Kamis, 12 Maret 2020

Menjaga Gunung-gunung Papua Lewat Papua Mountaineering Association

Bukan hanya pesisir pantai, wilayah gunung-gunung di Papua sejatinya menarik untuk dijelajahi. Apalagi, Papua punya puncak tertinggi di negeri ini.

Lewat pelajaran Geografi di masa sekolah, kita diajarkan tentang bentang alam Indonesia. Jika menyebut Papua, salah satu bentang alam yang familiar di telinga adalah Pegunungan Jayawijaya.

Tak ayal, Pegunungan Jayawijaya terbentang panjang. Berada di bagian tengah Pulau Papua, dari timur sampai ke barat. Di sana pula, terdapat beberapa puncak-puncak gunung yang jadi impian para pendaki. Sebut saja Puncak Carstensz, Puncak Jaya, Puncak Trikora dan masih banyak lagi.

Beberapa puncaknya memiliki fenomena unik. Puncak Jaya misalnya, memiliki bentangan es abadi. Apalagi Puncak Carstensz, suatu impian para pendaki untuk berdiri di sana yang juga merupakan Seven Summits dunia!

Namun rupanya, belum ada regulasi pendakian yang jelas. Kesannya masih sulit terjamah, butuh biaya besar dan segi keamanan dipertanyakan. Maka itu, kini dibentuklah Papua Mountaineering Association (PMA) Asosiasi Pendaki dan Pemandu Gunung Papua.

"Lewat PMA, kami ingin menjaga gunung-gunung di Papua. Juga, kami ingin menjadikan gunung-gunung di Papua sebagai destinasi wisata yang mana nantinya akan menjadi sumber pendapatan ekonomi bagi orang-orang Papua," kata ketua PMA, Maximus Tipagau kepada detikTravel, Senin (14/1/2019).

Maximus menjelaskan, Sabtu (12/1) kemarin, PMA sudah bertemu dengan beberapa stakeholder pariwisata di Papua seperti ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) Papua, HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Papua, Dinas Pariwisata Provinsi Papua hingga FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia).

Menurut Maximus, kini sudah saatnya gunung-gunung Papua harus dijaga dan dirawat sebaik mungkin. Khususnya Puncak Carstensz dan sekitarnya, yang mana lebih banyak pendaki luar negeri dibanding pendaki Indonesia yang datang ke sana.

"Permasalahan Puncak Carstensz dari tahun 1971 sampai hari ini belum beres dalam hal keamanan, regulasi dan pajak kepada pemerintah daerah maupun pusat. Mau sampai kapan kita menunggu kalau bukan sekarang saatnya orang-orang Papua lebih peduli terhadap tanah kelahirannya," papar Maximus.

"Kami menggandeng pihak Dinas Pariwisata, ASITA dan lainnya supaya sama-sama kita membangun pariwisata Papua lewat wisata minat khusus pendakian gunung. Potensi wisata gunung di Papua sangat besar, bahkan ada fauna-fauna yang cuma ada di sini dan tidak ada di tempat lain," sambungnya.

Ke depannya, Papua Mountaineering Association akan menjaga habitat alam di gunung-gunung Papua melalui berbagai kegiatan. Untuk pengembangan wisata pendakian gunung, nantinya pihak ASITA dapat membantu memasarkan. Sementara untuk regulasi pendakian, Papua Mountaineering Association dan Dinas Pariwisata Provinsi Papua akan lebih giat mengajak Pemerintah Provinsi Papua untuk terus berdiskusi.

"Kami akan terus memberikan informasi tentang potensi wisata di gunung-gunung Papua khususnya Carstensz, membuat pelatihan menjadi guide kepada orang-orang Papua dan lainnya. Kami terbuka dengan asosiasi pendaki gunung-gunung lain di Indonesia untuk saling bertukar pikiran," tutup Maximus. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar