Seekor buaya muara bikin heboh warga Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, NTB. Namun, keberadaannya malah jadi atraksi wisata.
Ada yang berbeda di tahun ini di Desa Emang Lestari. Ketika menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H, warga dihebohkan dengan penangkapan seekor buaya muara pada Selasa (4/6) sore menjelang azan Magrib.
Kegembiraan warga menyambut datangnya perayaan Hari Raya Idul Fitri tak kalah menarik dengan adanya penangkapan buaya di perairan Molong dekat dengan Pantai Batu Pampang Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk.
Begitu masyarakat menuju pantai, terlebih dahulu mereka singgah di Jembatan Emang untuk melihat secara langsung buaya di bawah jembatan tersebut. Pengunjung datang dari wilayah desa dalam kecamatan maupun dari luar Kecamatan Lunyuk.
"Masyarakat tetap ramai datang mengunjungi buaya tersebut, karena persis di bawah jembatan Emang tempatnya sementara," ungkap salah seorang warga desa setempat, Syamsul Bahri kepada detikcom, Kamis (6/6/2019).
Syamsul bercerita tentang potensi wisata yang ada di desanya. Menurut dia, lokasi Pantai Batu Pampang yang dekat dengan muara tempat hidupnya sekawanan buaya itu sangat cocok dikembangkan jadi taman penangkaran buaya.
Kondisi muara yang di pinggirnya ditumbuhi pohon bakau nan hijau itu begitu mendukung jika dikembangkan jadi objek wisata.
Hanya saja, menurut Syamsul, pengakuan warga di desanya belum begitu memahami izin dan prosedur jika nanti di wilayah desa itu dijadikan taman penangkaran buaya.
"Sebenarnya untuk desa, masyarakat sangat setuju apabila dibuatkan penangkaran buaya. Akan tetapi izin resmi dari pihak terkait kami belum berani," tutur dia.
Syamsul berharap pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Dinas Pariwisata di daerahnya memberikan izin serta pembinaan tentang bagaimana cara untuk membuat penangkaran buaya.
"Masalahnya kami khawatir dengan keamanan buaya itu. Cara pengelolaan dan perizinan yang kami belum tahu," katanya.
Harapan yang sama juga disampaikan oleh Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa, Abdul Murad.
"Bagus. Harusnya BKSDA tanggap, karena keberadaan buaya tersebut bisa jadi potensi wisata," ujarnya.
Bagi traveler yang penasaran, ayo segera berkunjung ke Pantai Batu Pampang sekaligus menyaksikan buaya di Desa Emang Lestari. Mumpung lagi musim liburan panjang Lebaran Idul Fitri.
Wonderful Indonesia Hiasi Open Great Bus di Piala Dunia Wanita 2019
Wonderful Indonesia kembali menunjukkan eksistensinya di ajang sport tourism dunia. Kali ini, branding pariwisata Indonesia itu menginvasi perhelatan Piala Dunia Wanita 2019.
Dalam event yang dihelat Paris, Prancis, pada 1-31 Juni 2019, 4 unit open great bus yang dibungkus keindahan Indonesia benar-benar mencuri perhatian karena tampilannya yang begitu mencolok. Ada keindahan alam Banyuwangi, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Belitung, NTT, NTB, dan Sulawesi Selatan. Ada juga gugusan pulau-pulau yang menawan milik Raja Ampat, dan hamparan sawah yang menghijau di Ubud Bali.
"Mumpung mata dunia tertuju ke Perancis, maka ini timing yang pas untuk menaikkan selling sekaligus branding Wonderful Indonesia di mata dunia. Kita menemukan momentum istimewa, maka kita curi peluang. Apalagi ini merupakan perhelatan sepak bola, olah raga yang paling ditonton dan dibicarakan orang," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangannya, Jumat (7/6/2019).
Ketika Prancis menjadi tuan rumah Piala Eropa 2016, Menteri lulusan Telematika University of Surrey itu juga membranding bus pariwisata yang keliling Paris. Begitu juga ketika Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia tahun 2018. Lalu ketika perhelatan pameran pariwisata terbesar dunia ITB Berlin. Bahkan Branding Wonderful Indonesia selalu hadir menghiasi perhelatan ITB Berlin setiap tahunnya.
Menurut Mantan Dirut Telkom itu, dimana ada crowds, di situlah tempat efektif untuk promosi. Piala Dunia Wanita pun tidak kalah menariknya dengan piala dunia pria. Faktanya, pada 2015 total penonton yang hadir ke stadion mencapai 1.353.506 penonton dari 52 pertandingan. Bahkan, siaran televisi untuk Piala Dunia Wanita 2015 lalu mencatat rekor fantastis. Seluruh pertandingan ditonton oleh lebih dari 750 juta pasang mata di seluruh dunia.
"Antusiasme yang lebih hebat tentunya bakal diharapkan pada Piala Dunia perempuan di Prancis kali ini. Apalagi negara ini sebelumnya telah sukses menggelar Euro tahun 2016 dan menjadi juara Piala Dunia 2018. Makanya ini sangat strategis," ujar Arief.
Deputi pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya juga mengatakan langkah ini merupakan upaya untuk semakin menebarkan virus Wonderful Indonesia. Tidak hanya di Eropa, tetapi juga dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar