Orang terkaya Inggris, Jim Ratcliffe telah membatalkan rencananya untuk membangun pabrik mobil SUV baru di Inggris Raya. Keputusan itu telah menambah pukulan bagi industri mobil Inggris Raya yang telah terpukul oleh keluarnya negara itu dari Uni Eropa dan pandemi COVID-19.
Melansir CNN, Rabu (9/12/2020), Ratcliffe adalah pendiri Ineos, sebuah perusahaan bahan kimia, dan memiliki kekayaan senilai hampir US$ 28 miliar. Ineos sendiri tengah melakukan ekspansi untuk memproduksi kendaraan pertamanya, Grenadier 4x4.
Awalnya SUV itu akan diproduksi di Inggris. Namun kemarin perusahaan menyatakan akan memproduksi mobilnya di sebuah pabrik di Hambach, Prancis, yang dibeli dari Mercedes-Benz Daimler (DMLRY).
"Hambach memberi kami kesempatan unik yang tidak bisa kami abaikan untuk membeli fasilitas manufaktur otomotif modern dengan tenaga kerja kelas dunia," kata Ratcliffe dalam sebuah pernyataan.
Ratcliffe menamai SUV itu dengan mengambil nama sebuah pub di London, tempat ia dilahirkan. Mobil itu akan mulai diproduksi akhir tahun depan.
Sebelumnya Ineos telah berencana untuk memproduksi SUV di pabrik baru di Bridgend, Wales dan kabarnya akan membuka 500 lapangan pekerjaan baru. Saat itu Ratcliffe mengatakan pihaknya memilih produksi di Wales sebagai ekspresi kepercayaan yang besar terhadap manufaktur Inggris.
Perdana Menteri Boris Johnson pun menanggapi positif saat itu. Dia mengatakan bahwa pembuatan Grenadier di Wales adalah bentuk kepercayaan pada keahlian Inggris dan mempertahankan status negara itu sebagai pelopor dalam teknologi kendaraan baru.
Namun sayang keputusan itu berubah. Perubahan keputusan yang diambil Ineos itu menambah kemunduran besar bagi Bridgend. Sebelumnya Ford telah menutup pabrik mesin di kota South Wales yang telah beroperasi sejak 1977 dan mempekerjakan sekitar 1.700 orang.
"Ini berita yang buruk, bahwa mobil Grenadier sekarang akan dibangun di Prancis, bukan di Bridgend, terutama setelah penutupan pabrik Ford," kata Ed Miliband, juru bicara bisnis oposisi Partai Buruh.
Padahal pabrik baru akan menjadi peluang langka bagi industri mobil Inggris, yang telah terpincang-pincang oleh ketidakpastian selama bertahun-tahun atas Brexit. Produksi telah merosot secara dramatis, dan industri telah memperingatkan bahwa gagal mencapai kesepakatan perdagangan baru dengan Uni Eropa sebelum batas waktu akhir Desember akan menelan biaya 47 miliar pound sterling (US$ 62,5 miliar) selama lima tahun ke depan.
Johnson melakukan perjalanan ke Brussel pada hari Rabu dalam upaya untuk menyelamatkan kesepakatan dengan Uni Eropa. Jika kesepakatan perdagangan baru tidak diselesaikan, mobil yang dibuat di Inggris akan menghadapi tarif 10% ketika diekspor ke blok Uni Eropa mulai 1 Januari, yang sangat merusak daya saing industri.
https://nonton08.com/movies/rocker-balik-kampung/
Terbang ke Timur Tengah, Ini yang Dilakukan Luhut dan Erick
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri BUMN Erick Thohir telah menyelesaikan tugas kunjungan ke Abu Dhabi dan Riyadh pada tanggal 7-8 Desember 2020. Mereka bertemu YM Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi, dan Menteri Investasi dan Menteri Keuangan Arab Saudi.
Menurut rilis Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rabu (9/12/2020), tugas kunjungan ke dua negara sahabat Timur Tengah itu dilakukan untuk mempererat hubungan strategis dan persahabatan kedua negara di bidang investasi dan ekonomi terutama pada saat pasca-pandemi COVID-19.
Luhut melihat perlunya kerjasama bilateral yang lebih erat antar negara untuk bisa memulihkan perekonomian setelah pandemi COVID-19. Kedatangan vaksin telah memberikan berita baik di bidang perekonomian. Namun tanpa kerja sama yang nyata dalam investasi dan ekonomi, pemulihan ekonomi Indonesia tidak akan optimal.
Sementara Erick menginginkan kerjasama investasi dan ekonomi bisa terwujud lewat partisipasi UEA dan Arab Saudi di Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia dan kerja sama di proyek-proyek BUMN antara lain Bank Syariah BUMN, investasi di Provinsi Aceh dan Provinsi Nusa Tenggara Barat, terutama di Mandalika.
Selain itu, Erick juga memberikan paparan mengenai transformasi BUMN yang saat ini sedang berjalan dimana jumlah klaster berkurang dari 27 ke 12. Kemajuan dari reformasi ini sangat diapresiasi oleh Pemerintah UEA dan Arab.
Duta Besar RI Husin Bagis turut mendampingi selama kegiatan di Abu Dhabi dan Duta Besar RI Agus Maftuh Abegebriel selama di Riyadh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar