Sabtu, 05 Desember 2020

Jawaban KPU Soal Hak Pilih Pasien COVID-19 yang Kritis

 Menjelang Pilkada 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengupayakan semua warga negara Indonesia bisa menggunakan hak pilihnya. Tidak terkecuali para pasien positif COVID-19 yang mungkin sedang menjalani isolasi mandiri atau dirawat di fasilitas kesehatan.

Komisioner KPU, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, menjelaskan bahwa pada pasien COVID-19 petugas nantinya yang akan mendatangi setelah berkoordinasi dengan satgas dan dinas kesehatan setempat. Petugas dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD).


"Hak pilih seseorang adalah hak konstitusional yang sangat mendasar. Jadi KPU berkomitmen untuk menjaga, melindungi, dan memfasilitasinya," kata Dewa dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB pada Jumat (4/12/2020).


Lebih jauh Dewa juga menjelaskan bila memang pasien dalam kondisi yang benar-benar tidak memungkinkan, misalnya kritis, maka KPU tidak akan memaksa.


"Jadi prinsip harus diutamakan tapi tentu tidak dipaksakan. Bagaimana kalau ada pemilih misalnya keadaan kritis menyatakan 'mohon izin saya tidak bisa menggunakan hak pilih'? Tentu kami tidak bisa memaksa," ungkap Dewa.


"Kami berharap mari kita bersama-sama berupaya menegakkan demokrasi, hak pilih warga negara. Tapi juga berkoordinasi untuk memfasilitasi aspek-aspek kesehatan," pungkasnya.

https://tendabiru21.net/movies/flower-snake-zero/


ASI Perah Bau Tengik, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya


Salah satu masalah umum yang kerap dialami oleh ibu menyusui adalah air susu ibu (ASI) yang berbau tidak sedap, rasa yang menyerupai sabun dan warna yang berubah. Penyebabnya yaitu enzim lipase yang terkandung dalam ASI. Kadar enzim lipase yang terlalu banyak dapat menyebabkan perubahan bau, rasa, dan warna pada ASI yang diperah.

Lipase merupakan enzim yang penting untuk memecah ASI agar mudah dicerna oleh bayi. Lipase diproduksi di pankreas. Meredith Walls CNM NP, konsultan laktasi, menjelaskan bahwa sampai saat ini, belum ada studi yang menunjukan bahwa banyaknya enzim lipase dapat berdampak buruk bagi kesehatan bayi. Bayi akan tetap mampu mencerna ASI tanpa masalah.


"Satu-satunya masalah, yaitu tidak semua bayi suka minum ASI perah yang berubah rasa atau berbau," ujar Walls.


Dikutip dari Parenting Firstcry, berikut 5 cara untuk mengatasi perubahan bau, rasa dan warna akibat banyaknya enzim lipase pada ASI.


1. Hindari simpan ASI perah terlalu lama

Untuk mengubah rasa dan bau, enzim lipase memerlukan waktu yang cukup lama. Sehingga untuk mencegah ASI berbau tidak sedap dan berubah rasa, hindari penyimpanan ASI terlalu lama. Ibu menyusui dapat langsung memberikan ASI langsung selama beberapa jam atau hari yang sama setelah proses memerah.


2. Catat waktu setelah memerah

Salah satu cara untuk menghindari bau tengih pada ASI perah, ibu menyusui dapat mencatat jam atau hari pada kantong ASI tersebut. Pada umumnya perubahan akan terjadi pada beberapa jam sampai beberapa hari. Untuk mengetahui secara pasti kapan enzim lipase mengubah rasa pada ASI, ibu menyusui dapat menggunakan metode trial and error dengan melihat kapan bayi mulai menolak ASI yang telah disimpan. Setelah itu, ibu menyusui dapat menyesuaikan durasi penyimpanan ASI yang sesuai.


Selain itu, cara lain untuk mencegah ASI berbau, berubah rasa dan warna, ibu menyusui juga dapat menyesuaikan tekanan dan kecepatan memerah ASI.


KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

https://tendabiru21.net/movies/buffalo-boys/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar