintahan Washington.

https://kamumovie28.com/movies/port-of-hearts/


Mau Pandemi Cepat Usai, Jangan Suka Sebar Informasi Hoax!


 Pandemi COVID-19 sudah berlangsung setahun dan masih dibutuhkan peranan masyarakat untuk menuntaskan ini. Berikut caranya dari segi psikologis.

Psikolog klinis dan forensik Kasandra Putranto menjelaskan bahwa pergeseran sebenarnya memang selalu terjadi.


"Sebenarnya dengan atau tanpa pandemi telah terjadi pergeseran, artinya sudah ada perubahan baik dari ekonomi, IT, teknologi dan dengan kebutuhan masyarakat yang selalu berkembang. Jadi memang ada perubahan perilaku ya," ujarnya dalam acara 'Gojek Transport Outlook 2021: Makin Aman dengan GoRide dan GoCar', Kamis (14/1/2021).


Namun dari sisi psikologi, dengan adanya pandemi, perubahan ini lebih banyak terpicu. Ini dikarenakan transformasi dunia membuat masyarakat lebih membutuhkan hal-hal yang bisa memberikan jaminan dan rasa aman.


"Dari penelitian terhadap kejadian pandemi, ada tiga hal yang harus diperhatikan," ucap Kasandra.


1. Memutus rantai penyebaran (3M)

Ia mengatakan diperlukan kreativitas dan dorongan individu untuk berupaya menghentikan penyebaran SARS-CoV-2 atau virus corona.


"Sudah ada perkembangan dan inovasi yang dilakukan oleh Gojek dan secara keseluruhan. Tapi saya juga tahu kalau mitra Gojek punya ide individual yang tujuannya pun sama, memutus rantai penyebaran," tutur Kasandra.

https://kamumovie28.com/movies/a-dolls-house/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar