Kamis, 23 Januari 2020

Apes Banget Penumpang Ini, Ada Bekas Muntah di Kursi Pesawatnya

- Apes betul penumpang satu ini. Tempat duduk kursi pesawatnya, ada bekas muntah yang sudah mengering. Iyuh!

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Jumat (7/6/2019) penumpang itu bernama Dave Gildea. Dia bekerja di suatu perusahaan digital di Silicon Valley, AS.

Ceritanya, Dave naik pesawat British Airways dari Bandara Heathrow di Inggris menuju ke Seattle di AS. Saat mau duduk, dia melihat kursi pesawatnya terdapat bekas muntah!

Dave pun melaporkan ke awak kabin. Tapi malah, awak kabin bertanya apakah itu bekas muntahnya Dave?

"Bahkan saya juga tidak ditawari pindah kursi," keluh Dave.

Dave pun meng-upgrade tempat duduknya ke kelas bisnis. Dia sudah mengontak pihak British Airways terkait hal tersebut dan belum mendapat jawaban yang memuaskan.

Postingan Dave berupa foto kursi pesawat bekas muntahan tersebut pun jadi perbincangan di media sosial. Banyak netizen berujar, seharusnya Dave mendapat refund (uang pengembalian) tiket pesawatnya atau diberikan kompensasi lain. 

Nami Island Tak Melulu Winter Sonata

Winter Sonata dan Nami Island tak bisa dipisahkan. Tapi sebenarnya, ada apa saja sih di Nami Island selain soal syuting film-film drama Korea?

Nami Island atau Pulau Nami dapat ditempuh dari Kota Seoul dengan waktu tempuh 1,5-2 jam jika menggunakan mobil atau bus. Setelah sampai di area parkir dermaga menuju Pulau Nami, traveler akan melihat banyak bus dan mobil yang terparkir karena Pulau Nami tidak hanya populer bagi wisatawan mancanegara tapi juga bagi masyarakat Korea sendiri. Saat hari libur, bisa dipastikan pulau ini sangat padat pengunjung.

Nama Pulau Nami atau Nami Island sendiri berasal dari nama salah satu pahlawan Korea Selatan, yaitu Jenderal Nami. Dikatakan bahwa makam sang jenderal juga berlokasi di pulau ini. Jenderal Nami sejak kecil dikenal sebagai sosok yang sangat berani. Di usianya yang muda, ia meraih peringkat pertama dalam ujian militer yang sulit. Berita mengenaib prestasi gemilang Nami terdengar hingga ke telinga raja yang saat itu memerintah.

Seiring prestasinya yang makin gemilang dan keterlibatannya dalam pertahanan dan militer kerajaan, Jenderal Nami kemudian diberi mandat menjadi Menteri Pertahanan Nasional di usia 25 tahun. Namun naas, hidupnya berujung pilu karena ia dituduh berkhianat dan bahkan dieksekusi. Hingga pada tahun 1818, saat Raja Sunjo berkuasa barulah diumumkan bahwa sebenarnya tuduhan penghianat hanya dibuat-buat untuk menghukum Jenderal Nami. Nama baik Nami pun dipulihkan.

Tak bisa dipungkiri, nama pulau ini semakin mendunia sebagai objek wisata yang wajib dikunjungi saat ke Korea Selatan setelah digunakan sebagai lokasi shooting drama Winter Sonata yang dibintangi Bae Yong-jun dan Choi Ji-woo.

Panorama alam Nami Island yang disuguhkan dalam drama tersebut membuat penontonnya mendambkan bisa melihat langsung keindahan yang sama. Hutan pinus berbaris yang diselimuti salju putih dan sungai kecil menambah keindahan dan suasana romantis di pulau ini. Sejak drama yang diproduksi pada tahun 2002 ini meledak, begitupun pengunjung yang datang ke Nami Island.

Dermaga Gapyeong, itulah nama dermaga yang akan memberangkatkan traveler ke Nami Island yang disebut juga Naminara Republic. Di dermaga ini, traveler harus menuju loket untuk mengabil 'visa' alias tiket untuk masuk ke Naminara Republic. Republik? Pasti kebingungan itu akan muncul pertama di benak traveler saat membaca nama Naminara Republic bahkan saat ada pemeriksaan imigrasi di gate masunya.

Ya, Nami ini dianggap sebagai sebuah negara sendiri, negeri khayalan, apalagi perlu menyeberang Sungai Han menuju pulau kecil ini. Menyebarangnya pun hanya sebentar, sekitar 10 menit. Jadi, wisata ke Pulau Nami bagi masyarakat Korea memberi kesan seolah-olah mereka sedang keluar negeri.

Kapal feri yang digunakan untuk menyeberang ke Pulau Nami pun sangat istimewa karena dihiasi dengan berdera dari berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Saat tiba di Pulau Nami, ucapan selamat datang dalam berbagai bahasa pun menyambut traveler.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar