Kekurangan dari belanja online adalah pengguna tak bisa mencoba barang secara langsung yang ingin dibeli apakah cocok atau tidak seperti halnya produk kecantikan.
Misal ingin tahu warna-warna lipstik yang cocok di bibir atau eyeshadow cocok atau tidak jika diaplikaskan di wajah, hal itu susah dilakukan kalau belanja online.
Nah untuk itu Google dengan mesin pencariannya ingin membantu penggunanya dapat mencobanya secara virtual melalui Augemented Reality (AR) dan pratinjau.
Dilansir detiKINET dari 9to5google, Senin (21/12/2020) Google akan menunjukkan bagaimana produk tersebut pada berbagai warna kulit untuk membantu pengguna membandingkan corak dan tekstur.
Satu carousel di bagian atas menampilkan pratinjau dengan bentuk persegi panjang yang memungkinkan pengguna dapat beralih di antara wajah yang berbeda, sedangkan bayangan yang tersedia ada di bagian bawah.
Data informasi tersebut akan bersumber dari partner data ModiFace dan Perfect Corp, dengan ribuan merek yang tersedia, termasuk L'Oreal, MAC Cosmetics, Black Opal, dan Charlotte Tilbury.
Pada gambar ini, terdapat tombol 'Try it on' yang bertujuan untuk menyempurnakan pilihan pengguna dan mengujinya. Augmented reality dimanfaatkan untuk menerapkan corak yang berbeda pada bibir pengguna, bahkan memperhitungkan gigi. Carousel ada di bagian bawah tampilan kamera, dengan tombol 'Shop' yang tercantum secara jelas di bawah:
"Temukan bibir nude yang sempurna dengan mencari MAC Powder Kiss Lipstick dan dengan cepat mencoba setiap warna dalam koleksinya. Jika Anda mencari velvety matte lipstick untuk video call liburan bersama keluarga dan teman, telusuri NARS Powermatte Lip Pigment dan temukan warna yang sesuai dengan gaya Anda."
Pengalaman Penelusuran ini mengikuti iklan 3D yang serupa di YouTube untuk mencoba berbagai jenis lipstik dan filter wajah di Google Duo. Fitur uji coba baru di Google Pencarian untuk lipstik dan produk kecantikan lainnya akan diluncurkan minggu ini di AS.
https://cinemamovie28.com/movies/the-work-wife/
Dapat Kucuran Dana, Startup Tunas Farm Mau Bikin Hidroponik IoT
Startup agritech Tunas Farm baru mendapatkan kucuran dana segar. Dana tersebut akan digunakan untuk membuat sistem hidroponik canggih berbasis internet of things (IoT).
Pre-seed funding diamankan startup baru di bidang indoor vertical farming ini dari Gayo Capital. Alasan Gayo Capital melirik Tunas Farm adalah karena visinya untuk memajukan petani Indonesia agar beralih ke cara bercocok tanam yang lebih modern, yaitu menggunakan sistem hidroponik dan juga memanfaatkan IoT. Tunas Farm dilihat dapat memanifestasikan visi tersebut.
Tunas Farm sendiri resmi berdiri di pertengahan tahun 2020, dengan membuat fasilitas indoor vertical di daerah Tangerang. Ke depannya, Tunas Farm berencana untuk ekspansi ke daerah lain. Daerah di kawasan Gading Serpong dipilih sebagai area untuk membangun ruang produksi tanaman indoor farming.
"Kawasan tersebut dipilih karena banyaknya area perumahan serta cluster menjadikan Gading Serpong sangat potensial untuk mengembangkan konsep local grow dengan mendekatkan diri kepada masyarakat sekitar serta komunitas di area Tangerang," kata pendiri sekaligus CEO Tunas Farm Surya Prayoga, lewat keterangan resminya yang diterima detikINET, Senin (21/12/2020).
Disebutkan Surya, fasilitas yang dibangun, dibuat dengan standar Good Agriculture Process (GAP) serta menggunakan teknologi controlled environment untuk menghasilkan tanaman atau sayuran yang diklaim berkualitas baik.
"Tunas Farm menawarkan konsep Farm to Table, yaitu konsep yang memungkinkan konsumen dapat langsung menikmati sayuran yang baru saja dipetik," ujarnya.
Jadi, para pencinta sayuran tidak perlu menunggu lama atau pergi keluar rumah untuk mendapatkan sayuran yang bermutu. Tunas Farm memastikan sayuran yang diproduksi telah melalui tahap kebersihan dan kehigienisan serta kesehatan yang sudah sesuai dengan standar mulai dari penanaman, perawatan, panen hingga pengemasan.
Tak hanya berencana membangun fasilitas indoor vertical farming di area lain, ke depannya Tunas Farm juga ingin berkontribusi memberikan informasi dan pelatihan langsung tentang bagaimana cara bertani di rumah menggunakan sistem hidroponik.
"Ke depannya Tunas Farm akan mengeluarkan hidroponik kit dengan sistem IoT yang bisa digunakan dan dimiliki masyarakat untuk bertani hidroponik di rumah sendiri dengan mudah," pungkas Surya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar