Kamis, 23 Januari 2020

Soal Tiket Mahal, Traveloka: Kami Tak Berwenang Mengubah Harga

Polemik tiket pesawat mahal di musim mudik ini disikapi Traveloka. Setelah pertemuan dengan Kemenhub dan Garuda, Public Relations Director Traveloka, Sufintri Rahayu, mengatakan sepakat untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan produk tiket pesawat terbang, agar lebih mempermudah informasi bagi pengguna.

"Traveloka, sebagai platform teknologi (e-market place) tentunya tidak memiliki kewenangan untuk mengubah harga apapun. Dan dalam hal ini, kami tidak ada intensi apapun, untuk memperkeruh atau membuat kecemasan di masyarakat," kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/6/2019).

Pihak Traveloka juga mengatakan di saat peak season ini, tentunya harga menjadi sangat dinamik. Namun, harga yang belakangan ramai tersebut merupakan harga tiket pesawat kelas bisnis yang tentunya berbeda dengan kelas ekonomi. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar pembeli jeli membeli tiket yang sesuai dengan keinginan.

Traveloka, lanjut dia, telah menyediakan fitur filter yang bisa dimanfaatkan untuk mencari penerbangan yang diinginkan.

"Setelah menentukan tujuan, tanggal bepergian, dan kelas penerbangan, halaman akan menampilkan hasil pencarian. Lalu, pilih menu filter. Pada bagian 'Transit', pilih menu 'Langsung', untuk hanya menampilkan penerbangan langsung. Klik 'Pilih Penerbangan'. Laman akan menampilkan hasil pencarian daftar maskapai dengan penerbangan langsung," tandas dia.

Dia juga mengimbau agar calon konsumen untuk dapat melakukan pengecekan terus secara berkala dan mengatur fitur Price Alert yang tersedia di platform Traveloka, terutama di saat-saat peak season seperti sekarang ini. 

Kenang Lagi Lampion di Candi Borobudur

Pada saat perayaan Waisak kemarin, ratusan lampion diterbangkan di Candi Borobudur. Suasana syahdu dan pengalaman religius ini tak akan terlupakan.

Lampion identik dengan light of peace and hope. Pelepesan lampion itu sendiri bagi umat Buddha memiliki makna melepaskan segala hal negatif dalam diri kita dan digantikan dengan kesucian untuk selalu berbuat kebaikan.

Ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti acara keagamaan umat Buddha secara langsung. Sungguh beruntung dan takkan bisa terlupakan bisa ikut berpartisipasi dalam festival pelepasan lampion yang dilaksanakan sehari sebelum Waisak ini. Setidaknya kalian harus mengikuti satu kali dalam seumur hidup kalian karena pengalaman yang kalian dapat sangat berharga!

Cerita ini berawal dari ajakan seorang teman saya untuk mengikuti festival pelepasan lampion di Candi Borobudur. Pada mulanya saya tidak mempunyai gambaran mengenai acara ini, namun setelah browsing di internet dan mempunyai sedikit gambaran mengenai acara ini akhirnya saya tertarik dan memutuskan untuk mengikuti acara yang dilaksanakan sehari sebelum hari raya Waisak ini.

Persiapan pertama yang saya lakukan adalah memesan tiket kereta api, hotel dan jasa tour untuk mengikuti acara ini. Saya menggunakan jasa tour dikarenakan tiket pelepasan lampion ini hanya di jual di Candi Mendut, sehingga tidak memungkinkan saya untuk membeli tiket langsung on the spot karena saya bekerja di Gresik. Selain itu, menurut informasi dari internet apabila kita ingin membeli tiket di Candi Mendut harus datang sebelum siang hari, jika tidak kemungkinan besar tiket akan habis terjual.

Awal perjalanan saya dimulai dari stasiun Gubeng, Surabaya menuju stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Saya bersama 6 teman saya memilih jadwal keberangkatan pukul 08.10 WIB dan sampai di Yogyakarta pukul 13.55 WIB. Setiba di stasiun Lempuyangan kami langsung menuju ke hotel tempat kami menginap di daerah Malioboro. Selama di hotel kami istirahat sejenak dan mandi dikarenakan jadwal tour kami dimulai pukul 16.00 รข€“ 00.00 WIB.

Akhirnya kami tiba di Candi Borobudur sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung menuju ke halaman candi. Selama perjalanan menuju Candi Borobudur, kita akan diberi kertas wish yang nantinya akan ditempelkan pada lampion. Ternyata perayaan ini banyak dihadiri oleh masyarakat yang berasal dari luar kota, daerah maupun luar negeri. Tidak hanya kaum Buddhist saja, melainkan kaum Kristiani maupun Muslim turut serta berpartisipasi dalam acara keagamaan Buddha ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar