PT Kereta Api Persero akan menyediakan layanan tes GeNose untuk mendeteksi COVID-19 bagi penumpang kereta jarak jauh. Layanan ini akan tersedia di Stasiun Pasar Senen, Jakarta dan Stasiun Yogyakarta.
GeNose adalah alat pendeteksi COVID-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang disebut mampu mendeteksi Corona melalui embusan napas. VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon penumpang untuk melakukan pemeriksaan GeNose.
"Calon penumpang harus dalam kondisi sehat, telah memiliki tiket, serta dilarang merokok, makan, minum (kecuali air putih), selama 30 menit sebelum pemeriksaan sampel napas," kata Joni dalam keterangannya, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (3/2/2021).
Jika ingin memanfaatkan layanan tersebut, calon penumpang diharuskan mengantre untuk mendaftar sebelum diberikan kantong GeNose C19 setelah melakukan proses pembayaran. Kemudian, calon penumpang akan diminta untuk mengambil napas melalui hidung dan membuangnya melalui mulut sebanyak 3 kali.
Hasil pemeriksaan GeNose akan keluar dalam waktu sekitar 3 menit. Pemeriksaan dilakukan sekali tanpa pengulangan.
"Langkahnya adalah, sebanyak 2 kali di awal, ambil napas dan buang di dalam masker. Lalu pada saat pengambilan napas ke-3, langsung embuskan ke dalam kantong hingga penuh. Kunci kantong agar udara di dalamnya tidak keluar dan serahkan kantong kepada petugas untuk dianalisis menggunakan alat GeNose C19," ujar Joni.
Hasil pemeriksaan GeNose negatif berlaku 3x24 jam sejak dikeluarkannya print-out. Sedangkan jika hasilnya positif, calon penumpang tidak diperbolehkan naik Kereta Api. Tiket dapat dibatalkan melalui loket khusus dan uang tiket akan dikembalikan penuh.
https://kamumovie28.com/movies/ju-on-the-grudge-2/
Khawatir Mutasi Corona, Arab Saudi Larang Penerbangan dari 20 Negara Termasuk RI
Kerajaan Arab Saudi pada Selasa (2/2) waktu setempat mengeluarkan larangan masuk penerbangan dari 20 negara, termasuk Indonesia. Penutupan ini dilakukan karena ada kekhawatiran Arab Saudi terkait mutasi COVID-19.
Larangan sementara ini berlaku efektif mulai 3 Februari. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi memberlakukan pengecualian bagi diplomat, warga negara Saudi, praktisi medis dan keluarga mereka.
Selain Indonesia, Saudi juga menghentikan sementara penerbangan dari Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Italia, Pakistan, Brasil, Inggris, Turki, Afrika Selatan, Prancis, Libanon, Mesir, India, dan Jepang.
Pejabat kesehatan di Kerajaan Arab Saudi memperingatkan bahwa tindakan yang lebih ketat akan diperlukan untuk mengekang penyebaran virus, jika masyarakat terus melanggar peraturan tentang jarak sosial dan larangan pertemuan besar.Dikutip dari Arab News, aturan ini diambil di tengah lonjakan global dalam kasus COVID-19 terkait dengan mutas COVID-19, yang pertama kali terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil, dan kekhawatiran bahwa vaksin yang diluncurkan di seluruh dunia mungkin kurang efektif melawannya.
Penerbangan ke dan dari Arab Saudi pertama kali diberlakukan pada 14 Maret 2020, dua minggu setelah Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa wabah virus Corona sebagai pandemi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar