Jumat, 05 Februari 2021

Bapak-bapak! Ini 5 Gaya Bercinta yang Bikin Istri Orgasme Berulang Kali

 Meski wanita cenderung lebih sulit meraih orgasme, rupanya ada beberapa posisi seks atau gaya bercinta yang bisa membuat mereka lebih mudah orgasme. Bahkan, sederet posisi ini diyakini bisa membuat wanita orgasme berulang kali.

Dikutip dari Daily Star, salah satu posisinya adalah misionaris. Bagi yang kerap mencoba posisi ini, tak ada salahnya untuk mencoba kembali gaya bercinta sederhana ini.


Begitu juga dengan posisi woman on top, saat wanita berada di atas pria, penetrasi bisa terjadi lebih dalam dan memudahkan mereka orgasme. Berikut sederet gaya bercinta yang bisa membuat para wanita orgasme berulang kali.


1. Missionary

Meski termasuk posisi klasik dan sangat umum dilakukan pasangan, posisi seks ini malah mempermudah wanita orgasme saat bercinta bahkan berulang kali. Mengapa?


Pasalnya, posisi ini memudahkan wanita mencapai G-spot. Selain itu, sperma dapat jauh lebih mudah mengalir menuju rahim wanita.


2. Doggy style

Posisi ini diyakini bisa membuat klitoris benar-benar terangsang, dengan begitu wanita lebih mudah orgasme berulang kali. Kekurangannya, pasangan bisa merasa nyeri di lutut, tetapi ini bisa diatasi dengan menaruh bantal di bawah perut dan dada.


3. Posisi wheelbarrow

Posisi seks wheelbarrow pun bisa membuat wanita lebih mudah orgasme. Hal ini dikarenakan penetrasi bisa lebih mendalam, hingga wanita jauh lebih mungkin orgasme berulang kali.


Selain itu, posisi ini juga diyakini bisa membakar banyak kalori, karena posisi kedua tangan harus stabil saat bertumpu pada lantai atau ranjang.


4. The drop box

Rata-rata wanita disebut menyukai posisi ini lantaran membuat mereka tahan lama di atas ranjang. Posisi seks satu ini juga memudahkan penetrasi dan membuat pria bermain dengan area G-spot para wanita sampai orgasme berulang kali.


5. The catcher

Gaya bercinta the catcher membuat wanita perlu menghadap dan duduk di atas pria seperti sedang menunggang kuda. Carol Queen PhD, pakar seks merekomendasikan posisi ini bagi semua pasangan karena bisa merangsang zona sensitif wanita seperti vagina.

https://movieon28.com/movies/midnight-special/


Hari Kanker Sedunia: Ini Bedanya Batuk Biasa, COVID-19, dan Kanker Paru


Batuk menjadi salah satu gejala dari banyak penyakit, yang bisa disebabkan karena alergi, COVID-19, hingga kanker paru. Kanker paru adalah salah satu kanker yang paling banyak dialami orang di dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Kanker paru adalah kondisi adanya pertumbuhan sel-sel ganas di paru. Ini menyebabkan sistem pernapasan terganggu hingga menyebabkan penderitanya batuk-batuk.


Kondisi ini biasanya dipicu karena kebiasaan merokok, gaya hidup yang tidak sehat, mengkonsumsi junk food berlebihan, obesitas, serta adanya perubahan gen atau mutasi DNA yang berkaitan dengan faktor keturunan.


Tapi, bagaimana cara membedakan batuk dari ketiga kondisi tersebut?


Batuk kanker paru

Menurut ahli paru Profesor Anwar Jusuf, banyak kasus kanker paru yang ditemukan terlambat. Ini karena umumnya penderita kanker paru hanya mengalami batuk saja.


"Karena umumnya tidak ada keluhan, hanya batuk-batuk saja, sering disangka asma bahkan tuberkulosis," kata Anwar dalam peringatan Hari Kanker Sedunia pada 4 Februari.


Perbedaan antara kanker paru dengan batuk lainnya bisa dilihat dari responnya terhadap obat-obatan. Biasanya, batuk akibat kanker paru tidak merespon obat-obatan biasa yang bahkan sudah diberikan selama berbulan-bulan.


"Batuk pada kanker paru tidak merespons obat-obatan bahkan obat tuberkulosis. Kalau tidak ada perbaikan patut curiga dengan kanker," kata Anwar.


Selain itu, batuk kanker paru juga bisa diikuti oleh kondisi lain. Kondisi tersebut seperti sesak napas, nyeri dada, nyeri bahu atau lengan, nyeri kepala, kelumpuhan sebelah badan seperti stroke, dan bengkak leher atau lengan.


Anwar juga menyarankan untuk segera mengunjungi dokter, jika batuk yang dialami tidak kunjung sembuh untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.


Batuk biasa

Batuk biasa biasanya akan merespons obat-obatan yang sering dikonsumsi. Selain itu, batuk biasa umumnya tidak diikuti kondisi-kondisi lain seperti yang dialami saat batuk karena kanker paru.


Batuk COVID-19

Dikutip dari CNN Indonesia, batuk gejala COVID-19 memiliki kondisi yang berbeda. Menurut dokter spesialis paru Dr Kasum Supriadi, gejala ini biasanya didahului dengan demam, gangguan pada saluran pernapasan, hingga adanya gangguan pada organ tubuh lainnya.


Untuk memastikannya, perlu dilakukan pemeriksaan dengan tes swab PCR. Ini dimaksudkan agar mendeteksi apakah benar ada infeksi virus Corona di dalam tubuh atau tidak.

https://movieon28.com/movies/asako-in-ruby-shoes/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar