Kamis, 10 Desember 2020

Terbang ke Timur Tengah, Ini yang Dilakukan Luhut dan Erick

 Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri BUMN Erick Thohir telah menyelesaikan tugas kunjungan ke Abu Dhabi dan Riyadh pada tanggal 7-8 Desember 2020. Mereka bertemu YM Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, Putra Mahkota Abu Dhabi, dan Menteri Investasi dan Menteri Keuangan Arab Saudi.

Menurut rilis Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rabu (9/12/2020), tugas kunjungan ke dua negara sahabat Timur Tengah itu dilakukan untuk mempererat hubungan strategis dan persahabatan kedua negara di bidang investasi dan ekonomi terutama pada saat pasca-pandemi COVID-19.


Luhut melihat perlunya kerjasama bilateral yang lebih erat antar negara untuk bisa memulihkan perekonomian setelah pandemi COVID-19. Kedatangan vaksin telah memberikan berita baik di bidang perekonomian. Namun tanpa kerja sama yang nyata dalam investasi dan ekonomi, pemulihan ekonomi Indonesia tidak akan optimal.


Sementara Erick menginginkan kerjasama investasi dan ekonomi bisa terwujud lewat partisipasi UEA dan Arab Saudi di Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia dan kerja sama di proyek-proyek BUMN antara lain Bank Syariah BUMN, investasi di Provinsi Aceh dan Provinsi Nusa Tenggara Barat, terutama di Mandalika.


Selain itu, Erick juga memberikan paparan mengenai transformasi BUMN yang saat ini sedang berjalan dimana jumlah klaster berkurang dari 27 ke 12. Kemajuan dari reformasi ini sangat diapresiasi oleh Pemerintah UEA dan Arab.


Duta Besar RI Husin Bagis turut mendampingi selama kegiatan di Abu Dhabi dan Duta Besar RI Agus Maftuh Abegebriel selama di Riyadh.

https://nonton08.com/movies/the-squid-and-the-whale/


Tambal Kantong Negara, Pemerintah Inggris Didorong Pajaki Orang Tajir


Pajak khusus orang kaya dinilai menjadi cara paling ampuh untuk memperbaiki keuangan negara Inggris yang tengah dilanda krisis akibat pandemi COVID-19. Setidaknya itu merupakan usulan dari para pakar pajak setempat

Melansir BBC, Rabu (9/12/2020), Wealth Tax Commission mengatakan alih-alih menaikkan pajak penghasilan atau PPN, pemerintah Inggris seharusnya melihat peluang pajak pada jutawan.


Mereka memberikan usulan, dengan menambah pajak 1% saja dari keluarga jutaan dengan batas kekayaan 1 juta pound sterling akan meningkatkan pendapatan pajak Inggris sebanyak 260 miliar pound sterling selama lima tahun.


Meskipun Departemen Keuangan Inggris mengatakan telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan orang kaya membayar kewajiban pajak mereka secara adil.


Memang krisis virus korona telah menyebabkan belanja publik pemerintah Inggris melonjak. Tahun ini saja pemerintah Inggris menghabiskan 280 miliar pound sterling untuk tindakan memerangi COVID-19 dan mendukung ekonomi Inggris. Termasuk di dalamnya 73 miliar pound sterling untuk skema dukungan pekerjaan.


Komisi Pajak Kekayaan, sebuah badan yang terdiri dari akademisi, pembuat kebijakan, dan praktisi pajak, mengatakan bahwa pemerintah Inggris harus mempertimbangkan pajak atas orang kaya jika memutuskan untuk menaikkan pajak.


Langkah itu dianggap lebih adil daripada menaikkan pajak atas pendapatan, pajak atas pembelian barang atau dengan meningkatkan kontribusi asuransi nasional, kata Wealth Tax Commission.


Ada indikasi bahwa krisis virus korona telah meningkatkan ketimpangan pendapatan. Institute for Fiscal Studies melaporkan pada bulan Juni bahwa 10% penerima terbawah adalah yang paling mungkin memiliki pekerjaan di sektor yang telah ditutup atau tidak dapat dilakukan dari rumah.

https://nonton08.com/movies/revolver/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar