Kamis, 07 Januari 2021

Samsung Tunjuk Bos Baru untuk Asia Tenggara dan Oceania

 - Samsung Electronics mengumumkan penetapan Sangho Jo sebagai Presiden dan CEO untuk wilayah Asia Tenggara serta Oceania. Yuk kenalan lebih jauh.

Sangho Jo sudah cukup lama mengabdikan diri di Samsung. Sudah tiga dekade dirinya berkarier di perusahaan yang bermarkas di Korea Selatan ini.


Bahkan Jo sudah tidak asing lagi dengan kawasan Asia Tenggara dan Oceania. Dia sempat bekerja Samsung Electronics Singapura (1997), Vietnam (1998-2000) dan Malaysia (2007-2008).


Setelahnya dia sempat dipercaya memimpin Samsung di sejumlah negara di Eropa. Jabatan terakhir yang diembannya sebagai Presiden dan CEO Samsung Electronics di Eropa.


Kini Jo dipercaya lagi untuk memimpin arah pertumbuhan strategis Samsung Electronics di Asia Tenggara dan Oceania. Sosoknya dirasa tepat menangani pasar yang merupakan bagian pelengkap dari rencana pertumbuhan jangka panjang Samsung Electronics.


Jo ditugaskan memperkuat kepemimpinan industri dan memanfaatkan peluang pertumbuhan jangka panjang di wilayah ini dengan menjalin kemitraan, menciptakan keunggulan operasional, dan pada akhirnya, membangun kepercayaan merek di antara konsumen dan perusahaan.


"Saya senang bisa kembali ke Asia Tenggara dan Oceania dan memimpin salah satu pusat terkemuka Samsung Electronics secara global. Saya berharap dapat memperkuat hubungan kuat yang telah kami bangun dengan mitra dan pelanggan kami di sini dan menjelajahi kemitraan konsumen dan komersial baru yang menarik, serta mengarahkan Samsung ke tahap pertumbuhan selanjutnya di wilayah ini," ujar Jo dalam keterangan resmi.


"Di era yang ditandai dengan pertumbuhan digital yang cepat, kami berkomitmen untuk memberdayakan ambisi digital negara, industri, dan komunitas di Asia Tenggara dan Oceania, serta membantu memenuhi potensi masyarakat di sini melalui teknologi generasi mendatang," tambahnya.

https://kamumovie28.com/movies/reunion-goals-the-beginning/


Bos Xiaomi Berencana Jual Mi 11 Tanpa Charger Sejak 5 Tahun yang Lalu


 Keputusan Xiaomi menghilangkan charger dari kotak penjualan Mi 11 disambut oleh pro dan kontra dari Mi Fans. Apalagi beberapa pihak yang tidak setuju dengan keputusan ini mengatakan Xiaomi hanya mengikuti langkah Apple.

CEO Xiaomi Lei Jun langsung membantah tuduhan tersebut. Dalam siaran langsung di media sosial China, Lei Jun mengatakan langkah untuk menjual ponsel tanpa charger adalah idenya sendiri sejak lima tahun yang lalu dan bukan mencontek Apple, seperti dikutip dari Gizmochina, Rabu (6/1/2021).


Lei Jun mengatakan ia pernah melontarkan pertanyaan tentang isu ini di media sosial Weibo pada tahun 2015 untuk mendapatkan opini dari pengguna Xiaomi. Saat itu, pertanyaan Lei Jun ini dimuat di beberapa media, termasuk oleh detikINET.


Dalam unggahannya di Weibo lima tahun yang lalu, Lei Jun mengatakan alasannya untuk menjual ponsel tanpa charger agar lebih ramah lingkungan. Tapi ada beberapa pengikutnya yang mengatakan hal ini dilakukan untuk memangkas biaya.


Dalam siaran langsungnya, Lei Jun mengatakan lima tahun yang lalu ia memiliki banyak charger yang tidak terpakai dan hanya berdiam di laci. Akhirnya saat Xiaomi pindah ke markas baru setahun yang lalu, mereka harus membuang beberapa kotak berisi charger yang tidak terpakai.


Karena itu, Lei Jun akhirnya mewujudkan keinginannya sejak lima tahun yang lalu untuk menjual ponsel tanpa adapter charger di kotak penjualannya dengan opsi untuk membelinya secara terpisah.


Saat meluncurkan Mi 11, Xiaomi menjualnya tanpa charger secara default. Tapi pengguna bisa membeli paket yang telah di-bundle dengan charger 55W GaN dengan harga yang sama.


Namun, sepertinya Mi Fans di China tidak begitu antusias menyambut Mi 11 edisi ramah lingkungan. Dari 350.000 unit Mi 11 yang terjual di hari pertama penjualan di China, hanya 20.000 unit tanpa charger yang terjual, atau sekitar 6% dari total penjualan.

https://kamumovie28.com/movies/seduction-4/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar