Kamis, 23 Januari 2020

Google Lens Kini Bisa Terjemahkan Huruf Kanji

Kamu yang akan bepergian ke Jepang tak perlu ragu jika berhadapan dengan menu berhuruf Kanji. Google Lens memperkenalkan fitur terbaru, yakni terjemahan.

Melansir CNN, Jumat (31/5/2019), Google Lens telah meluncurkan serangkaian fitur baru yang akan mempermudah bagi turis. Dengan filter Terjemahan, traveler dapat mengarahkan kamera ke pilihan teks, dan akan dikonversi ke bahasa pilihan saat itu juga.

Meskipun fitur ini sebelumnya telah tersedia di Google Translate untuk beberapa pilihan bahasa, Google Lens sekarang dapat mendeteksi lebih dari 100 lainnya. Teks yang diterjemahkan akan ditampilkan tepat di atas kata-kata aslinya.

Meski ada sedikit kesalahan penerjemahan, namun fitur ini akan memudahkan bagi turis tentunya. Perombakan Google Lens juga mencakup filter Dining atau makan malam yang sangat berguna untuk memberi tahumu jikalau ada hidangan paling populer di suatu restoran begitu mengarahkan kamera ke menu.

Selain itu, kamu juga dapat melihat hidangan yang tertera dari menu, membaca ulasan dan bahkan mengetahui biayanya jika dimakan berkelompok. Fitur-fitur baru lainnya yakni Shopping atau belanja yang dapat mengidentifikasi pakaian dan furnitur hingga menampilkan barang-barang yang menarik lainnya.

Google Lens ada di dalam aplikasi Google Assistant dan Google Photos di Android. Sementara pengguna iOS dapat mengaksesnya melalui aplikasi Google dan Google Photos.

Fitur-fitur baru, yang awalnya diumumkan di Google I/O 2019 awal bulan ini, akan sepenuhnya tersedia untuk semua platform pada akhir minggu ini.

Satu Lagi yang Hits di Yogyakarta: Puncak Sosok Bantul

Kabupaten Bantul kembali menghadirkan tempat wisata malam yang Instagramable dari ketinggian. Adalah Puncak Sosok, mampirlah jika mudik ke Yogyakarta.

Berlokasi di Dusun Jambon, Desa Bawuran, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Puncak Sosok dapat dicapai dengan melakukan perjalanan darat sejauh 16 kilometer dari jantung Kota Yogyakarta.

Untuk rutenya, pengunjung hanya perlu menuju Jalan Pleret-Patuk, nantinya sebelum tanjakan menuju Cino Mati pengunjung mengambil arah ke utara dan di sana sudah ada plang petunjuk jalan menuju Puncak Sosok.

Sesampainya di Dusun Jambon, pengunjung harus melewati jalan cor blok yang menanjak. Tak hanya menanjak, jalan itu terbilang sempit, bahkan hanya bisa dilintasi satu unit mobil. Meski cukup jauh, pengunjung akan dimanjakan pemandangan indah perbukitan nan hijau di sepanjang jalan tersebut.

Beberapa menit menanjak, pengunjung akan sampai di area parkir Puncak Sosok. Dari area parkir tersebut, pengunjung masih harus berjalan kaki menyusuri jalan cor blok yang menanjak hingga akhirnya sampai di Puncak Sosok.

Sesampainya di Puncak Sosok, pengunjung akan disambut pemandangan TPST Piyungan dari ketinggian. Berjalan ke arah barat, pengunjung akan menemui spot foto dan jalan setapak menuju gardu pandang di Puncak Sosok.

Berjalan lebih jauh, nantinya tampak sebuah panggung dari bambu berada di ujung jalan setapak tersebut. Selain itu, di sisi sebelah kiri panggung terdapat 6 bangunan dari bahan bambu dan beratap jerami kering. Ke-6 bangunan itu adalah food court yang menyediakan aneka makanan, minuman dan penyewaan alas duduk atau tikar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar