Kamis, 05 Maret 2020

Cukup 25 Menit, Mendaki Gunung Paling Terkenal di Korea

Mount Seorak adalah gunung paling terkenal di Korea Selatan. Mendaki gunung ini sampai ke puncaknya cuma butuh waktu 25 menit. Kok bisa?

Begitu memasuki gerbang masuk, dari kejauhan akan terlihat bentang gunung-gunung batu yang menjulang tinggi. Di bagian depan kita akan disambut patung beruang yang menjadi ikon gunung ini.

Saking terkenalnya, perlu kesabaran tinggi untuk bisa berfoto berdua bersama si beruang. Kalau saya sih ga sabar.

Semakin masuk ke dalam kita akan di sambut patung Budha besar. Bagi pengunjung yang mau sembahyang, ada toko kecil di halaman depan patung budha yang menjual dupa.

Oh ya patung budha tersebut disebut juga sebagai patung unifikasi antara Korea Selatan dan Korea Utara. Diharapkan ke depannya Korea Selatan dan Korea Utara bisa hidup damai dan kembali bersatu.

Selesai mengelilingi bagian bawah, saatnya mencoba mendaki puncak gunung dengan ketinggian 1.705 mdpl. Tenang ga perlu capek mendaki, cukup membayar sebesar 10.000 won atau sekitar 130 ribu rupiah kalian bisa merasakan sensasi mendaki menggunakan cable car (kereta gantung). Ga capek dan cepat sampai. Cocok untuk d'traveler yang cepat lelah seperti saya.

Menaiki cable car, kita disuguhi pemandangan indah sekitar 5 menit saja. Meski sempet deg-deg an juga, karena cable car ini berisi hampir 50 orang. Kepikiran kalo sampai jatuh gimana.

Tapi tenang, akhirnya saya tiba dengan selamat di shelter. Di sini tersedia fasiltas toilet, rumah makan dan lain sebagainya. Dari shelter ini kita hanya perlu mendaki sekitar 20 menit untuk sampai di Puncak Mount Seorak.

Perjalanan pun dimulai. Berhubung datang di musim dingin, maka terlihat beberapa genangan air yang membeku. Harus hati-hati agar tidak terpeleset. Setengah perjalanan berlalu maka kita terdapat tangga yang bawahnya terbuat dari karet ban. Wah tangga ini sangat membantu dan memudahkan selama trekking.

Dikelilingi pohon-pohon meranggas khas musim dingin membuat pendakian menjadi tidak terasa. Tiba-tiba sudah sampai di puncak. Begitu sampai di puncak, saya pun langsung terkesima, wahh bersyukur sekali bisa melihat salah satu gunung kebanggaan orang Korea ini.

Oh iya, tapi harus tetap hati-hati ya, karena memang tidak ada jembatan pelindung di sekelilingnya sedangkan tepian gunung langsung bersampingan dengan jurang-jurang tajam. Selamat menikmati keindahan Mount Seorak.

Satonda, Si Mungil Cantik dari Sumbawa

Sumbawa punya Satonda, pulau mungil yang cantik. Berkunjung ke sini, traveler tidak akan menyesal seumur hidup.

Angin bertiup cukup pelan namun ombak di tepian pantai Desa Nangamira sudah mulai bergejolak pagi itu. Deburan ombak menghantam hamparan pasir berwarna hitam sisa letusan Gunung Tambora 2 abad silam.

Dari kejauhan nampak boat yang akan membawa kami ke Pulau Satonda mendekat, mencari posisi aman untuk bersandar di dermaga tempat kami menunggu. Satu per satu kami pun menaiki boat kecil itu.

Dengan perlahan, boat melaju karena ombak yang menghantam lumayan kencang. Apalagi kami membawa banyak peralatan kamera, kami harus ekstra hati hati. Tangan kami lambaikan sebagai salam perpisahan terakhir kepada kawan kawan pemuda Desa Pancasila.

Boat melaju dengan kencang, membelah perairan yang memisahkan daratan Sumbawa dengan Pulau Satonda. Mesin boat yang masih prima mengantarkan kami menuju tempat tujuan dengan sangat cepat. Hanya 15 menit saja.

Penampakan Pulau Satonda yang indah mulai terlihat. Air laut pun mulai bergradasi dari semula biru pekat menjadi biru muda kemudian semakin menampakkan warna tosca yang begitu jernih menampilkan keindahan terumbu karang yang tersimpan di dasarnya.

Sungguh tenang dan sepi itulah persepsi awal ketika kaki menginjak pasir putih halus Pulau Satonda, sungguh sebuah tempat untuk liburan yang sempurna pikirku. Tak ada pengunjung lain, hanya kami berlima saat itu yang berkunjung.

Walaupun menurut informasi pulau kecil ini sudah dikelola oleh swasta dengan dibangunnya resort dengan segala fasilitasnya, namun ketenangan dan keasrian Satonda nampak masih terawat dengan baik.

Tepat di tengah Pulau terdapat sebuah danau air asin yang membuat Satonda ini cukup ikonik. Danau ini dahulu diduga sebagai kawah dari Gunung Satonda yang kini sudah tak aktif lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar