Pemerintah melaporkan penambahan kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi pada hari Kamis (3/12/2020). Ada penambahan 8.369 kasus sehingga total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 557.877 kasus semenjak virus Corona mewabah di Indonesia.
Papua menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.755 kasus, disusul Jawa Barat sebanyak 1.648 kasus dan DKI Jakarta sebanyak 1.153 kasus baru per 3 Desember.
Dikutip dari laman covid19.go.id, hari ini ada sebanyak 3.673 kasus sembuh, sementara kasus kematian Corona tercatat 156 orang.
Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Kamis (3/12/2020), adalah sebagai berikut:
Kasus positif bertambah 8.369 menjadi 557.877
Pasien sembuh bertambah 3.673 menjadi 462.553
Pasien meninggal bertambah 156 menjadi 17.355
Baca juga: Rekor 8.369 Kasus Corona di Indonesia 3 Desember, Total 557.877 Kasus
Sedangkan sebaran 8.369 kasus baru Corona di Indonesia pada Kamis (23/12/2020) adalah sebagai berikut:
Papua: 1.755 kasus
Jawa Barat: 1.648 kasus
DKI Jakarta: 1.153 kasus
Jawa Tengah: 767 kasus
Jawa Timur: 564 kasus
Kalimantan Timur: 313 kasus
Bali: 230 kasus
Sumatera Barat: 191 kasus
DI Yogyakarta: 189 kasus
Riau: 179 kasus
Kalimantan Tengah: 157 kasus
Sulawesi Selatan: 136 kasus
Banten: 131 kasus
Jambi: 94 kasus
Sulawesi Utara: 88 kasus
Sumatera Utara: 86 kasus
Sumatera Selatan: 77 kasus
Kepulauan Riau: 77 kasus
Sulawesi Tenggara: 77 kasus
Sulawesi Tengah: 72 kasus
Bengkulu: 59 kasus
Lampung: 54 kasus
Kalimantan Selatan: 54 kasus
Aceh: 44 kasus
Bangka Belitung: 30 kasus
Kalimantan Utara: 30 kasus
Nusa Tenggara Timur: 26 kasus
Maluku Utara: 25 kasus
Kalimantan Barat: 24 kasus
Gorontalo: 18 kasus
Nusa Tenggara Barat: 12 kasus
Papua Barat: 6 kasus
Sulawesi Barat: 2 kasus
Maluku: 1 kasus
https://tendabiru21.net/movies/akibat-pergaulan-bebas/
WHO Perketat Pedoman, Masker Seperti Apa yang Aman Tangkal COVID-19?
Pedoman COVID-19 terkait penggunaan masker kembali diperbaharui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dari pembaharuan ini, satu poin penting yang direkomendasikan adalah menggunakan masker di ruangan yang memiliki ventilasi yang buruk.
Adapun beberapa pedoman lainnya yang diperbaharui yaitu:
Memakai masker dalam ruangan berventilasi buruk termasuk di rumah (saat menerima tamu)
Usia 12 tahun ke atas wajib memakai masker
Masker harus tetap digunakan saat ventilasi ruangan baik jika ada risiko tertular Corona, dengan tetap menjaga jarak 1 meter.
Tenaga medis tetap dapat menggunakan masker N95
Aktivitas fisik berat tak disarankan memakai masker khususnya pengidap asma.
Tetapi, masker seperti apa yang aman digunakan untuk mencegah COVID-19?
Berdasarkan panduan terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), masker kain berbahan katun dengan jumlah benang yang tinggi menjadi pilihan terbaik untuk melindungi diri dari virus Corona COVID-19.
"Carilah tenunan ketat dari 100 persen katun," sebut CDC dalam pedoman barunya.
Bagaimana memastikan masker tersebut efektif?
"Gunakan uji cahaya untuk memeriksa tenunan, jika Anda dapat dengan mudah melihat garis besar serat individu saat Anda mengangkat masker ke arah cahaya, kemungkinan itu tidak akan efektif," sebut CDC.
Menurut CDC, beberapa lapisan kain dengan jumlah benang yang lebih tinggi terbukti efektif menangkal COVID-19 lebih tinggi dibandingkan masker satu lapisan kain dengan jumlah benang yang lebih rendah.
"Dalam beberapa kasus menyaring hampir 50 persen partikel halus yang kurang dari 1 mikron," sebut CDC.
"Masker kain dalam beberapa penelitian yang dilakukan. setara dengan masker bedah sebagai penghalang untuk pengendalian sumber," tegas CDC.
Beberapa masker yang tidak disarankan oleh CDC maupun ilmuwan lainnya salah satunya adalah masker yang memiliki exhaust. Sederet jenis masker lain yang tak disarankan bisa dibaca di halaman selanjutnya.
https://tendabiru21.net/movies/the-roman-spring-of-mrs-stone/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar