Jumat, 05 Februari 2021

5 Tips Atur Ritme Agar Pasutri Bisa Orgasme Bersamaan

 Bisa mencapai orgasme bersamaan bisa memberikan kepuasan tersendiri bagi pasangan suami istri. Namun dalam praktiknya, hal itu tidak selalu mudah untuk diwujudkan.

Seringnya, pria mendapatkan orgasme lebih cepat dari pasangannya. Akibatnya, pasangan tidak terpuaskan, atau harus menunggu sesi berikutnya.


Ada banyak faktor yang menentukan ritme bercinta, mulai dari kondisi fisik hingga mood yang naik turun. Karenanya, ada banyak pula strategi yang perlu dicoba untuk bisa mencapai orgasme bersamaan.


Di antaranya sebagai berikut:


1. Pakai pelumas

Salah satu masalah umum yang mengganggu ritme bercinta adalah kondisi pelumasan pada Miss V. Terlalu kering menyebabkan tidak nyaman sehingga cenderung ingin segera menyudahi sesi bercinta.


2. Mulai dengan perlahan

Beri waktu untuk foreplay. Bagi banyak orang, ini sangat efektif membangun mood yang baik sehingga betah berlama-lama saat bercinta.


3. Atur posisi

Mengenali selera masing-masing pasangan dan mengkompromikannya akan sangat membantu mencapai orgasme bersamaan. Sepakati siapa yang akan lebih mendominasi, dan kapan harus bergantian jika menginginkan variasi.


Tak kalah penting, komunikasi yang baik akan sangat menentukan.


KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

https://movieon28.com/movies/nineteen-shh-no-imagining/


CDC Sebut Varian Baru Corona Inggris Bisa Saja Lebih Mematikan


Varian baru virus Corona dari Inggris, B117, sebelumnya hanya disebut bersifat mudah menular. Beberapa penelitian awal mengatakan B117 secara umum tidak menyebabkan gejala yang berbeda atau lebih parah, alias sama saja seperti varian lain.

Belakangan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengumumkan kemungkinan B117 lebih berbahaya. Pasalnya studi terbaru menemukan bahwa tingkat kematian pada pasien COVID-19 yang terinfeksi varian B117 lebih tinggi.


"Data-data terkini menunjukkan varian B117... kemungkinan berujung pada tingkat kematian yang lebih tinggi," kata Direktur CDC, Rochelle Walensky, seperti dikutip dari CDC, Kamis (4/2/2021).


Rochele mengatakan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan menjadi semakin penting dengan kemunculan varian-varian baru virus Corona. Orang-orang yang tidak disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak akan lebih rentan terinfeksi varian baru tersebut.


"Apa yang kita ketahui adalah varian-varian ini kemungkinan akan lebih ganas pada mereka yang tidak patuh terhadap protokol," pungkas Rochelle.


Kelainan Sperma yang Begini Bikin Pria Susah Punya Anak


 Bagi pasangan yang mendambakan anak, gangguan kesuburan atau infertil mungkin jadi masalah besar. Penyebab gangguan pun beragam mulai dari usia, kondisi fisik tertentu, hingga penyakit baik pada istri atau suami.

Gangguan kesuburan adalah kondisi pasangan gagal mendapatkan anak meski sudah melakukan hubungan seks secara rutin dan benar selama satu tahun tanpa alat kontrasepsi.


Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi Aida Riyanti meluruskan, usia adalah faktor utama kesuburan dan infertilitas wanita.


"Peluang kehamilan perempuan akan menjadi semakin kecil seiring pertambahan usia," ujar dr Aida dalam webinar infertilitas, Kamis (4/2/2021).


Menurut riset, kasus infertil paling sedikit dialami oleh wanita berusia 20 - 24 tahun. Pada usia itu pula, potensi hamil dalam rentang setahun setelah pernikahan lebih besar. Umumnya, potensi tidak subur akan membesar sejak seorang wanita menginjak usia 35 tahun.


dr Aida turut menambahkan, siklus haid adalah indikator penting dari tingkat kesuburan wanita. Pada beberapa kasus, wanita yang hanya mengalami menstruasi sekali dalam 2 - 3 bulan jelas membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut terkait kondisi kesuburannya.


Bukan hanya disebabkan kondisi wanita, gangguan kesuburan juga bisa dipicu oleh kondisi fisik dan kualitas sperma pria.


Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi Yassin Yanuar Mohammad turut menjelaskan, beberapa pasangan mengandalkan penanganan khusus untuk kondisi suami yang tidak subur.


Di antaranya, metode In Vitro Fertilization (IVF) atau yang biasa disebut "bayi tabung" kerap diandalkan oleh pasangan dengan suami yang mengalami masalah pada sperma.

https://movieon28.com/movies/go-away-mr-tumor/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar