Huawei perusahaan raksasa teknologi asal China menghadirkan produk dengan beberapa kategori berbeda mulai dari elektronik konsumen hingga peralatan telekomunikasi.
Yang terbaru, kini Huawei mulai menjajaki kategori baru termasuk Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone.
Dilansir detiKINET dari Gizmochina, Rabu (6/1/2021), Huawei telah diizinkan untuk mengajukan paten terkait drone yang diterbitkan dengan nomor CN110737212B bernama Sistem dan Metode Kontrol UAV. Meski paten ini sudah dipublikasikan belum lama ini nyatanya Huawei sudah mengajukannya pada Juli 2018.
Sesuai dengan judulnya sendiri paten tersebut terkait dengan sistem kendali dan metode pengelolaan drone. Sistem yang disarankan dalam paten ini antara lain meliputi unit tugas, modul tindakan pertama, unit sensor, modul fungsi pertama, modul komputasi kolaboratif dan modul respons pertama.
Unit tugas membagi tugas setelah mendapatkannya menjadi tindakan target dan informasinya dikirim ke modul fungsi pertama dan modul respons oleh modul tindakan pertama.
Setelah mendapatkan data melalui unit sensor dan melakukan beberapa tindakan, data tersebut diolah untuk sistem menggunakan chip berteknologi kecerdasan buatan (AI).
Beberapa minggu yang lalu juga ada paten lain dari Huawei terkait drone yang diberi nama Modul Identifikasi dan Metode Penyimpanan Kendaraan Udara Tak Berawak. Ini merinci bagaimana pengenal fisik dan metode penyimpanan bekerja untuk membaca dan melacak informasi drone selama seluruh siklus hidupnya.
https://kamumovie28.com/movies/seduction-3/
Samsung Tunjuk Bos Baru untuk Asia Tenggara dan Oceania
- Samsung Electronics mengumumkan penetapan Sangho Jo sebagai Presiden dan CEO untuk wilayah Asia Tenggara serta Oceania. Yuk kenalan lebih jauh.
Sangho Jo sudah cukup lama mengabdikan diri di Samsung. Sudah tiga dekade dirinya berkarier di perusahaan yang bermarkas di Korea Selatan ini.
Bahkan Jo sudah tidak asing lagi dengan kawasan Asia Tenggara dan Oceania. Dia sempat bekerja Samsung Electronics Singapura (1997), Vietnam (1998-2000) dan Malaysia (2007-2008).
Setelahnya dia sempat dipercaya memimpin Samsung di sejumlah negara di Eropa. Jabatan terakhir yang diembannya sebagai Presiden dan CEO Samsung Electronics di Eropa.
Kini Jo dipercaya lagi untuk memimpin arah pertumbuhan strategis Samsung Electronics di Asia Tenggara dan Oceania. Sosoknya dirasa tepat menangani pasar yang merupakan bagian pelengkap dari rencana pertumbuhan jangka panjang Samsung Electronics.
Jo ditugaskan memperkuat kepemimpinan industri dan memanfaatkan peluang pertumbuhan jangka panjang di wilayah ini dengan menjalin kemitraan, menciptakan keunggulan operasional, dan pada akhirnya, membangun kepercayaan merek di antara konsumen dan perusahaan.
"Saya senang bisa kembali ke Asia Tenggara dan Oceania dan memimpin salah satu pusat terkemuka Samsung Electronics secara global. Saya berharap dapat memperkuat hubungan kuat yang telah kami bangun dengan mitra dan pelanggan kami di sini dan menjelajahi kemitraan konsumen dan komersial baru yang menarik, serta mengarahkan Samsung ke tahap pertumbuhan selanjutnya di wilayah ini," ujar Jo dalam keterangan resmi.
"Di era yang ditandai dengan pertumbuhan digital yang cepat, kami berkomitmen untuk memberdayakan ambisi digital negara, industri, dan komunitas di Asia Tenggara dan Oceania, serta membantu memenuhi potensi masyarakat di sini melalui teknologi generasi mendatang," tambahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar