Senin, 07 Desember 2020

Viral Foto Anies Tak Bermasker, Benarkah Masker Pengaruhi Saturasi Oksigen?

 Belakangan, viral foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sedang menemui petugas dengan alat pelindung diri (APD) lengkap tanpa menggunakan masker. Foto tersebut menjadi viral karena Anies saat ini sedang menjalani isolasi mandiri akibat positif COVID-19.

Menurut unggahan dari salah seorang netizen, alasan Anies tidak memakai masker adalah karena dapat menurunkan saturasi oksigen.


"Mmg dianjurkan dokter tak pakai masker krn bs kurangi saturasi oksigen. Gambar ini hy snapshoot bbrp detik dekat dg asisten ber-APD lengkap yg bantu setup online mtg," tulis unggahan sang netizen.


Saturasi oksigen sendiri adalah kadar oksigen yang ada di dalam darah. Normalnya, saturasi oksigen berada di tingkat 95-100 persen. Namun jika kadarnya di bawah itu, pasien bisa mengalami penurunan kesadaran.


Apa benar saturasi oksigen bisa turun karena pakai masker?

Menurut studi yang telah diterbitkan di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, pada dasarnya penggunaan masker tak akan mempengaruhi kinerja paru. Artinya, tingkat oksigen dalam darah tidak akan terganggu.


Dalam penelitian tersebut, para peneliti melakukan eksperimen pada 15 tenaga medis sehat dan 15 veteran perang dengan kerusakan paru-paru. Seluruh partisipan diminta lari-lari kecil selama 6 menit, setelahnya dilakukan pengukuran oksigen.


Eksperimen ini dilakukan sebanyak dua kali. Pertama para partisipan diminta tidak menggunakan masker lalu kemudian memakai masker. Hasilnya, tidak ada perbedaan berarti pada tingkat oksigen dalam darah di antara kedua kelompok tersebut.


"Data memperlihatkan tingkat pertukaran gas tidak terpengaruh secara signifikan oleh pemakaian masker bedah, bahkan pada subjek dengan kerusakan paru-paru," tulis peneliti.


Tapi apakah tidak membahayakan petugas jika tak pakai masker?

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, mengatakan, jika petugas sudah menggunakan APD, maka pasien COVID-19 bisa diperbolehkan tidak memakai masker.


Namun dengan catatan, petugas harus memperhatikan APD yang dikenakan sudah benar dan cara melepasnya juga benar.


"Sebenarnya kalau para petugas menggunakan APD yang benar, pasien dengan COVID-19 tidak perlu pakai masker. Pasien yang mau diswab khan juga buka mulut, termasuk juga pasien yg mau diendoskopi juga buka mulut," ujar dr Ari.


"Yang penting petugas menggunakan APD level 3 dan juga harus memperhatikan saat membuka APD. Bisa saja APD sudah tercemar percikan dahak pasien," lanjutnya.

https://tendabiru21.net/movies/the-forbidden-legend-sex-chopsticks/


1,2 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Sinovac Tiba di RI, Bagaimana Kehalalannya?


Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac dari China tiba di Indonesia, Minggu (6/12/2020). Presiden Jokowi pun mengatakan, ke depannya masih akan tiba lagi 1,8 juta dosis vaksin pada awal Januari 2021.

"Selain vaksin dalam bentuk jadi dalam bulan ini juga akan tiba 15 juta dosis vaksin dan di bulan Januari sebanyak 30 juta dosis vaksin yang dalam bentuk bahan baku curah yang akan diproses lebih lanjut oleh Bio Farma," ucap Jokowi dalam live streaming di akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (6/12/2020).


Oleh karena itu, Jokowi berharap program vaksinasi COVID-19 ini bisa segera dilakukan. Namun, vaksin tersebut haruslah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terlebih dahulu.


Apa vaksin COVID-19 Sinovac sudah terjamin kehalalannya?

Kepala BPOM Penny K Lukito pernah mengatakan, dari hasil inspeksi bersama MUI dan Kemenkes ke pabrik Sinovac di China beberapa waktu lalu, diketahui vaksin COVID-19 Sinovac telah memenuhi syarat kehalalan.


"Alhamdulillah dari aspek mutu dari hasil yang didapatkan inspeksi BPOM, Bio Farma dan Majelis Ulama Indonesia, aspek halalnya bisa dikatakan sudah memenuhi, sudah sesuai aspek obat yang baik," jelas Penny dalam konferensi pers Kamis (26/11/2020).

https://tendabiru21.net/movies/the-piano/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar