Kamis, 03 Desember 2020

Ketahuan Ikut Pesta Seks Saat Pandemi Corona, Anggota Parlemen Hungaria Mundur

 Seorang anggota Parlemen Eropa di Hungaria mengundurkan diri setelah dia mengaku melanggar lockdown di Belgia untuk menghadiri pertemuan pribadi yang digambarkan oleh media nasional sebagai 'pesta seks'.

Jozsef Szajerq mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia hadir di "pesta pribadi", di mana polisi menemukan sekitar 20 orang, termasuk diplomat.


Media Belgia melaporkan polisi turun tangan membubarkan pesta seks ilegal tersebut. Tak hanya itu, Szajer juga diduga menggunakan narkoba. Namun dia membantah tuduhan tersebut dan mengatakan sempat menawarkan diri untuk menjalani tes urine, namun ditolak polisi.


Belgia saat ini menjalani lockdown ketat dan melarang lebih dari empat orang berkumpul di dalam ruangan. Ketika polisi di pusat kota Brussel tiba di tempat kejadian sebagai tanggapan atas keluhan kebisingan, mereka menemukan lebih dari 20 orang menghadiri pesta di rumah secara ilegal.


Surat kabar Belgia, HLN dan media lainnya pada Selasa (1/12/2020) melaporkan bahwa polisi telah membubarkan pesta seks yang dihadiri oleh 25 orang, salah satunya adalah seorang anggota parlemen Fidesz yang berusaha melarikan diri tapi kemudian ditangkap. HLN melaporkan beberapa diplomat lainnya juga hadir dalam pesta tersebut.


Semua orang yang menghadiri pesta seks itu dilaporkan melanggar langkah-langkah pencegahan COVID-19, terkait larangan melakukan pertemuan sosial. Atas hal ini Szajer meminta maaf karena melanggar aturan Belgia yang membatasi pertemuan sosial.


"(Sikap) itu tidak bertanggung jawab di pihak saya dan saya akan menanggung hukuman," tulisnya.


Kantor kejaksaan Brussel mengonfirmasi kepada Associated Press, bahwa polisi membubarkan pesta di tengah lockdown COVID-19 di sebuah apartemen di pusat kota Brussel pada Jumat malam setelah menerima laporan melalui telepon.


Tapi kantor kejaksaan tidak mengonfirmasi bahwa itu adalah pesta seks, sementara juru bicara kepolisian Brussels menolak berkomentar.

https://tendabiru21.net/movies/istanbul-story/


PBB Klasifikasikan Ganja Narkotika Tak Berbahaya, Setujui Penggunaan Medis


Komisi Obat Narkotika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan voting untuk nasib ganja di industri medis. Hasil voting PBB memutuskan menghapus ganja dari kategori obat paling berbahaya di dunia untuk keperluan medis.

Perubahan kategori ini akan membuka jalan bagi perluasan penelitian ganja di seluruh dunia. Keputusan ini juga akan memuluskan jalan industri medis yang menggunakan ganja sebagai pengobatan.


Diberitakan New York Times, pemungutan suara oleh Komisi Obat Narkotika PBB (CND), yang berbasis di Wina dan mencakup 53 negara anggota, mempertimbangkan serangkaian rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia tentang reklasifikasi ganja dan turunannya.


Rekomendasi kunci WHO sejak Januari 2019 menghapus ganja dari Jadwal IV Konvensi Tunggal 1961 tentang narkotika-yang memasukkannya ke dalam daftar opioid berbahaya dan adiktif seperti heroin.


Dalam pemungutan suara oleh CND yang diikuti 53 negara anggota, terdapat 27 suara menyatakan dukungan dengan mengizinkan ganja untuk penggunaan medis. Sekitar 25 suara menyatakan keberatan dan satu abstain.


Dikutip dari laman resmi PBB, ND telah membuka pintu untuk mengenali potensi pengobatan dan terapi dari obat-obatan dengan bahan ganja yang umum digunakan tetapi sebagian besar masih ilegal.


Keputusan tersebut juga dapat mendorong penelitian ilmiah untuk menguak khasiat pengobatan ganja dan bertindak sebagai katalisator bagi negara-negara untuk melegalkannya demi keperluan medis dan mempertimbangkan kembali undang-undang tentang penggunaan untuk rekreasi


WHO mengklasifikasikan cannabidiol (CBD) sebagai senyawa tidak memabukkan yang memiliki peran penting dalam terapi kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Penggunaan ganja dan produk turunannya seperti cannabidiol (CBD) dan senyawa nonintozxicating untuk medis telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.


Saat ini lebih dari 50 negara telah menggunakan ganja untuk obat seperti di Kanada, Uruguay, dan 15 negara bagian AS yang telah melegalkan untuk penggunaan rekreasi. Sementara Meksiko dan Luksemburg akan menyusul melegalkan penggunaan ganja untuk rekreasi.

https://tendabiru21.net/movies/unfaithful/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar