Kolesterol merupakan zat yang berfungsi untuk membantu metabolisme tubuh. Oleh karenanya, penting bagi kita untuk menjaga kadar kolesterol normal.
Sebelumnya perlu diketahui bahwa ada dua jenis kolesterol di dalam tubuh, sebagai berikut.
Kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL), yang berfungsi untuk menjaga metabolisme tubuh.
Kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL), yakni jenis kolesterol yang bisa menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke, jika kadarnya terlalu tinggi dan tidak dikendalikan.
American Heart Association pun merekomendasikan agar kita rutin memeriksa kadar kolesterol setiap 4-6 tahun sekali apabila sudah berusia di atas 20 tahun. Sebab, kadar kolesterol cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.
Berapa batas kadar kolesterol normal pada orang dewasa?
Menurut pedoman tentang pengelolaan kadar kolesterol pada tahun 2018, yang telah diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology (JACC), ada beberapa kadar kolesterol pada orang dewasa yang perlu diketahui, sebagai berikut.
1. Kadar kolesterol normal
Kadar kolesterol kurang dari 200 miligram per desiliter (mg/dL) masuk ke dalam kategori normal. Dengan kadar kolesterol baik (HDL) ideal sebanyak 60 mg/dL atau lebih, dan kadar kolesterol jahat (LDL) harus kurang dari 100 mg/dL.
2. Kadar kolesterol batas tinggi
Kadar kolesterol yang berkisar antara 200-239 mg/dL masuk ke dalam kategori batas tinggi. Dengan LDL berkisar antara 130-159 mg/dL.
3. Kadar kolesterol tinggi
Kadar kolesterol lebih dari 240 mg/dL masuk ke dalam kategori tinggi. Dengan HDL di atas 60 mg/dL, dan kadar LDL di atas 160 mg/dL.
Bagaimana jika kadar kolesterol melebihi batas normal?
Dalam beberapa kasus, kadar kolesterol yang tinggi tidak menunjukkan gejala. Namun, apabila kondisinya sudah parah, seseorang yang memiliki kadar kolesterol tinggi bisa mengalami komplikasi serius, seperti serangan jantung, penyakit ginjal, dan stroke.
Itulah mengapa pentingnya melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara rutin. Selain itu, penting juga bagi kita untuk tetap menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kadar kolesterol normal.
https://maymovie98.com/movies/fight-back-to-school-3/
18+ di DKI Pakai Vaksin AstraZeneca, Amankah?
Kementerian Kesehatan RI menyetujui pemberian vaksin COVID-19 untuk pemegang KTP DKI Jakarta berusia 18 tahun ke atas sebagai bagian dari vaksinasi tahap ketiga. Kelompok ini akan mendapatkan vaksin AstraZeneca, amankah?
Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan, tak ada pertimbangan khusus dari penggunaan merek vaksin AstraZeneca di tahap ini. Pemilihan jenis vaksin semata-mata hanya menyesuaikan ketersediaan vaksin Corona yang ada.
"Nggak ada (pertimbangan khusus). Ini dibagi sesuai ketersediaan vaksin. Kan kita melihatnya semua vaksin sama, bukan membagi berdasarkan merek," terangnya saat dihubungi detikcom, Rabu (9/6/2021).
Beberapa fakta terkait keamanan vaksin AstraZeneca terangkum sebagai berikut:
1. Sudah lolos uji klinis
Vaksin AstraZeneca diketahui ini telah lolos uji klinis dan telah mendapatkan emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Vaksin ini juga sudah mengantongi emergency use listing dari organisasi kesehatan dunia WHO.
Hasil uji klinis menunjukkan, 2 dosis vaksin AstraZeneca dengan interval penyuntikan 4-12 minggu pada total 23.745 subjek terbukti aman, dengan efek samping yang dapat ditoleransi dengan baik.
Beberapa kemungkinan efek samping yang terungkap dalam uji klinis:
Reaksi lokal
Tenderness
Nyeri saat ditekan
Kemerahan
Gatal dan pembengkakan
Reaksi sistemik ringan
Kelelahan
Sakit kepala
Nyeri otot
Meriang
Nyeri sendi
Mual
Demam
Muntah
Vaksin AstraZeneca pula terbukti mampu merangsang pembentukan antibodi pada subjek dewasa dan lanjut usia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar