Minggu (6/12/2020), Jawa Barat menjadi provinsi dengan penambahan kasus virus Corona COVID-19 terbanyak di Indonesia. Dilaporkan ada 1.388 kasus baru Corona pada hari ini di provinsi tersebut.
Jumlah ini berada sedikit di atas DKI Jakarta, yakni 1.331 kasus.
Dengan jumlah tersebut, hingga kini total kasus COVID-19 di Jawa Barat sudah mencapai 59.273 kasus. Sementara total pasien sembuh Corona di provinsi itu dilaporkan sudah sebanyak 48.591 orang, namun 962 lainnya meninggal dunia.
Dalam sepekan terakhir, Jawa Barat memang beberapa kali sempat mencatat kasus baru Corona di atas 1.000 kasus. Misalnya, pada Sabtu (5/6/2020), sebanyak 1.086 kasus dan Kamis (3/6/2020), sebanyak 1.648 kasus.
Apabila dilihat dari zona penularannya, Jawa Barat memiliki enam wilayah yang termasuk dalam zona merah COVID-19, yakni Kota Banjar, Bandung Barat, Kota Bandung, Purwakarta, Indramayu, dan Karawang.
Berikut riwayat penambahan kasus baru Corona di Jawa Barat dalam sepekan terakhir.
Minggu (6/11/2020) tambah 1.388 kasus baru menjadi 59.273
Sabtu (5/10/2020) tambah 1.086 kasus baru menjadi 57.885
Jumat (4/10/2020) tambah 992 kasus baru menjadi 56.799
Kamis (3/10/2020) tambah 1.648 kasus baru menjadi 55.807
Rabu (2/10/2020) tambah 764 kasus baru menjadi 54.159
Selasa (1/10/2020) tambah 878 kasus baru menjadi 53.395
Senin (30/10/2020) tambah 741 kasus baru menjadi 52.517.
https://tendabiru21.net/movies/king/
Terpopuler Sepekan: 41 Orang Tertular COVID-19 Usai Ikuti Pesta Seks
Lagi-lagi pesta seks berujung bencana. Sebanyak 41 orang dinyatakan positif virus Corona COVID-19 usai mengikuti pesta swinger di New Orleans, Amerika Serikat.
Berdasarkan keterangan sang penyelenggara, Bob Hannaford, setidaknya ada 41 dari 300 peserta pesta seks yang dinyatakan positif COVID-19. Bahkan salah satu di antaranya mengalami kondisi kritis hingga harus dirawat di rumah sakit.
Hannaford mengaku tak menyangka pesta seks swinger atau tukar pasangan yang dilangsungkan lima hari di awal November 2020 kemarin menjadi bencana. Pasalnya, penyelenggara telah melakukan tindakan pencegahan COVID-19.
"Jika saya bisa kembali ke masa lalu, saya tidak akan mengadakan acara ini lagi. Padahal sebagian besar dari 41 kasus positif sebagian besar merupakan kasus asimtomatik atau sangat ringan," kata Hannaford dikutip dari Fox Live.
"Alasan saya tidak akan melakukannya adalah karena saya mengenal dua orang yang memiliki waktu lebih sulit dan mereka menderita. Salah satunya, seorang teman baik saya, dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius," lanjutnya.
Bagaimana tindakan pencegahan COVID-19 di pesta seks tersebut?
Menurut Hannaford, ia telah melakukan berbagai upaya pencegahan COVID-19, seperti menyediakan gelang yang menunjukkan seseorang telah memiliki dokumen untuk membuktikan bahwa mereka punya antibodi.
Ada juga gelang yang menunjukkan tanggal hasil tes negatif COVID-19 sebagai salah satu persyaratan jika ingin ikut acara pesta seks tersebut.
Hannaford juga menjelaskan para peserta pesta seks diharuskan untuk saling menjaga jarak dalam antrean dan mengenakan masker di ruang publik.
"Saya tidak akan melakukannya lagi jika saya tahu, apa yang saya tahu sekarang. Itu membebani saya dan akan terus membebani saya sampai semua orang 100 persen lebih baik," ujar Hannaford.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar