Kamis, 23 Januari 2020

Rekomendasi Tempat Bukber di Bangkok dan Pattaya

 Di Bangkok dan Pattaya terdapat berbagai pilihan restoran halal untuk berbuka puasa. Tidak hidangan lezat dan halal, juga ada musala di sini.

Bulan Ramadhan bukan merupakan penghalang untuk melakukan kegiatan travelling. Namun saat tiba waktunya berbuka puasa, terkadang kita cukup galau terlebih jika sedang travelling ke negara yang mayoritas penduduknya bukan Muslim seperti Thailand.

Tidak perlu kuatir traveller, karena sesungguhnya di Bangkok maupun Pattaya terdapat restaurant halal yang menyajikan hidangan khas Thailand yang nikmat. Istimewanya, sebagian dari restaurant ini memiliki musholla yang nyaman, sehingga ibadah kita tetap terjaga.

Berikut rekomendasi restaurant halal yang ada di Bangkok dan sekitarnya :

1. Diwan Restaurant, Almeroz Hotel

Almeroz Hotel merupakan hotel berbintang pertama di Thailand yang sudah bersertifikat halal. Tidak perlu ragu, makanan yang disajikan di restaurant nya pun sudah dijamin pasti halal dan lezat. Dengan konsep all you can eat, berbuka jadi semakin nikmat dengan aneka sajian khas Thailand, Asia maupun Western. Tersedia musholla yang sangat nyaman untuk pengunjung di hotel ini.

2. Canal Restaurant , Nouvo City Hotel

Merupakan restaurant halal dengan konsep all you can eat. Sesuai dengan namanya, restaurant ini tepat berada di sisi kanal. Sajian restaurant ini adalah perpaduan dari hidangan local Thailand dan Western, selain nikmat pastinya juga dijamin halal. Terdapat musholla yang luas dan nyaman di tempat ini.

3. Yana Restaurant, MBK

Restaurant ini terletak di mall yang sudah terkenal di kalangan wisatawan Indonesia, karena harga barang yang relatif murah dan nyaman. Tepatnya di lantai 5 terdapat Yana Restaurant, yang menyajikan makanan halal khas Thailand. Hidangan yang istimewa adalah Tom Yam Udang dengan kuah santan yang gurih. Walau tidak ada musholla di restaurant ini, namun di MBK tersedia musholla yang nyaman untuk pengunjung.

4. Ole Halal Restaurant

Restaurant ini merupakan favorit keluarga kerajaan Thailand. Walau bangunan restaurant ini cukup sederhana, namun hidangan khas Thailand yang disajikan sangat mengelus lidah. Pada saat jam berbuka puasa, dapat dipastikan restaurant ini selalu dipadati oleh pengunjung.

5. Amir Halal Food, Pattaya

Merupakan restaurant favorit wisatawan Muslim yang berlokasi di kawasan wisata, Pattaya. Hidangan yg disajikan tentu saja aneka hidangan khas Thailand dengan rasa yang lezat dan dapat dipastikan kehalalannya. Istimewanya restaurant ini tepat bersebelahan dengan masjid yang cukup besar, sehingga selepas berbuka kita bias langsung menunaikan sholat Maghrib.

Wisatawan keluhkan Bayar 2 Kali Masuk Pantai Gunungkidul Ini

Wisatawan keluhkan restribusi ganda yang dialaminya saat berkunjung ke Pantai Gesing, Gunungkidul. Tanggapi ini, Dispar akan menyurati dan lakukan pengawasan.

Menjelang libur lebaran tahun ini, wisatawan asal Kecamatan Wonosari mengeluhkan tarif retribusi ganda yang berlaku di Pantai Gesing. Terkait hal itu, Dinas Pariwisata telah menyurati pihak Desa agar kejadian serupa tak terulang.

Lukas Didit (45), warga Kecamatan Wonosari menjelaskan, terkuaknya tarif retribusi ganda itu berawal ketika ia dan keluarganya berwisata ke Pantai Gesing beberapa hari yang lalu. Di mana saat itu Didit harus membayar biaya retribusi ke petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Rp 5.000 untuk setiap orangnya.

"Setelah membayar karcis masuk di TPR itu saya melanjutkan perjalanan ke Pantai Gesing," ujarnya saat ditemui wartawan di sekitar Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Sabtu (1/6/2019).

Lanjut Didit, sesampainya di sebuah tanjakan yang berada dekat dengan Pantai Gesing, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, laju mobilnya dihentikan oleh 2 orang yang diduga warga Desa setempat. Usai menghentikan laju mobilnya, kedua orang berjenis kelamin laki-laki itu meminta Didit untuk kembali membayar biaya masuk ke Pantai Gesing.

"Terus sebelum masuk Pantai Gesing ada 2 orang minta Rp 5.000 per gundul. Karena sudah bayar di TPR, saya tanya kok harus bayar lagi, naah sama dia (salah satu oknum) dijawab 'kesepakatan kelompok memang gitu' pak," ujarnya menirukan oknum tersebut.

Karena saat itu anaknya ingin segera menuju teras kaca di kawasan Pantai Gesing, Didit terpaksa membayar biaya retribusi Rp 5.000 per orang kepada oknum tersebut.

"Kalau di TPR Baron bayar retribusi Rp 10 ribu per gundul wajar, kan bisa mengunjungi 12 Pantai. Nah, ini mau ke 1 pantai saja (Pantai Gesing) harus bayar Rp 10 ribu per gundul," kata Didit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar