Kamis, 23 Januari 2020

#PesonaKulinerMudik Pandu Traveler Cari Tempat Makan Saat Mudik

#PesonaKulinerMudik digagas Kementerian Pariwisata agar memberi informasi kepada masyarakat terkait ragam kuliner di suatu daerah. Sebagaimana dikatakan Staf Khusus Bidang Media dan Publikasi Kemenpar Don Kardono tujuannya dibuatnya tagar tersebut agar para pemudik lebih mudah mendapatkan rujukan soal makanan atau tempat makan favorit.

"Dengan konten informatif ini, kita berharap para pemudik bisa lebih enjoy berwisata kuliner di daerah-daerah. Kita juga membantu pengusaha kuliner untuk mempromosikan masakannya, dengan harapan usahanya semakin ramai," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (7/6/2019).

Menurutnya, kuliner sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat belakangan ini. Mereka biasanya datang ke daerah tertentu selalu penasaran dengan makanan khasnya.

"Datang ke daerah baru tanpa mencicipi makanan khas, rasanya kurang pas. Pemikiran itu yang sekarang ada di benak wisatawan. Karenanya, kuliner daerah perlu dilestarikan agar tetap eksis dan tak tergerus kemajuan zaman yang lebih cenderung ke makanan siap saji," ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, Indonesia dihuni beragam suku bangsa dengan budaya dan tradisi masing-masing. Latar belakang kehidupan dan kebiasaan yang berbeda, menciptakan makanan yang berbeda pula antara satu daerah dengan daerah lain.

"Sebagai warga negara Indonesia, kita bangga sekali karena negeri ini mempunyai kekayaan kuliner yang luar biasa. Jenisnya sangat beragam dan yang jelas enak-enak. Hampir semua kuliner daerah memiliki cita rasa yang pas di lidah masyarakat Indonesia," tegasnya.

Kebanggaan mantan Dirut Telkom ini terhadap kuliner Indonesia bukan tanpa alasan. Beberapa kuliner nusantara bahkan eksis hingga ke mancanegara. Contohnya rendang, bakso, dan nasi goreng.

"Melambungnya hashtag #PesonaKulinerMudik secara langsung juga meningkatkan branding kuliner Indonesia. Masakan nusantara semakin lestari dan terkenal," tandasnya.

Sebagai informasi hashtag #PesonaKulinerMudik sempat menjadi tranding topic di Twitter selama pada, Kamis (6/6) kemarin.

Ini 'Sepeda Terbang' dari Sulawesi Selatan

Libur Lebaran di Makassar, Sulawesi Selatan jangan hanya berdiam diri di rumah. Main-main ke Hutan Malino dan naik 'sepeda terbang' yuk!

Lokasinya yang berada di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini berada diketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut yang berada sekitar 90 km di sebelah timur kota Makassar, tak jauh dari lokasi hutan pinus dan wisata berkuda.

Letaknya yang berada di dataran tinggi dengan menghadap pepohonan pinus yang segar membuat objek wisata Malino menjadi favorit saat ini untuk mengisi hari libur.

Untuk menaiki sepeda terbang di Kawasan Hutan Malino, pengunjung hanya dikenakan biaya Rp 20 ribu dan Anda sudah bisa bersepeda di atas ketinggian dengan pemandangan alam yang indah dan udara sejuk.

"Cuman bayar 20 ribu pak, sudah bisa naik sepeda terbang tadi. Pemandanganya juga bagus karena ada hutan pinus dikelilingi gunung," kata seorang pengunjung, Ayu, ditemui di Hutan Pinus Malino, Jumat (7/6/2019).

Tak perlu kuatir terjatuh, pihak pengelola sepeda terbang telah menjamin keselamatan para pengunjungnya yang akan menaiki, dengan terlebih dahulu memasang tali dan sabuk pengaman sebelum menaiki sepeda terbang.

Ayu warga asal Makassar, datang khusus untuk melihat dan merasakan sepeda terbang. Ia bersama keluarganya datang untuk mengisi libur lebaran.

"Kebetulan libur lebaran, kita mau liat juga sepeda terbang, ternyata ada juga di Sulsel. Bagus dan pemandanganya juga," jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar