Mungkin kamu masih mudik dan liburan di Bandung, mari melipir ke Taman Begonia. Adanya di Lembang, ini taman bunga yang sangat indah!
Taman Begonia terletak di Langensari, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Sesuai namanya, Taman Begonia ini dihiasi dengan hamparan bunga Balinea. Begonia Balinea merupakan bunga cantik asal Pulau Dewata yang bisa tumbuh di sepanjang musim.
Bunga ini menyita perhatian para pecinta bunga, karena selain memiliki bentuk yang menawan juga memiliki warna merah yang mencolok di atas lahan seluas 1,5 hektar ini.
Erna Saleh, pengelola Taman Begonia mengatakan, selain bunga Balinea, juga terdapat 75 jenis bunga yang tak kalah cantiknya. Sebagian besar bunga-bunga tersebut ia impor dari Thailand.
Sambil menghirup udara segar pegunungan, pengunjung juga bisa menikmati keindahan bunga Celosia, Melampodium, Impatiens, Salvia, Geranium dan berbagai jenis bunga lainnya.
"Kalau yang langka sih tidak ada, semua bunga di sini bisa ditanam di mana saja," kata Erna kepada detikcom, Jumat (7/6/2019)
Hanya dengan Rp 20 ribu, pengunjung bisa berfoto sepuasnya dengan latar kebun bunga yang indah dan berwarna-warni. Berbagai ornamen dan dekorasi membuat area wisata ini sebagai ladang berburu foto yang Instagramable.
Selain kebun bunga, di tempat ini juga tersedia ladang sayuran dan cafe. "Kalau saat musim liburan seperti ini, banyak yang datang dari luar negeri seperti India, Malaysia juga luar daerah seperti Jakarta dan sekitarnya," ucapnya.
Sabang, Destinasi Top Untuk Bulan Madu
Sabang punya banyak tempat wisata. Bahkan, destinasi di bagian paling barat Indonesia ini juga cocok sebagai tempat bulan madu.
Perjalanan kali ini, saya ditemani oleh istri saya. Saya sengaja memilih Sabang terutama titik nol kilometer sebagai langkah awal perjalanan hidup saya dan perjalanan traveling saya.
Kebetulan jauh sebelum rencana ini, kami sudah dapat tiket PP murah dari maskapai BUMN Indonesia. Di hari pertama, kami langsung datang ke museum tsunami di Kota Banda Aceh. Megah terasa, sunyi, rasa tsunami seperti mendalam di bangunan ini. Lalu kami memilih hotel yang jaraknya dekat dengan kota.
Malam hari, saya dan istri memilih seafood sebagai pilihan. Kami makan cukup murah, kisaran Rp 25-35 ribu untuk cumi dan udang dengan porsi sangat besar. Dan kami tentunya, mencicipi ayam tangkap khas Serambi Makkah ini. Untuk seporsinya ayam tangkap hanya Rp 35 ribu.
Setelah kenyang, masih cukup waktu untuk berburu oleh oleh. Dari informasi waega lokal, belanja paling lengkap dan murah, kalian bisa datang ke toko Pusaka Souvenir Gallery. Dari tas, dompet, kain tenun, kopi, hingga kue kue yang hanya ada di Aceh saja. Ada pula dendeng dari 2 olahan, sapi dan kerbau, unik sekali. Setelahnya kami langsung paketkan oleh oleh tersebut.
Di hari kedua, kami check out dari hotel pukul 7 pagi, mendapatkan info bahwa kapal berangkat pukul 10.00 kami memutuskan untuk datang ke PLTD apung yang hanya berjarak 3 kilometer dari Pelabuhan Ulee Lheue. Jam 8 museum dibuka, di sini seluruh nama korban tsunami dibuatkan tugu kenangan dengan ukiran nama para korban. Di dalam kapal yang terseret ini, disediakan informasi informasi tentang tsunami dari kejadian, penyebab, dan penanggulangannya. Tidak ada biaya masuk, luas, dan kebersihan sangat terjaga.
Setelah waktu hampir pukul 10.00 WIB kami langsung naik kapal untuk menyeberang, waktu tempuh kapal ferry ialah 1,5 jam dan kami tiba di sabang dengan membawa motor rental agar lebih mudah dan cepat.
Tujuan kami langsung ke titik nol kilometer, jalan berliku dan menanjak menjadi tantangan untuk saya dan istri saat itu, dan kami berhasil tiba, dan segera kembali ke kota sabang untuk membuat sertifikat pengunjung titik nol yang terdata dari dinas pariwisata setempat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar