Senin, 21 Desember 2020

Katib Aam PBNU: Keturunan Nabi Berhak Dihormati, Tapi Jangan Benarkan Salahnya

 Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, turut angkat bicara atas pernyataan Buya Syafii Maarif tentang mendewakan keturunan Nabi sebagai bentuk perbudakan spiritual.

Mantan jubir presiden era Gus Dur tersebut menyebut maksud dari pernyataan mendewakan keturunan Nabi adalah yang dimaksudkan oleh Buya Syafii adalah mengikuti sampai secara buta tanpa peduli benar atau salah.


"Mungkin, yang dimaksud Buya dengan istilah mendewakan itu sampai batas mengikuti secara buta, tanpa peduli benar atau salah," terang Gus Yahya melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (23/11/2020).


Gus Yahya menjelaskan bahwa keturunan Rasulullah sudah selayaknya mendapat hak untuk dihormati. Namun, di sisi lain, membenarkan suatu kesalahan, siapapun pelakunya jelas tidak boleh.


"Keturunan Rasulullah berhak dihormati karena nasabnya. Tapi membenarkan kesalahan, siapa pun pelakunya, jelas tidak boleh," papar mantan Wantimpres Jokowi tersebut.


Sebelumnya, Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii menyoroti soal fenomena mendewakan sosok yang mengaku keturunan nabi. Buya menyampaikan pendapatnya yang ditulis akun Twitter @SerambiBuya.


"Bagi saya mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan Nabi adalah bentuk perbudakan spiritual," tulis akun Twitter @SerambiBuya seperti dikutip detikcom, Senin (23/11).

https://cinemamovie28.com/movies/rambo-last-blood/


Pengguna Bisa Coba Lipstik Virtual di Google


Kekurangan dari belanja online adalah pengguna tak bisa mencoba barang secara langsung yang ingin dibeli apakah cocok atau tidak seperti halnya produk kecantikan.

Misal ingin tahu warna-warna lipstik yang cocok di bibir atau eyeshadow cocok atau tidak jika diaplikaskan di wajah, hal itu susah dilakukan kalau belanja online.


Nah untuk itu Google dengan mesin pencariannya ingin membantu penggunanya dapat mencobanya secara virtual melalui Augemented Reality (AR) dan pratinjau.


Dilansir detiKINET dari 9to5google, Senin (21/12/2020) Google akan menunjukkan bagaimana produk tersebut pada berbagai warna kulit untuk membantu pengguna membandingkan corak dan tekstur.


Satu carousel di bagian atas menampilkan pratinjau dengan bentuk persegi panjang yang memungkinkan pengguna dapat beralih di antara wajah yang berbeda, sedangkan bayangan yang tersedia ada di bagian bawah.


Data informasi tersebut akan bersumber dari partner data ModiFace dan Perfect Corp, dengan ribuan merek yang tersedia, termasuk L'Oreal, MAC Cosmetics, Black Opal, dan Charlotte Tilbury.


Pada gambar ini, terdapat tombol 'Try it on' yang bertujuan untuk menyempurnakan pilihan pengguna dan mengujinya. Augmented reality dimanfaatkan untuk menerapkan corak yang berbeda pada bibir pengguna, bahkan memperhitungkan gigi. Carousel ada di bagian bawah tampilan kamera, dengan tombol 'Shop' yang tercantum secara jelas di bawah:


"Temukan bibir nude yang sempurna dengan mencari MAC Powder Kiss Lipstick dan dengan cepat mencoba setiap warna dalam koleksinya. Jika Anda mencari velvety matte lipstick untuk video call liburan bersama keluarga dan teman, telusuri NARS Powermatte Lip Pigment dan temukan warna yang sesuai dengan gaya Anda."


Pengalaman Penelusuran ini mengikuti iklan 3D yang serupa di YouTube untuk mencoba berbagai jenis lipstik dan filter wajah di Google Duo. Fitur uji coba baru di Google Pencarian untuk lipstik dan produk kecantikan lainnya akan diluncurkan minggu ini di AS.

https://cinemamovie28.com/movies/first-blood/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar